
"Wah ada yang mau jadi pahlawan rupanya!" seru Kirana menertawakan Dino.
"Kirana!! lepaskan Yulia atau.."
"Atau apa?" Kirana mendekati Yulia sembari memainkan pisaunya di wajah Yulia.
"Urus dia!" perintah Kirana pada anak buahnya yang berada di ruangan itu.
Dengan sigap anak buah Kirana menyerang Dino. Mereka terlibat baku hantam, hingga perkelahian itu di menangkan oleh anak buah Kirana. Dino terkulai di lantai, tak berdaya, dengan muka babak belur, dan kakinya juga cidera. Anak buah Kirana kemudian mengikat Dino di sebuah kursi bersebelahan dengan Yulia. Kirana tersenyum penuh arti, dia masih berfikir akan di apakan tawanannya.
"Sepertinya Lo harus mati juga ditangan gue!" Kirana mengitari Yulia kemudian beralih ke Dino.
"Kirana, lepaskan Yulia, jangan sakiti dia!" ucap Dino memohon.
"Melepaskan Yulia! tidak akan pernah gue lakukan. Dia sudah merebut Faisal dari gue." Kirana menarik jilbab Yulia dengan keras, Yulia hanya bisa menahan sakit. "Aghrhhh" erangnya.
"Dan Lo, Lo bakalan mati ditangan gue. Siapa suruh jadi pahlawan kesiangan, hahahaha!"
"Gak usah mimpi kamu Ran, Faisal dan polisi akan menemukan kami disini! dan kamu, akan membusuk di penjara!!!" tegas Dino menatap tajam wajah Kirana.
Yulia semakin ketakutan, wajahnya semakin pucat, dan keringat dingin mulai bercucuran. Apalagi saat Kirana akan, menikam kan pisaunya ke perutnya, Yulia merasa kali ini dia tidak akan bisa lolos lagi. Saat Kirana sudah mengangkat tangannya, dan siap menikamkan pisaunya ke arah Yulia, Faisal dan polisi datang tepat waktu.
"Jangan bergerak, anda sudah di kepung!!!!" teriak polisi, mengintruksikan Kirana untuk menghentikan aksinya.
Teriakan polisi, menghentikan aksi Kirana yang sudah siap menancapkan pisaunya kearah Yulia. Kirana balik badan, dia tersenyum kecut melihat ada beberapa polisi, Faisal, dan Angga disana. Meski begitu, tak menyiutkan nyalinya untuk menghabisi Yulia. Kirana menarik Yulia, dan mengalungkan pisaunya di leher Yulia.
"Sekali lagi anda melangkah, saya habisi wanita ini!" ancam Kirana, yang mundur satu langkah.
"Kirana, lepaskan Yulia!!" teriak Faisal panik. Faisal takut, jika Kirana berbuat nekat.
__ADS_1
"Gak akan pernah gue lepaskan wanita ini, gue bakal habisi dia. Wanita ini udah ngrebut Lo dari gue, Sal. Gue mencintai Lo, saat kita masih kuliah dulu. Huhuhu!" perlahan Angga mendekati Kirana dan Yulia, dua mengendap saat Kirana fokus dengan Faisal.
"Lo gak pernah ngertiin perasaan gue, Lo malah menikahi wanita sialan ini!" lanjut Kirana.
"Sekarang Lo bakalan nyesel, melihat wanita Lo mati di depan mata Lo." Kirana membalikkan tubuh Yulia, hingga mereka saling berhadapan. Dari belakang, Angga menepis pisau yang ada ditangan Kirana hingga terjatuh di lantai. Saat dirasanya pisau itu sudah jatuh, Angga langsung mendekap tubuh Kirana, mengunci tangan Kirana. Faisal lalu mendekat ke Yulia, kemudian memeluk Yulia. Sangking takutnya, Yulia tiba-tiba pingsan.
Polisi segera mengamankan Kirana, Faisal dan yang lainnya membawa Yulia ke rumah sakit. Sepertinya Yuli, merasakan trauma yang teramat dalam, sehingga dia tumbang.
Sesampainya di rumah sakit, Dokter langsung menangani Yulia yang masih belum sadar dari pingsannya.
"Bu Yulia hanya syok saja Pak, gak usah khawatir. Sebentar lagi juga sadar, mungkin juga pengaruh hormon kehamilan Bu Yulia."
Mendengar berita kehamilan Yulia Faisal sangat senang. Dia memang sangat menginginkan adik untuk Sisi.
Ditempat lain, Weli juga sedang berada di ruang dokter kandungan. Sudah dua bulan, dia telat datang bulan. Setelah diperiksa, ternyata hasilnya positif. Akhirnya keajaiban datang ditengah-tengah keluarga kecil Rio dan Weli.
Berbagai perjuangan di tunjukkan oleh Devan, untuk mendapatkan restu orangtua Cahaya. Akhirnya Devan berhasil menikahi gadis yang dicintainya. Hari ini tepat, hari pernikahan mereka. Semua sahabat, kerabat, dan keluarga dekat ikut hadir memberi restu untuk Devan dan Cahaya. Termasuk Yulia dan Faisal. Yulia senang, akhirnya Devan menemukan cinta sejatinya.
Bisnis Angga pun semakin meroket, dalam hitungan bulan dia mampu membuka cabang masih di sekitaran Jogja. Sekarang ini dia sedang dekat, dengan seseorang yang masih dirahasiakan.
Faisal sedang mengantar Yulia ke rumah sakit. Hari ini Yulia sering kontraksi, sehingga harus segera diambil tindakan. Yulia melahirkan anak kembar, dengan jalan seacar. Sama halnya dengan Weli, dia melahirkan seorang putri, yang cantik seperti Weli...
Tamat...
terimakasih untuk para reader setia
novel suamiku tak pernah mencintaiku...
Novel ini tamat di episode 121...
__ADS_1
Pelajaran yang bisa diambil dari novel ini adalah.
Niatkan menikah itu untuk ibadah, jangan yang lainnya. Maka kita akan mendapat berkah dari pernikahan kita.
Jangan pernah menutupi masalah apapun dengan pasangan kita. Jujur pondasi yang kuat dalam membina rumah tangga.
Tidak semua orang mempunyai kesempatan kedua atau bahkan ketiga. Jika kita masih diberi kesempatan itu, maka pergunakan dengan baik.
Mengungkapkan perasaan itu penting, karena tidak semua orang paham dengan bahasa tubuh.
__ADS_1
Itu yang bisa kita petik dari novel Suamiku tak pernah mencintaiku..
Terimakasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘