Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
20. Banana cake, kesukaan mas Faisal...


__ADS_3

Assalamualaikum buat yang sudah baca novel "Suamiku tidak pernah mencintaiku 😭😭", mohon maaf jika selama saya menulis novel ini, masih banyak kekurangan..


Yang sudah tinggalkan jejak, saya ucapkan terima kasih banyak. Tapi mohon komentarnya dan sarannya agar saya bisa memperbaiki kesalahan saya... Terimakasih 😘...


Setelah selesai membuat kan banana cake untuk suaminya, Yulia segera membersihkan diri untuk mandi. Usai mandi dia duduk di teras depan rumah, untuk menunggu Faisal pulang. Karena hari pun masih sore, jadi dia memilih menunggu suaminya di teras.


Selang berapa menit yang ditunggu Yulia datang. Faisal dengan mobilnya sudah nampak di luar pagar, Yulia bergegas membuka kan pintu pagarnya.


Setelah pagar terbuka Faisal langsung melajukan mobilnya masuk ke bagasi rumahnya. Usai mobilnya terparkir rapi di bagasi, Faisal segera turun dan menghampiri istrinya yang sudah ada di depan pintu...


"Assalamualaikum Yul.." salam Faisal lalu mencium kening istrinya..


"Waalaikumusalam mas.." Yulia terperangah dengan perlakuan Faisal saat itu. Yulia mengambil tas dan jas suaminya.


Mereka berjalan masuk kedalam dan menuju kamar..


"Mas mandi dulu aku buatin minum dulu ya.." Yulia meletakkan jas dan tasnya Faisal lalu bergegas ke dapur untuk membuat kan Faisal teh manis.


Selepas istrinya pergi, Faisal langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Usai mandi Faisal langsung turun ke bawah untuk bergabung dengan istrinya yang sudah ada di ruang makan..


" Teh nya di minum dulu mas,,, aku buatin mas banana cake kesukaan mas.." Yulia meletakkan secangkir teh manis dan beberapa potong cake banana yang dia buat tadi..


"Hmmm enak cake nya.. kamu yang buat Yul.." Faisal mencicipi kue buatan istrinya..


" iya dong mas.. spesial buat suamiku tercinta..." Yulia mulai menggoda suaminya..


"Mas mau langsung makan atau nanti aja.." ucap Yulia lagi.


"Nanti aja Yul,, masih kenyang.. kan udah makan cake buatan kamu.." Faisal tersenyum pada Yulia.


"Mas gak nanya gitu.. dari mana Yuli tau kalau mas suka sama banana cake ini?" tanya Yulia menunjuk kue yang ada dipiring.


"O iya.. Yulia kok tau mas suka sama kue ini.." Jawab Faisal sambil menyeruput teh nya.


"Mbak Weli mas.."


ughuhkkkkj... Faisal tersedak mendengar ucapan istrinya, dia terkejut dimana istrinya ketemu dengan Weli.


"Kamu kenapa mas..kok kaget gitu.." ucap Yulia santai sambil memijat punggung suaminya..


"Kamu ketemu Weli dimana Yul,?" tanya Faisal dengan wajah pucat pasi..

__ADS_1


"itu Lo mas.. di minimarket Deket tempat les Yuli.." dijawab lagi oleh Yulia


"Dia ngomong apa aja sama kamu..!!" wajah Faisal kini berubah menjadi ketakutan..


"Banyak mas.." Yulia bingung dengan raut wajah suaminya.


"Ya apa.." Faisal menatap istrinya.


" ya banyak mas,, tentang makanan favorit mas, tentang kisah cinta nya mas..." Yulia menyuapkan cake kedalam mulutnya..


Faisal terdiam, wajah nya semakin pucat.. Faisal mengira kalau Weli menceritakan kisah cinta nya dengan dirinya.


"Mas sahabatan kan sama mbak Weli..?" pertanyaan Yulia seketika membuat hati Faisal lega. Wajahnya yang tadinya pucat sekarang sudah mulai normal kembali..


"I..iyaa" dijawab nya masih terbata-bata, dia tidak menyangka kalau Weli tidak menceritakan semuanya..


"Udah ah mas.. kita sholat dulu yuk.. udah adzan.." Ajak Yulia, Faisal yang masih duduk termangu melihat kepergian istrinya.


Mereka melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, usai sholat Yulia dan Faisal makan malam bersama. Mereka hanya saling diam, apalagi Faisal. Sejak obrolan nya dengan Yulia tadi, membuat moodnya Faisal jadi jelek.


 


Pagi ini mereka melakukan aktivitas seperti biasa nya. Faisal ke rumah sakit untuk bekerja dan Yulia pergi ke tempat les. Faisal berniat ingin menemui Weli, dia ingin memberikan peringatan agar tidak menemui istrinya lagi. Faisal mengambil ponsel nya, dia mencari no HP nya Weli, dia menghubungi Weli. setelah nada tersambung..


"Waalaikumusalam well, ada yang ingin aku sampaikan.. bisa kita bertemu nanti waktu jam makan siang" Faisal tanpa basa-basi mengutarakan niatnya.


"Ok.. kita ketemu di cafe depan rumah sakit tempat kami bekerja ya.." dijawab Weli santai.


"Iya.. aku tunggu di sana.." Faisal mematikan ponselnya..


Sementara ditempat les, Yulia menemui sahabatnya. Dia ingin memberikan cake yang dia buat kemaren. Yulia ingin sahabat nya mencicipi cake buatan nya..


"Fell.. aku bawain kamu cake buatan aku .." Yulia memberikan kotak yang berisi cake buatan nya.


"Waahh tumben nih rajin bikin makanan.." Felisa membuka kotak makanan lalu mengambil cake dan segera mencicipi cake buatan sahabatnya itu..


"Iya dong.. ini kan makanan kesukaan mas Faisal..." jawab Yulia bersemangat..


"Iya deh iya.. " ejek Felisa.. "Gimana reaksi suamimu Yul, setelah kamu bikinin makanan kesukaan nya.?" tanya Felisa penasaran..


"Ya seneng lah..." dijawab singkat oleh Yulia..

__ADS_1


"Iya.. seneng.. gak ada yang lain gitu.." Felisa masih penasaran ekspresi Faisal gimana setelah tahu Yulia mengetahui makanan kesukaan Nya dari Weli..


"Iya biasa aja.. seneng lah" sepertinya Yulia gak peka dengan pertanyaan sahabatnya itu..


Felisa memilih tidak membahas nya lagi.. daripada bikin kesel, Felisa yakin kalau suami sahabatnya itu memang ada hubungan khusus dengan Welli, dulu.


 


Ditempat lain, dijam makan siang. Tampak seorang pria yang memakai kemeja warna biru tua Edang duduk di salah satu cafe depan rumah sakit. Pria itu adalah Faisal, dia datang lebih dulu daripada Weli. Dia menunggu Weli sembari makan, makanan yang sudah dia pesan. Dari kejauhan tampak seorang wanita yang memakai dress warna merah muda, datang menghampiri Faisal..


"Apa kabar sal.." Weli mengulurkan tangannya..disambut Faisal..


"Duduk" ujar Faisal singkat yang sudah melepaskan tangannya dari Weli..


"Kamu mau pesan apa??" Tanya Faisal sembari memanggilnya salah satu karyawan cafe untuk memesan makanan buat Weli.


"Samain aja sama kamu.." dijawab santai oleh Weli. Lalu Faisal mulai memesan makanan untuk weli pada pelayanan cafe tersebut..


"Ada apa sal.. kamu sampai manggil aku kesini.." ujar Weli to the point..


"Aku mau tegasin sama kamu . kamu gak usah lagi nemuin istriku..kamu jauhi dia.." Faisal tanpa basa-basi pun bicara dengan nada mengancam..


"Tunggu... tunggu... kamu kira aku sengaja ketemu istrimu.. Faisal.. Faisal.. kenapa kamu sepicik itu menilai ku." Weli yang sudah tau arah pembicaraan mereka...


"Kenapa kamu ceritakan sama Yulia.." Faisal semakin emosi.


"Sall.. kamu nih kenapa sihh.. apa salahnya kalau aku berteman dengan Yulia.." Weli mulai terpancing ucapan Faisal.." Kita sudah punya kehidupan masing-masing, jadi kita lupakan semua tentang kita.." ucap Weli mulai meredam emosi nya..


"Gampang banget ya kamu ngomong gitu.. kamu sudah hancurin hatiku..kamu sudah hancurin perasaan ku.. kamu meninggalkan dengan menikahi Rio.. tanpa sedikitpun kamu menjelaskan alasannya apa" Emosi Faisal meluap-luap tanpa terasa dia mengungkapkan pertanyaan yang selama ini cuma mengganjal di hati nya. .


"Sudah lah sal.. lebih baik kita gak usah bahas itu lagi.." mata Weli Mulai berkaca-kaca, lalu dia pergi meninggalkan Faisal dan makanan yang belum sempat dia sentuh...


Faisal tambah emosi dengan kepergian Weli.. dia berharap Weli akan menjelaskan kenapa dia ninggalin Faisal dan memilih Rio untuk menjadi suaminya. Tanpa Faisal sadari air matanya mulai menetes. Disisi lain ada sepasang mata yang melihat kejadian tadi...


bersambung...


Wah siapa ya yang ada di cafe itu.


penasaran dengan kelanjutan kisahnya..


pantengin terus ya novel

__ADS_1


suamiku tidak pernah mencintaiku 😭😭


Buat readers yang sudah membaca, saya ucapkan terimakasih. jangan lupa tinggalkan jejak nya ya...love love.


__ADS_2