
Jam makan siang tiba, Faisal buru-buru keruangan Dino. Dia sudah tidak sabar menunggu penjelasan dari Dino, dan berharap Dino memberi tahu dimana Yulia berada. Saat sudah hampir tiba di ruangan Dino, ada notifikasi pesan dari ponselnya. Faisal membukanya, dia berharap dari Yulia. Ternyata dugaan Faisal salah, pesan itu dari Dino.
"Sal, sori brow, gue harus pulang sekarang. Bilqis mendadak demam. Gue janji, nanti malam akan ke rumah Lo." Faisal mengusap mukanya kasar, lagi-lagi dia harus menunggu . Faisal sempat mengira, kalau itu hanya akal-akalan Dino saja. Tapi setelah mendapat chat lagi dari Dino, yaitu foto Bilqis sedang di kompres. Baru lah dia percaya, kalau Dino tidak sedang membohongi nya.
Faisal kembali ke ruangannya dengan kekecewaan lagi. Saat akan masuk ke ruangannya, Faisal melihat Rio dan Weli baru saja keluar dari ruangan dokter Monica. Faisal tak bergeming, dia tetap masuk ke dalam. Namun harus terhenti, saat Rio memanggilnya.
"Tunggu Sal!" Seru Rio seraya menghampiri Faisal, diikuti oleh Weli dibelakangnya.
"Hmm, ada apa?" Tanya Faisal basa-basi, sebenarnya Faisal masih enggan bertemu dengan Weli dan Rio. Faisal sedikit banyak masih kecewa dengan mereka berdua.
"Bisa kita bicara sebentar," Ucap Rio serius
"Mau ngomong apa lagi, kita sudah tidak ada urusan lagi." Faisal bicara dengan nada keras. Mood nya sedang sangat buruk, jadi berpengaruh besar dengan emosional nya.
"Baiknya kita bicara tidak disini, kita ke kantin rumah sakit saja" Rio memberi saran tempat yang cocok untuk ngobrol.
Dengan malas Faisal mengikuti Weli dan Rio dibelakangnya menuju ke kantin Rumah sakit.
Rio sudah mengetahui masalah Faisal dari Dino. Kebetulan Dino lah yang meminta Rio, untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Dino berfikir, kalau dia yang memberi tahu pada Faisal. Faisal akan mencecar tentang keberadaan Yulia saat ini. Dino paling tidak tega, jika Faisal sedih. Dino memang lebih akrab dengan Faisal, dibandingkan dengan Rio ataupun Weli.
"Gue tahu apa yang terjadi dengan Lo dan Istri Lo" Rio membuka percakapan saat mereka sudah berada di kantin.
"Kenapa kamu begitu bodoh sih Sal, harusnya kamu nyatakan perasaan mu pada Yulia," Timpal Weli, dan Faisal hanya diam saja.
__ADS_1
"Sekarang Lo nyesel kan, saat Yulia pergi bawa anak Lo?" Rio semakin membuat Faisal terpojok. Memang Faisal sadari semua itu kesalahannya.
Kemudian Rio dan Weli menceritakan semuanya pada Faisal. Saat Yulia tahu, perempuan yang ada dalam masa lalu Faisal. kemudian meminta Weli untuk datang ke rumah sakit menengok Faisal, karena dia terus menerus memanggil namanya.
Faisal tertunduk lemas, ternyata dugaannya benar. Tapi dia tak menyangka, kalau saat dia koma, memanggil nama Weli. Rio tahu apa yang dirasakan Faisal saat ini.
"Apa kalian tahu dimana Yulia berada?," tanya Faisal memelas.
"Maaf Sal, kalau untuk soal itu, kami tidak tahu," Jawab Weli jujur. Dia memang tidak pernah tahu keberadaan Yulia. Dino memang memegang janjinya pada Felisa, untuk tidak memberitahu kepada siapapun.
__________
Faisal melakukan mobilnya menuju ke rumah mertuanya. Kali ini dia berencana, akan menanyakan alamat rumah paman Yulia yang ada di Bantul. Dia pikir, itulah satu-satunya tempat persembunyian Yulia. Faisal berfikir juga, kalau Yulia tidak akan mungkin pergi jauh dari kota Jogjakarta.
"Pah, ada yang ingin Faisal tanyakan ke Papah," ujar Faisal menyalami Pak Sukamto.
"Ayo kita duduk disana saja," kata Pak Sukamto mengajak Faisal duduk di teras.
Mama Siti yang mendengar suara Faisal, lantas menemui Faisal. Dengan membawa dua cangkir teh manis, dan brownies coklat.
"Pah, Faisal minta alamat rumah paman Ardi, yang ada di Bantul." Faisal mengutarakan maksud kedatangannya ke rumah mertuanya itu.
"Paman mu Ardi, sudah tidak tinggal di sana lagi Sal. Memang nya ada apa to, kok kamu ingin tahu alamat rumah paman mu." Psk Sukamto bingung, saat Faisal meminta alamat adiknya. Beliau berfikir, Faisal selama ini tidak terlalu dekat dengan adiknya. Bertemu juga baru beberapa kali.
__ADS_1
"Kebetulan Faisal ada pelatihan di puskesmas di daerah sana Pah, jadi, Faisal sekalian mampir gitu." Faisal memberi alasan yang tepat agar mertuanya tidak curiga.
Dan lagi-lagi harapannya harus pupus. Dia sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. Kepergian Yulia, sangat merubah hidup Faisal. Hari-harinya selalu di penuhi rasa bersalah. Dia takut, jika tidak bisa bertemu Yulia lagi. Faisal berjanji, jika kelak bertemu Yulia, dia tak akan melepaskan Yulia lagi.
Hari sudah mulai gelap, matahari pun sudah enggan lagi menampakkan sinarnya. Kini Faisal sudah ada di rumahnya, dia duduk di ruang kerjanya. Di bukanya Labtob yang sudah lama tidak ia sentuh. Saat ia membuka galeri foto di labtobnya, Faisal jadi ingat, kalau dia belum menghapus foto kenangan nya bersama Weli. Faisal curiga, kalau Yulia sudah membukanya. Dan benar saja, semua foto itu sudah di ganti nama file nya. Faisal semakin yakin, kalau Yulia sudah mengetahuinya foto-foto itu. Faisal menghapus satu persatu foto kenangannya bersama Weli. Harusnya dari awal sudah ia hapus. Faisa beralih ke ponsel nya. Dia mencoba menghubungi kembali nomor Yulia, jawabannya masih sama. Ponsel Yulia belum aktif. Di bukanya aplikasi Facebook, dia mencoba mencari akun Yulia. Faisal berniat akan membuat akun baru, agar bisa berteman dengan Yulia. Namun sayang, Facebook Yulia tidak di publikasikan, jadi tidak bisa di mintai pertemanan. Hanya Yulia yang bisa meminta pertemanan.
"Aghrhhh... Yulia....kenapa kamu siksa aku begini, " racau Faisal mengobrat abrit buku di meja kerja nya.
Satu bulan berlalu.
Faisal sudah lelah mencari informasi mengenai keberadaan Yulia. Namun jawaban tetap nihil. Dia tidak mendapat petunjuk apapun. Setiap hari Faisal menghubungi nomor Yulia, membuka Facebook Yulia. Tapi tidak menemukan petunjuk apapun.
Malam itu, sambil merebahkan tubuhnya di ranjang, Faisal iseng-iseng membuka YouTube yang lagi viral. Faisal menghibur diri dengan berbagai macam cara. Salah satunya, menonton YouTube.
Faisal membuka sebuah konten tentang sebuah kuliner yang lagi booming saat ini. Di bukanya video konten dari akun "Angga konsep" Di salam video itu, menceritakan tentang makanan yang lagi booming di daerah tersebut. Yang menarik perhatian Faisal adalah, perempuan yang ada di dalam video itu mirip sekali dengan Yulia. Awalnya, Faisal tidak yakin jika wanita itu adalah Yulia. Setelah di amati oleh Faisal, ternyata memang benar, Wanita itu memang benar Yulia.
Faisal menonton hingga habis video itu, di dalam video itu Yulia sedang lomba makan bakso tumpeng bersama seorang pria. Dan yang membuat Faisal meradang adalah, Yulia bisa tertawa lepas di sana. Tak ada sedikitpun kesedihan yang Yulia tunjukkan. Tanpa terasa Faisal menitikkan air mata, selama menikah dengan Yulia, Faisal belum pernah melihat istrinya bahagia, sebahagia saat di video itu.
To be continued..
Besok di lanjut lagi ya..
maaf telat up nya terus
__ADS_1