
Malam harinya Faisal berjaga menunggui putra-putranya. Dia menyuruh Yulia untuk tidur. Faisal tidak tega melihat istrinya kurang tidur. Karena harus bolak-balik mengganti popok di kecil.
Dengan telaten Faisal sendiri yang mengganti popok bayi-bayinya. Tapi saat mereka harus, Faisal mau tidak mau harus membangunkan istrinya untuk menyusul anak-anaknya.
Faisal jadi tahu, betapa beratnya mengurus bayi. Karena waktu Sisi masih bayi, dia tidak pernah membantu Yulia. Semua di kerjakan oleh Yulia sendiri, di bantu oleh Bu Siti.
Menjelang subuh, Faisal baru bisa memejamkan matanya. Yulia yang mulai terjaga karena mendengar suara orang mengaji. Pandangannya beralih pada suaminya yang terlelap disamping ranjangnya. Yulia merasa kasihan pada Faisal yang semalaman menjaga dia dan anak-anaknya.
"Makasih ya Mas, udah jagain kami." Yulia mengusap punggung Faisal.
Yulia sangat bahagia dengan perubahan sikap Faisal terhadapnya. Faisal jadi sangat romantis dan perhatian padanya. Jika dia mengingat awal-awal pernikahannya dengan Faisal. Sekarang ini dia sudah sangat bersyukur. Faisal yang dulu tidak mencintainya, sekarang Faisal begitu mencintainya.
Suara adzan berkumandang membuyarkan lamunan Yulia. Dia berniat akan membangunkan suaminya untuk sholat subuh. Tapi dia juga tidak tega, karena Faisal baru saja terlelap. Tapi yang namanya kewajiban memang harus di laksanakan.
"Mas, bangun Mas!" Yulia menepuk perlahan pundak Faisal.
"Mas!!!" Faisal tak kunjung bangun, akhirnya Yulia memakai jurus andalannya untuk membangunkan suaminya itu.
Yulia mengecup pipi Faisal, karena posisi Faisal tidurnya dengan menunduk di ranjang. Sehingga yang terlihat hanya pipinya yang sebelah.
"Selamat pagi sayang, muachh!!"
Dan benar saja, cara itu cukup ampuh membangunkan Faisal yang baru saja terlelap.
"Eh,, sayang!!!" Faisal mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Pagi sayang, udah subuh ya?"
"Iya Mas, Mas sholat subuh dulu ya. Nanti tidurnya di lanjut setelah sholat subuh."
"Ya udah Mas ke mushola dulu ya?" Faisal kemudian menarik diri dari kursi dan bergegas pergi ke mushola.
Sementara Yulia, dia membopong salah satu bayinya yang menangis karena haus.
Usai sholat subuh, Faisal kembali keruangan Yulia. Tapi wajahnya terlihat sedikit lebih segar. Dia kemudian mendekati istrinya yang sedang memperhatikan bayi-bayinya yang terlelap. Faisal kemudian memeluknya dari belakang. Faisal membisikan sesuatu ditelinga Yulia.
"Mas cinta kamu, Mas sayang kamu." Merasa geli dengan perlakuan Faisal, Yulia mencubit tangan Faisal.
"Auhh, sakit sayang!!" Faisal dengan reflek melepaskan pelukannya dan mengusap-usap bagian tangannya yang sakit.
__ADS_1
"Lagian, pagi-pagi udah ngegombal!" seru Yulia menahan tawanya.
"Aku gak pernah ngegombal. Ucapan yang keluar dari mulut Mas, itu murni dari hati Mas." Faisal kemudian meraih kedua tangan Yulia.
"Udah Mas, diliatin Ama anak kita." Yulia mengarahkan pandangannya pada dua bayi mungil yang mulai membuka matanya.
"Mereka sangat lucu ya, Sayang." Faisal sudah gatal ingin mengganggu bayi-bayinya. Tangannya diusapkan lembut dibibir bayinya.
"Mas, ihh jangan..." Yulia dengan cepat menarik tangan Faisal.
"Kenapa sayang?" protes Faisal.
"Tangan Mas kotor, nanti kalau sampai masuk ke mulut baby kita gimana?"
"Iya, ya maaf."
"Kaldu pegang bundanya boleh kan?" tangan Faisal lalu menyentuh bibir Yulia.
Saat mereka saling menatap, suara jendela pintu membuyarkan pikiran mereka. Suster Melsi dan suster Guna masuk ke dalam.
"Pagi Bu Yulia, pagi dokter Faisal!" sapa mereka bersamaan.
"Pagi!"
Sementara para suster mengerjakan tugasnya. Faisal dan Yulia duduk di tepi ranjang.
"Kamu mau minum teh sayang?" tanya Faisal pada istrinya.
"Boleh Mas, oh iya Yulia juga mau mandi. Bolehkan Mas?
"Lebih baik jangan deh sayang, takutnya nanti kamu gak bisa cepat pulih lagi."
"Yulia kan lahiran normal Mas, gak ada bekas jahitan juga. Boleh ya, udah lengket semua mas badan Yulia!" ujar Yulia memelas.
"Gak apa Bu Yulia kalau mau mandi, boleh kok," imbuh suster Melsi yang mendengar percakapan Faisal dan Yulia.
"Tuh kan boleh." Faisal hanya tersenyum kuda menanggapi permintaan istrinya.
"Ya udah Mas bantu ya!" Yulia hanya mengangguk.
__ADS_1
Sembari menunggu Yulia selesai mandi Faisal mengajak bicara baby-nya. Mereka sudah kelihatan ganteng semua.
"Oh iya Dok, nanti baby nya di jemur ya!" ujar suster Melsi yang hendak keluar.
"Iya nanti saya akan lakuin. Ada lagi?"
"Tidak, saya permisi dulu."
****************
Sesuai perintah suster Melsi tadi. Faisal dan Yulia akan menjemur baby mereka. Matahari pagi memang sangat baik untuk kesehatan. Faisal membawa baby Fatin, sementara Yulia membawa baby Fathan.
Mereka berjalan menuju taman depan. Khusus untuk berjemur. Ada banyak pasien disana yang sedang berjemur di sana. Di mulai dari lansia sampai yang masih baru lahir. Seperti baby Fatan dan Fatin.
Mereka mencari tempat yang kiranya nyaman untuk berjemur. Disebuah bangku kosong, mereks berdua duduk.
Mereka mulai berjemur di bawah sinar matahari pagi. Bayi-bayi mungil itu, mengedip-ngedipkan matanya merasakan sensasi panas matahari pagi. Faisal dan Yulia tersenyum geli melihatnya.
"Lucu ya sayang?"
"Hmmm Mas ini kayak gak pernah punya baby aja. Hihihi." Ucapan Yulia seketika menghujam hati Faisal. Dia baru sadar, telah menyia-nyiakan momen indah ini dengan Sisi. Dulu dia memang tak pernah melakukannya pada Sisi.
"Mas, kamu kenapa? kok murung gitu!" Melihat ekspresi wajah suaminya berubah Yulia menjadi bingung.
"Maaf ya sayang, dulu Mas gak pernah merhatiin kamu. Mas sudah menyia-nyiakan kamu dan Sisi." Faisal mengingat kembali kenangannya dulu yang belum bisa menerima Yulia dengan sepenuh hati.
"Sudah Mas, biarkan itu menjadi kenangan buruk yang tak usah diingat lagi. Jadikan semua itu pelajaran didalam hidup kita. Yang terpenting saat ini hati mas Faisal cuma buat Yulia kan?"
"Hmmm nggak juga, karena masih ada orang lain yang mengisi hati Mas." Ucapan faisal membuat ekspresi wajah Yulia menjadi berubah.
”Karena dihati Mas juga ada Sisi, Fatin, dan Fatan." Seketika Yulia langsung mencubit perut Faisal.
"Aughhh, sakit sayang. Sekarang kamu ini sering banget cubit-cubit Mas."
"Biarin, Mas Faisal ngeselin sih!"
Mereka berdua saling bercanda ria. Membuat orang yang ada disekitarnya merasa iri dengan kemesraan mereka. Faisal tak hanya mengeluarkan kata-kata gombalan nya pada Yulia. Tapi perhatiannya yang kecil membuat hati orang yang melihatnya meleleh. Seperti saat Faisal mengelap keringat istrinya dengan lembut.
Tanpa disadari ada dua kepala yang menyaksikan keromantisan Faisal dan Yulia. Mereka menghampiri Faisal dan Yulia. Ingin ikut bercanda ria bersama mereka.
__ADS_1
"Kamu yakin sayang, akan gabung bersama mereka?"
"Yakin dong, ayok sayang!"