Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Kotak Ajaib..


__ADS_3

Pak Burhan mencari keberadaan Surya dimana-mana, namun Surya tak terlihat batang hidungnya. Pak Burhan kembali lagi keruangan nya, disana masih ada Dino dan Felisa, yang masih berkutik mencari rekaman Cctv itu.


"Maaf Pak Dino, saya sudah mencari Surya dimana-mana, namun dia tidak ada..." Saat sudah berada dalam ruangannya psk Burhan berkata jujur pada Dino..


"Brengsek..." Tukas Dino seraya mengelap mukanya kasar.


"Tunggu... Pak Burhan, apa bapak tau nomor telepon pak Surya, atau rumahnya barangkali. Kita bisa mencarinya disana..."Felisa ikut bicara kali ini..


"Oh benar juga.. tapi..tunggu jangan ditelpon, nanti kalau ditelpon dia akan curiga pada kita, kita langsung aja kerumahnya.." Dino menyempurnakan ide Felisa.


"Iya pak, saya tahu.." Ucap pak Burhan sembari menulis alamat Surya.


Setelah mendapatkan alamat Surya dari Pak Burhan, Dino dan Felisa langsung menuju ke alamat Surya, mereka berjalan melewati koridor rumah sakit. Faisal yang melihat Dino bersama Felisa, menghampiri mereka berdua.


"Sha.. kamu disini..?"


"Iya mas, eh dok.." ucap Felisa gugup, karena bingung harus memanggil apa.


"Mas, aja Sha..." Jawab Faisal tersenyum.


"Sal... kayak nya bener deh dugaan kita, tentang orang yang berusaha menyelakai Yulia, tiga bulan lalu..."Dini memberitahu ke Faisal tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Maksudnya gimana?" Faisal masih bingung dengan ucapan Dino.


Kemudian dini menceritakan semuanya pada Faisal, tentang pertemuan nya dengan pelakunya di parkiran, tentang Cctv, dan tentang kecurigaan nya terhadap Surya.


"Jadi, sekarang kalian akan ke rumah Surya?"


"Iya,,"ucap Dino singkat...


"Gue ikut ya.." Faisal juga ingin tahu siapa dalang dibalik kecelakaan yang menimpa Yulia dan Felisa.

__ADS_1


Mereka bertiga sudah dalam perjalanan menuju rumah Surya, sosok yang diduga bekerjasama membantu menghapus Cctv itu.


Faisal memilih naik mobil Dino, agar bisa cepat sampai. Waktu itu pukul lima sore, sudah masuk jam pulang kerja. Faisal menelpon Yulia terlebih dahulu, namun tak memberi tahu hal yang sesungguhnya. Faisal berkata pada Yulia, kalau dia ada acara di rumah sakit, sehingga semua pegawai dan dokter disana harus menghadiri acara itu. Alih-alih menyelidiki pelaku perencanaan pembunuhan terhadap nya. Yulia tak menjadi masalah, karena dia sendiri tahu, kalau Faisal memang sedikit sibuk akhir-akhir ini.


Mereka memasuki kompleks kost-kostan yang terbilang lumayan ramai, sebuah gedung bertingkat dua dengan dinding bercat biru tua, mobil Dino berhenti. Dino, Felisa, dan Faisal turun dari mobil. Seorang pria paruh baya yang sedang membersihkan halaman bangunan itu, menghampiri mereka bertiga.


"Ada yang bisa dibantu mas, mbak..?" Sapa pria paruh baya itu ramah.


"Maaf pak, saya ingin bertanya, apakah disini ada yang bernama Surya, yang ngekost disini..?" Tanya Dino sopan pada pria paruh baya itu.


"Oh Mas Surya, yang bekerja di rumah sakit Zahra Medica..."Sepertinya memang benar, bangunan itu adalah tempat kostan Surya..


"Iya Pak.." Jawab mereka kompak.


"Mas Surya, baru saja pergi dari sini mas, katanya mau pulang kampung, keluarga nya ada yang meninggal. " Jelas pria paruh baya itu.


Lagi-lagi mereka kalah cepat dengan pelakunya, terlihat jelas ada kekecewaan pada mereka.


Mereka akhirnya kembali ke rumah sakit, untuk mengantar Faisal mengambil mobilnya. Dipersimpangan jalan Dini melihat mobil Rio, dari seberang jalan. Dan ternyata bukan cuma mobilnya saja yang ada disitu, Dino juga melihat ada Rio sedang berbincang dengan seorang pemuda. Dino berfikir, apa yang sedang dilakukan Rio ditempat ini.


Didalam mobil Dino hanya diam, tak seperti biasanya. Felisa menjadi salah tingkah, dia bingung kenapa sikap Dino berubah setelah pulang dari kostan Surya.


"Mas.. kenapa kok diem aja...?" Felisa akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Dino..


"Gak kok, oh iya kita mampir ke masjid dulu ya untuk sholat magrib, sudah masuk waktunya magrib.." Jawab Dino yang masih fokus menyetir.


Faisal sampai dirumahnya, dia langsung mandi, setelah itu sholat magrib. Yulia menyiapkan makan malam diruang makan.


Hari ini Yulia memasak makanan kesukaan Faisal, yaitu pepes ikan, sambal terasi dan sayur kangkung. Sederhana namun rasanya terasa nikmat, apalagi makannya ditemenin orang terkasih. Saat semua sudah tertata rapi, Yulia hanya tinggal menunggu Faisal turun ke bawah untuk makan bersama.


Faisal turun dengan mengenakan celana boxer, dan kaos polos. Tatanan rambutnya sedikit berubah dari biasanya, terlihat lebih muda dari biasanya. Senyum mengembang dari bibir manis Faisal, membawa kedamaian dalam hati Yulia. Senyum yang selalu ia rindukan saat Faisal Bekerja. Faisal berjalan mendekat ke meja makan. Faisal duduk di salah satu dari empat kursi disana, Yulia memilih duduk diseberang suaminya. Pemandangan yang begitu indah dalam sebuah rumah tangga, terlihat bahagia, tak sedikitpun ada yang kurang dari rumah tangga Faisal dan Yulia.

__ADS_1


Yulia menyendok kan nasi dipiting Faisal, lalu menyusul ikan pepes, sambal terasi, dan oseng kangkung nya. Setelah selesai mengambilkan makanan suaminya, sekarang giliran Yulia menyendok kan makanan ke piringnya. Mereka berdua menikmati makan malam mereka dengan hikmat, tak ada obrolan dari keduanya. Mereka fokus untuk mengisi perut mereka yang sedang lapar.


Usai makan malam, Faisal memilih duduk di balkon rumah mereka, sembari menikmati malam itu. Malam yang bertabur bintang, menandakan cuaca yang sedang cerah. Yulia menyusul Faisal dengan membawa secangkir teh manis dan rengginang, makanan khas dari Jawa.


"Mas, tumben duduk disini...!" Yulia menatap ke arah Faisal yang sedang menyeruput teh hangat nya.


"Pengen cari suasana yang baru aja Yul " Faisal tersenyum ke arah Yulia.


"Mas, tadi pas Yuli mau cari palu digudang, Yulia menemukan kotak kayu berukiran bunga-bunga gitu, apa itu milik mas Faisal..?" Yuli menceritakan tentang kotak yang ia lihat siang tadi, Faisal mendadak berubah menjadi pucat.


"Bu..kan.. apa kamu tahu isinya...?" Jawab Faisal gugup, kemudian dia bertanya balik ke Yulia.


"Belum sempat lihat mas, soalnya tadi pas Yulia mau buka, Mama Dateng" Sambung Yulia.


"Ya udah lain kali gak usah dibuka ya, takutnya kotak itu milik pak Dewa, pemilik rumah ini.." Faisal secara tidak langsung melarang Yulia untuk membuka kotak itu, dengan alasan kotak itu milik pak Dewa. Alih-alih takut jika Yulia mengetahui isi dari kotak itu.


"Tapi aneh deh mas, gak mungkin itu milik pak Dewa, beliau sudah tua masa ia punya benda seperti itu, wong di kotak itu ada tulisan.. You and me.. iya itu... tulisan itu.." Yulia sedikit curiga, dan tidak begitu percaya dengan ucapan Faisal.


"Beneran itu bukan milik mas Faisal..., kalau gak biar Yulia ambil ya kotaknya mungkin mas Faisal lupa, punya barang seperti itu..."


To be continued...


Segini dulu ya ..


malam nanti dilanjut lagi...


waduh kira-kira Yulia beneran ambil gak ya kotak itu...😁🤭


Ayo dong like komen vote nya jangan lupa...


Dukung author dengan cara itu ya...

__ADS_1


Biar tambah semangat lagi nulis nya..


Terimakasih 😍😍😍😘


__ADS_2