
Yulia hanya bisa menangis di pelukan Felisa, perasaannya hancur. Selama menikah dengan Faisal, dia tidak pernah menaruh curiga sama Weli. Yulia percaya seratus persen pada Weli dan Faisal, kalau mereka hanya sebatas bersahabat. Felisa tidak bisa berbuat apa-apa, selain hanya memberikan kekuatan pada Yulia. Dino, Dino benar-benar merasa bersalah, karena selama ini menyembunyikan semuanya dari Yulia. Dino benar-benar kecewa pada Faisal, dia pikir Faisal sudah menceritakan semuanya sama Yulia. Ternyata, Faisal terlalu pengecut untuk berterus terang pada Yulia.
"Yul, darimana kamu tahu, kalau Weli adalah cinta pertama nya Faisal..?" Dino penasaran darimana Yulia tahu tentang rahasia Faisal.
"Mas Faisal, dia memanggil-manggil nama mbak Weli..."
"Apa, maksud kamu, Faisal sudah sadar...?" Dino terkejut saat Yulia mengatakan kalau ia tahu dari Faisal langsung.
"Bukan begitu mas, tapi... Mas Faisal menyebut-nyebut nama mbak Weli, saat mas Faisal koma..."
"Astaghfirullahalladzim, Faisal-Faisal.. Kenapa bisa jadi begini sih..!" Dino tahu kalau hati Faisal saat ini adalah milik Yulia, bukan milik Weli lagi. Terbukti saat Yulia pergi dari rumahnya, Faisal seperti mati. Tapi kenapa justru nama Weli yang dia sebut saat dia dalam alam bawah sadarnya.
"Yul, kamu jangan berpikiran buruk dulu ya tentang suamimu. Aku yakin suamimu sudah mencintaiku kamu. Dan melupakan Weli sebagai cinta pertamanya.." Dino berusaha menyakinkan Yulia, bahwa apa yang dia dengar, tentang Weli hanya bagian dari masa lalunya Faisal saja.
"Tapi mas Faisal masih mencintainya sampai sekarang, dan mungkin selamanya..."
"Terus rencana kamu saat ini apa Yul...?" imbuh Felisa.
__ADS_1
"Yuli bakal bawa mbak Weli untuk menemui mas Faisal...."
"Apa... kamu sudah gila ya Yul, kenapa kamu malah mau mempertemukan mereka..." Felisa terkejut mendengar ucapan Yulia yang ingin mempertemukan Faisal dan Weli.
"Apapun.. apapun akan Yulia lakukan, asal mas Faisal segera sadar. Dokter Gerald menyarankan agar mendatangkan orang yang disebut-sebut oleh mas Faisal saat dia koma. Karena bisa jadi orang itu, berpengaruh penting untuk membuat mas Faisal segera sadsr" Yulia menjelaskan kenapa dia mau mempertemukan Weli dan Faisal. Kalau bukan untuk kesembuhan Faisal, wanita mana yang akan rela, jika suaminya bertemu dengan mantannya, yang jelas-jelas masih dicintai suaminya.
"Terus apa yang bakal kamu lakuin kedepannya, jika Faisal sudah sadar..?" Tanya Felisa lagi.
"Kedepannya biarlah waktu yang menjawabnya, yang terpenting saat ini, mas Faisal bisa sadar dulu..." Sejujurnya Yulia sendiri bingung, apa yang akan ia lakukan setelah Faisal sadar.
"Aku titip Sisi dulu ya Sha, aku mau pulang sekarang. Aku ingin istirahat sebentar. Kepala ku sakit.. " Yulia pamit pulang pada Felisa dan Dino.
"Kamu yang sabar ya, aku yakin Faisal sudah mulai mencintaimu..." Dino sangat yakin, Faisal memang sudah mencintai Yulia, sejak Yulia pergi dari rumah Faisal.
Yulia hanya tersenyum getir menanggapi ucapan Dino, yang dia rasakan saat ini sebaliknya. Dia adalah seorang istri yang tak pernah ada dalam hati suaminya. Dia hanya seorang pelengkap dalam hidup suaminya. Yulia bergegas keluar dari rumah Dino, dia sengaja tidak menemui Sisi terlebih dahulu. Takutnya bakal ada drama, jika Yulia berpamitan pada Sisi. Dengan menaiki ojek online, Yulia kembali kerumahnya.
Saat sudah tiba dirumahnya, dadanya terasa sesak. Kenangan manis bersama suaminya selama ini, ternyata hanya tipu muslihatnya Faisal saja. Hanya untuk menutupi tameng suaminya saja. Pernikahan yang dari awal memang tidak dilandasi dengan saling cinta, selamanya tidak akan bahagia. Sikap lembutnya Faisal, hanya sebagai penutup rasa bersalah nya pada Yulia. Kebahagiaan yang diciptakan Faisal hanya untuk menutupi kebohongan nya saja.
__ADS_1
Yulia berjalan menuju kamarnya, air matanya tak hentinya menetes. Dia kembali teringat, saat pertama kali dia berada dikamar itu. Awal-awal pernikahannya dulu, sikap Faisal padanya sangatlah dingin. Bahkan hampir dua bulan menikah, Faisal tak pernah sekalipun menyentuh Yulia. Yulia kini tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya dulu.
Yulia menuju kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Yulia menangis dibawah guyuran air shower dikamar mandinya. Meretapi nasibnya yang malang, suaminya tak pernah mencintai nya. Usai mandi Yulia turun kebawah, tempat yang ingin ia lihat adalah gudang. Dia ingat dengan kotak kayu berukiran bunga-bunga, kotak itu yang tak boleh disentuh oleh Yulia. Faisal bahkan melarang untuk Yulia masuk ke gudang itu. Dibukanya pintu gudang itu, kotak kayu yang waktu itu terletak dilantai. Berpindah ke atas meja yang sudah tak terpakai. Dibukanya perlahan, stelah terbuka, kotak itu kosong. Tak ada satupun benda didalamnya. Yulia ingat saat Faisal membakar sampah malam itu, ternyata benar yang dibakar bukanlah sampah melainkan foto kenangan nya bersama Weli. Saat Yulia hendak pergi dari tempat itu, ada selembar kertas yang tergeletak dilantai gudang itu. Diambilnya kertas itu, ternyata kertas itu adalah foto yang terjatuh dilantai. Mungkin sangking buru-buru nya Faisal, dia tidak sengaja menjatuhkan satu foto ditempat itu. Ya benar saja, Foto itu adalah foto Faisal dan Weli yang sedang berpelukan. Faisal memeluk Weli dari belakang. Tampak jelas raut kebahagiaan dari keduanya.
Yulia tak kuasa menahan tubuhnya, Yulia terduduk di lantai. Diremasnya foto itu, terlalu pandai Faisal menyembunyikan kebohongan nya selama ini. Setelah diyakini kuat berdiri, Yulia berdiri dan keluar dari gudang itu. Yulia menuju ke ruang kerja Faisal, dulu Faisal sering sekali mengurung diri diruang kerjanya. Yulia penasaran, ada bukti apalagi yang akan ia temukan disana.
Diruang kerja Faisal terdapat meja dan kursi, tak ada yang aneh disana. Di sudut ruangan ada lemari, Yulia memang jarang sekali membersihkan ruang kerja Faisal. Karena setiap kali akan dibersihkan oleh Yulia, ruang itu seperti sudah ada yang membersihkan nya. Di atas meja, ada laptob Faisal. Kebetulan laptob itu tidak memakai kata sandi untuk membukanya. Dibukanya semua aplikasi yang ada dalam Laptob itu, sampai ia menemukan sebuah file yang bertuliskan You and me. Tulisannya sama persis yang ia lihat di atas kotak itu. Dibukanya file itu, ternyata isinya tentang beberapa foto dan curahan hati Faisal. Disitu dituliskan betapa kecewanya Faisal saat Weli menikahi Rio, bukan hanya itu saja. Ada sebuah kalimat yang membuat hati nya hancur. Tulisan itu ialah.
"Bukan hanya sehari dua hari aku mengenalmu, aku mengenalmu sejak perasaan ini belum ada. Dan hingga perasaan ini bersemi, tapi dengan mudahnya kau buat hati ini layu, bahkan mati. Biarpun kini aku sudah menemukan gadis yang mau aku nikahi. Namun hati yang engkau patahkan tak akan bisa disambung lagi oleh siapapun. Termasuk dia, istriku..."
To be continued..
Up ketiga ya di hari ini..
Kira-kira kalau kalian jadi Yulia, apa yang akan kalian lakukan...
Like, komen, votenya jangan lupa ya...
__ADS_1
terimakasih..