
Kini usia kandungan Yulia memasuki bulan-bulan terakhir, hanya tinggal menunggu jamnya saja. Pagi, siang, atau sore. Perasaan Yulia juga semakin tak menentu, antara takut, cemas, dan banyak lagi.
Faisal meminta Mana Siti untuk menemani Yulia, selama dia bekerja. Mama Siti datang ke rumah Yulia, saat Faisal akan pergi ke rumah sakit. Faisal tidak akan berangkat, jika Mama mertuanya belum datang. Sikap siap siaganya, benar-benar ia tunjukkan. Selama bekerja Faisal selalu menyempatkan waktu untuk menelpon Yulia, walau hanya sebentar, untuk menanyakan keadaannya.
"Cie... yang udah gak jomblo lagi.." Goda Faisal, yang melihat Dino sedang menelpon Felisa.
📞 "Udah dulu ya sayang...nanti malam siap-siap ya.." Dino mengakhiri panggilan telpon nya pada Felisa.
Sesuai kesepakatan Dino dan orang tuanya, jika Dino membawa seorang gadis dihadapan orang tuanya, maka perjodohan itu batal. Orang tua Dino menepati janjinya, setelah membawa Felisa kerumahnya, dan memperkenalkan Felisa ke seluruh nggota keluarganya. Orang tua Dino langsung menyetujui hubungan mereka, orang tua Dino tidak pernah memandang seratus sosial. Yang terpenting bagi mereka, Dino putra semata wayangnya bahagia. Bahkan dalam waktu dekat ini, Dino akan menikahi Felisa.
"Iya,, gue seneng banget.. akhirnya gue mau nikah juga.."Ujar Dino bahagia.
"Selamat ya brow semoga kalian langgeng,, dan dilancarkan sampai hari h"
"Thanks ya Sal,,," Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Faisal tidak menyangka, usahanya mendekatkan Felisa dan Dino berjalan lancar. Apalagi Yulia, dia adalah orang yang pertama kali mengucapkan selamat saat Dino mengutarakan cintanya.
Saat sedang asyik berbincang dengan Dino, ponsel Faisal berdering. Dilihatnya nama istriku dalam layar ponselnya, Faisal langsung mengangkat ponselnya..
"Assalamualaikum Yul..." Ucapnya cemas, karena belum ada setengah jam mereka telponnya, Yulia sudah menghubungi nya kembali.
"Waalaikumussalam nak Faisal, sepertinya Yulia mau melahirkan,, sekarang ibu sudah menuju ke rumah sakit.."
"Iya Bu... Faisal akan siapkan semuanya" Faisal menjadi gugup setelah mendengar Yulia mau melahirkan..
"Kenapa Sal.." Tanya Dino yang melihat Faisal gugup.
"Yulia mau melahirkan, sekarang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.." Faisal lalu pergi dari ruangan Dino.
Faisal memberitahu dokter Monica terlebih dahulu, kemudian mencari perawat dan ranjang ditinggal untuk menyambut Yulia.
Faisal sudah di lobi rumah sakit, dia mengecek satu per satu mobil yang berhenti di depan rumah sakit. Perasaannya sekarang menjadi harap-harap cemas, menantikan kehadiran sang buah hati lahir ke dunia ini.
Saat mobil yang membawa Yulia berhenti pas didepan lobi rumah sakit, Faisal bergegas menghampiri Mama Siti dan Yulia. Yulia tampak meringis menahan kesakitan, di papahnya Yulia menuju ke ranjang dorong yang sudah ia siapkan tadi. Perlahan Yulia ditidurkan di ranjang itu, perawat kemudian mendorong nya menuju ruang bersalin. Disana sudah Dapat dokter Monica dan suster Melis, yang sudah siap dengan peralatan nya. Faisal memegangi tangan Yulia sembari mendorong ranjangnya.
__ADS_1
"Ssttt sakit mas...sakit..." Racau Yulia memegangi perutnya..
"Tahan ya Yul... tahan..." Faisal memberikan dukungan pada istrinya yang terus-menerus mengeluh kesakitan.
"Mas.. Yulia gak tahan ini sakit banget...aduhh..huhuhu..." Air mata Yulia mulai menetes, Faisal merasa kasihan dengan Yulia..
"Kamu pasti kuat sayang...kamu pasti bisa... demi anak kita..." Mendengar ucapan kata sayang dari Faisal seakan menambah energi positif dari tubuh Yulia, Yulia tersenyum simpul.. Dia terharu, untuk pertama kalinya Faisal mengucapkan kata sayang padanya.
"Mas,, terimakasih ya sudah jadi suami yang baik untuk Yulia,, maafkan Yulia jika selama ini Yulia sudah banyak salah pada mas.. "
"Kamu ngomong apa sih Yul.. mas lah yang minta maaf padamu...kamu harus kuat demi anak kita..."
Mereka sampai di ruangan bersalin. Dokter Monica dan suster Melsi menyambutnya..
Dokter Monica memeriksa Yulia, ternyata baru buka empat, namun Yulia terus mengeluh kesakitan. Faisal yang berada di dekatnya sudah tidak tahan melihat istrinya kesakitan.
"Dokter Monica, apa masih lama, kasihan istri saya dok..." Ujarnya pada dokter Monica.
"Sabar dokter Faisal, ini masih bukaa empat." Jawab dokter Monica.
"Mas.. tenang.. Yulia udah gak sakit kok.." Yulia menenangkan Faisal yang ikut panik melihat dia kesakitan.
"Dokter Faisal lebih baik anda ajak istri anda berjalan-jalan disini, agar mempercepat bukaannya.." Saran dokter Monica.
"Ayo sayang mas papah kamu,," Kemudian Faisal memapah Yulia, membantu istrinya jalan-jalan disekitar ruangan itu. Agar mempercepat proses bukaan jalan lahir Yulia.
"Mas..Yulia sayang mas,,," Yulia menatap wajah suaminya, senyum mengembang ia lontarkan dari sudut bibirnya. Rasa sakit yang ia alami seakan sirna, setelah mendengar ucapan suaminya.
"Iya Yul, mas juga sayang kamu,, kamu yang kuat ya, demi anak kita... cup.."Satu kecupan mendarat dibibir Yulia..
"Aduhh sakit mas,,, sakit...huhuhu..." Rasa sakit itu tiba-tiba hadir lagi..Di remasnya tangan Faisal, saat Yulia menahan rasa sakitnya.
"Sabar ya Yul..." Faisal hanya bisa menenangkan Yulia, sembari berdoa agar dipercepat persalinannya.
__ADS_1
Saat Yulia sedang akan naik ke ranjang, tiba-tiba air ketubannya pecah..
Pyar...
"Dokter... dokter..." Teriak Faisal panik..
"Air ketubannya sudah pecah dok,,," Suster Melsi mengecek keadaan Yulia..
"Siapkan semuanya, sepertinya bukaannya sudah sempurna..." Titah dokter Monica pada suster Melis...
"Sekarang atur nafasnya dulu ya Bu... jangan di tahan...jangan dipaksa menejann..."
Dokter Monica memberi aba-aba dibukanya ************ Yulia.
"Tarik nafasnya Bu.... tahan...buang"
"Huuhhh....'
"Satu, dua,,tiga,, ayo Bu..."
"Aaaa...eitttmm"
"Ayo Bu sedikit lagi... tarik nafas..buang....dorong..."
"Aaaaaaaaa.. emmmmmmm...."
"Ayo Bu sedikit lagi, kepalanya sudah nampak....tarik nafas...buang...dorong..."
"Aaaaaaaaa" "oek..oek... Terdengar suara tangisan bayi.. Faisal merasa lega, bayi sudah lahir.. Perlahan kesadaran Yulia menghilang..
Suster Melsi membersihkan bayi Faisal. Bayi berjenis kelamin perempuan itu, terlihat masih merah, matanya yang sipit, seperti mata ibunya..
Sementara dokter Monica membersihkan Yulia, Faisal tersadar kalau istrinya pingsan..
__ADS_1
"Dok..dok .. kenapa dengan istri saya.." Teriak Faisal panik..