
Pagi harinya Yulia dan Faisal sibuk dengan aktivitas nya masing-masing. Setelah selesai sarapan mereka berangkat bersama. Faisal memutuskan untuk mengantar istrinya terlebih dahulu, meskipun sudah di tolak oleh Yulia. Namun tidak mengurungkan niatnya untuk mengantar istrinya. Akhirnya Yulia mengalah, dia memilih berangkat bareng suami nya.
Sesaat di tempat les Yulia yang akan turun dari mobil, dia meraih tangan suaminya dan mencium nya. Dibalas kecupan di kening Yulia.
"Aku turun dulu ya mas, assalamualaikum" pamit Yulia pada suaminya
"Waalaikumusalam Yul. nanti kamu pulang naik ojol aja ya.." Faisal menjawab salam istrinya. Yulia segera bergegas masuk ke tempat les. Sementara Faisal langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Yulia berjalan menuju tempat duduknya, sesaat dia dikagetkan oleh teriakan sahabatnya..
"Yulia...." pekik Felisa mendekati Yulia.
"Felisa... assalamualaikum" Yulia memeluk sahabatnya itu setelah Felisa ada di hadapannya.
"Waalaikumusalam Yul,,, cie cie yang baru pulang bulan madu... gimana Yul... rasanya..." goda Faisal, Yulia hanya tersipu malu..
"Apaaan sih saaa,,, kamu nih ngomong nya nglantur" kemudian Yulia duduk di bangkunya..
"Yeeag kamu nih, gak mau berbagi kebahagiaan sama aku nih... jahat banget sih kamu Yul.." Felisa cemberut karena pertanyaan nya diabaikan oleh sahabatnya. Lebih tepatnya dia ingin lebih menggoda Yulia..
"Ehh, kok ngambek sih Saa, kamu pengen tahu gimana rasanya" Yulia balik menggoda Felisa dengan mengulang pertanyaan nya.
"Iyaa,, gimana??" Felisa tampak serius menanggapi nya,
"Makanya cepetan nikah, biar tau gimana rasanya.." Yulia tersenyum kemenangan karena sudah berhasil menggoda sahabatnya.
"Rese Lo Yul... bikin kesel aja" kemudian Felisa berlalu kembali ke bangku nya.
Sementara di rumah sakit tempat Faisal bekerja, tampak dari kejauhan seorang pria yang memakai jas putih berdiri di lobi rumah sakit. Dino ya dino., entah siapa yang sedang dia tunggu.
__ADS_1
Faisal turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk rumah sakit, Dino yang dari tadi menunggu nya, berjalan mendekat.
"wahh, kelihatan Segeran nih yang habis bulan madu... gimana udah goooll dong๐" ejek Dino pada Faisal. mereka berjalan masuk k dalam rumah sakit.
"Apaan sih low, pagi-pagi udah kepo๐" dijawab ketus oleh Faisal.
"Giliran lagi seneng-seneng Lo gak mau berbagi ke gue, ntar giliran galau..Lo minta bantuan ama gue,, sahabat macam apa Lo.." kesal Dino meninggalkan Faisal menuju ke ruangan nya..
"Yeahh marah dia๐" Faisal masuk ke ruangannya. Perasaan nya saat ini seneng, sedih dan merasa bersalah. itu yang dirasakan oleh Faisal. Ya Tau sendiri lah orang mah kalau belum move on menikah dengan cewek lain, so pasti bakalan setengah hati menerima pernikahannya. sampai kapan, ntah lah sampai kapan, sampai waktu yang akan menjawabnya.
---_--------------------
Jam makan siang pun tiba, Yulia berjalan menghampiri sahabatnya." Fel, ikut aku yuk..? Yulia duduk disamping Felisa.
"Kemana, kamu mau ngajak aku makan siang apa?" Felisa merapikan barang-barang nya dan menutup tas ransel nya.
" Tapi taktir ya,, aku udah laper nih" disetujui oleh Felisa.
" beres, apa sih yang gak buat kamu.."
Mereka segera berjalan keluar menuju supermarket samping tempat les Yulia, supermarket nya lumayan besar dibandingkan di dekat rumahnya. Jadi pasti lebih lengkap untuk mencari barang yang dia butuhkan. Mereka masuk kedalam dan mulai memilih-milih barang yang akan mereka cari.
Yulia berjalan menuju tempat sayur-sayuran untuk membeli beberapa buah sayuran. Dia mengambil, bunga kol, kangkung dan selada. Setelah itu dia berjalan menuju ke tempat ikan dan daging. Dia mengambil ayam, ikan tongkol dan juga udang kesukaannya.
Setelah selesai membeli sayuran dan ikan dia berjalan menuju tempat barang-barang kering. Dia mengambil minyak sayur, gula, kopi, teh dan juga mi instan. Setelah apa yang dia cari sudah ditemukan semua dia mengajak sahabat nya ketempat makanan ringan, tapi sebelum sampai ketempat itu dia menabrak seseorang. Yulia gak fokus lihat kedepan.
brughhhkkk
"aduh.." eluh kesakitan seseorang yang ditabrak Yulia, lalu Yulia bergegas membantunya berdiri..
__ADS_1
"maaf Yuli gak sengaja,," Yulia mengangkat tubuh orang itu.
"Iya,, gak apa kok," orang itu menoleh ke wajah Yulia.."Kamu...kamu.." mencoba mengingat-ingat sesuatu. "Kamu istrinya mas Faisal ya.." Tebak orang itu.
"Eh iya,, mbak.. kalau gak salah kan yang waktu itu nikah ya, mas Fais mengajak ku ke pernikahan mbak.." Ternyata orang itu adalah Weli. seorang wanita yang dicintai suaminya.
"Apa kabarnya, seneng ketemu dengan mu" Weli menjabat tangan Yulia..
"Alhamdulillah MB baik, mbak sendiri kok ada disini?" tanya Yulia kemudian mereka bersalaman.
"Ehh iya Alhamdulillah baik juga kok.. kita ngobrol nya lanjut dicafe sebrang itu yuk.." Jawab Weli mengajak Yulia dan Felisa ke tempat ngobrol yang lebih nyaman.
"Ah.. lain kali aja mbak.." tolak Yulia..
"Ayolah kita ngobrol, aku udah lama loh pengen ngobrol Ama kamu.. tapi baru kali ini ada kesempatan.. tapi kamu nya malah nolak" Bujuk weli yang ngotot ingin bicara dengan Yulia. Entah apa yang sedang dia pikirkan, hingga dia ingin berbincang dengan Yulia, secara mereka tidak saling kenal. Akhirnya Yulia menyetujui ajakan weli. Mereka bertiga berjalan menuju kasir untuk membayar barang belanjaan mereka. Setelah membayar, mereka berjalan menuju ke cafe yang mereka tuju..
"Senang ketemu dengan mbak, kenalin ini sahabat aku Felisa.." memperkenalkan Felisa pada Weli. mereka saling menjabat tangan.
Kebetulan cafe yang mereka kunjungi adalah cafe lesehan, jadi lebih nyaman untuk bersantai. mereka segera menuju ke meja yang mereka pilih. Disudut dekat jendela, tempat yang tepat untuk ngobrol..
Bersambung...
#maaf ya lama gak update
makasih ya buat yang udah mau baca novel ini...
semoga kalian suka.. jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan cara like komen dan minta dukungan juga ya vote nya...
terimakasih ๐๐
__ADS_1