
Faisal yang tengah sibuk memeriksa pasiennya, sesekali membuang nafasnya kasar. Ya hari itu memang banyak sekali pasien yang harus ia tangani. Hari yang melelahkan untuk Faisal, setelah kemarin izin tidak masuk kerja karena sakit.
Akhirnya selesai sudah pekerjaan Faisal sore itu, dia berniat akan mengajak Yulia makan malam di luar. Faisal ingin membuat istrinya bahagia, Mungkin sudah saatnya Faisal membahagiakan istrinya. Apalagi sekarang tengah mengandung anaknya. Anak yang selama ini di idam-idamkan oleh orang tua mereka. Sejujurnya Faisal juga sangat mengharapkan cepat dikasih momongan. Mungkin dengan Faisal memiliki anak dengan Yulia, akan sedikit membantu Faisal melupakan Weli. Dan ternyata Allah pun mengabulkan keinginan Faisal, dengan hadirnya malaikat kecil dalam rahim istrinya.
Faisal segera melajukan mobilnya, kali ini dia tidak langsung pulang ke rumah. Faisal ingin mampir ke butik yang terkenal di kota ini. Dia ingin memberikan hadiah pada Yulia, bentuk terimakasih karena selama ini mendapingi nya. Sesampainya di butik itu, Faisal memarkirkan kendaraan nya. Lalu berjalan menuju pintu utama butik tersebut. Tampak seorang pelayan butik tersebut menghampiri Faisal yang sudah masuk di dalam nya..
"Selamat sore pak, ada yang bisa saya bantu.." ucapnya ramah..
"Saya ingin mencari gaun untuk istri saya.." kata Faisal kepada Tika, pelayan butik tersebut.
"Oh iya.. pak.. silahkan anda pilih mana yang kiranya pas untuk istri anda.." ucap Tika sembari membawa Faisal ke tempat gaun-gaun yang berjejer rapi di salah satu almari kaca. Sehingga nampak jelas dari luar..
"Saya tidak terlalu tahu model yang sesuai untuk istri saya mbak.." Faisal berterus terang, kalau dia sangat awam tentang fashion.
"Baiklah pak.. biar saya bantu.. bapak hanya menyebutkan ciri-ciri istri bapak saja.. maka saya yang akan pilihkan gaunnya.." ujar Tika tersenyum.
"Istri saya tingginya sekitar 165cm, kulitnya putih, oh iyaa dia juga berhijab.." Faisal menyebutkan ciri-ciri Yulia kepada Tika .
"Oh ok pak,, bapak tunggu disini sebentar, saya akan Carikan gaun yang cocok untuk istri bapak sesuai dengan ciri-ciri yang bapak sebutkan." kemudian Tika pergi ke arah gaun yang berlengan panjang. Sembari memilah milih gaun yang sesuai untuk pelanggan nya, mata Tika tertuju dengan sebuah gaun yang berwarna pink, bergaris-garis warna abu-abu dan putih, serta memiliki fayet pada pergelangan tangan gaun itu.
"Aghhh..saya rasa ini cocok untuk istri bapak.." ucapnya sambil menunjukkan gaun yang ia pilih pada Faisal.
"Ok.. kelihatan cocok..saya suka dengan gaun ini.. ok bungkus ya mbak.." Faisal puas dengan pilihan Tika. Tika segera memasukkan gaun tersebut pada paper bag khas dari butik itu, kemudian menyerahkan pada Faisal. Setelah membayar Faisal langsung pergi meninggalkan butik itu menuju rumahnya.
Dikediaman Faisal.
Yulia sedang membuat kue kesukaan suaminya, Yulia juga akhir-akhir ini sering kali merasa lapar ditengah malam. Jadi dia membuat banana cake sebagai pengganti nasi kalau dia ingin makan pas tengah malam. Banana cake buatan Yulia sudah matang, Yulia mengirisnya jadi beberapa potong. Sebagian dia letakkan dalam piring, sebagian lagi dia letakkan di dalam lemari makanan.
Sembari menunggu suaminya pulang dari kerja, Yulia bersantai diruang tv sambil menonton film kesayangannya. ketika sedang asyik tiba-tiba ada yang mengetuk pintu..
__ADS_1
"Assalamualaikum Yul.... assalamualaikum" Faisal mengucapkan salam. Begitu mendengar suaminya yang pulang, Yulia bergegas membuka kan pintu..
"waalaikumusalam mas,, maaf ya Yuli gak denger suara mobil mas..." Yulia meraih jas dan tas kerja suaminya.
"Hmmm iya gak papa kok, emang Yuli sedang apa.. sampai segitunya gak denger mas pulang.." Faisal dan Yulia berjalan menuju ruang tv...
"Hehehe itu Lo mas...nonton senetron " Istri tercinta" hehehe" jawab Yulia nyengir, dan Faisal langsung mengerutkan dahinya..
"Mas..mau langsung mandi apa minum teh dulu..?" tawar Yulia.
"oh iya tunggu disini sebentar mas ada sesuatu untuk Yuli.." Faisal berlari menuju mobilnya mengambil gaun yang dia beli tadi.
Setelah mengambil paper bag itu, Faisal balik lagi ke ruang tv..
" Sekarang kamu buka ya isinya.." Faisal menyerahkan paper bag pada Yulia..
Yulia yang masih bingung dengan isinya, gak sabar ingin segera membukanya. Setelah tahu isinya, Yulia merasa senang karena gaun yang dibelikan Faisal itu adalah gaun koleksi dari butik ternama di kotanya. Gak semua orang bisa memiliki gaun dari butik tersebut.
" hmmm kamu suka Yul..." Faisal meraih tangan Yulia..
"Aku suka banget mas... terimakasih ya mas.. makin cinta deh..." Yulia segera memeluk Faisal, Faisal membelai rambut istrinya.
"Ya udah mas mandi dulu ya..." diciumnya kening istrinya lalu pergi ke kamar untuk membersihkan diri. Yulia menyusul suaminya, hatinya bahagia karena perlakuan Faisal yang selama ini diA inginkan. Yulia mempersiapkan baju ganti suaminya, setelah itu pergi kedapur untuk membuat teh hangat kesukaan Faisal.
Faisal yang sudah rapih dengan pakaian santainya berjalan menuju ruang TV. Istrinya sudah ada di sana, sambil terus memperhatikan senetron yang dia tonton.
"Hmmm mas nya dicuekin nih..." Faisal menyeruput teh yang sudah ada di meja.
"Ehh mas.. udah selesai.." Yulia terkejut melihat suaminya sudah duduk disampingnya..
__ADS_1
"Iya.." Kali ini Faisal memasukan potongan banana cake kedalam mulutnya.
"Mas mau dimasakin apa.." Yulia menatap wajah suaminya..
"Kita makan diluar Yul..kamu gak usah masak" jawab Faisal yang masih asyik mengunyah kue kesukaan nya.
"Ihh beneran mas..." Yulia kegirangan karena diajak ngedate oleh suaminya..
"Iya..sambil cari-cari apa yang kamu inginkan.." Faisal mentoel hidung Yulia, Yulia terkekeh..
"Yuli gak sedang ingin apa-apa mas, Yuli mau nya deket-deket mas terus," kali ini Yulia menyandarkan kepalanya di dada Faisal.. Mendengar keinginan istrinya Faisal merasa sangat bersalah, selama ini dia tidak pernah mengajak Yulia ngobrol, bersendau gurau bersama istrinya pun tak pernah ia lakukan..
"Mas janji mas gak akan jauh-jauh dari kamu Yul.." Faisal membelai wajah Yulia.
"Beneran ya mas... jangan cuekin Yulia terus mas..." Yulia cemberut jika dia ingat perlakuan Faisal selama ini padanya..
"Iya..maafin mas ya... kalau selama ini bersikap acuh sama Yulia.." mata Faisal mulai berkaca-kaca, dia bingung apakah dia bisa bisa memperlakukan istrinya seperti itu terus. Terkadang bayangan Weli pun masih sering menghinggap dimatanya, bahkan Faisal sering bermimpi bersama Weli. kalau boleh memilih Faisal ingin membuang perasaan nya pada Weli. Faisal ingin sepenuhnya mencintai Yulia, tapi kenyataan nya dia belum bisa. Bayangan Weli selalu hadir bak lalat yang mengerubungi makanan basi..
Bersambung...
terimakasih yang sudah mampir di novel
"suamiku tidak pernah mencintaiku 😭😭"
semoga kalian suka ya,,, maaf jika tulisan masih belepotan..
jangan lupa beri dukungan ya..
like' komen vote nya ditunggu Lo...
__ADS_1
terimakasih 😘😘😘😘😘❤️❤️😘