
"Beneran itu bukan milik mas Faisal..., kalau gak biar Yulia ambil ya kotaknya mungkin mas Faisal lupa, punya barang seperti itu..."
"Eh..Yul, udah buat apa juga kamu nunjukin kotak itu ke mas, mas gak pernah menyimpan apapun di gudang itu. Lebih baik kita sholat isya, sudah masuk waktunya.. Yuk!" Faisal berusaha mencegah Yulia untuk mengambil kotak itu.
"Tapi kan mas..."
"Udah gak baik Lo menunda sholat, ayo..!" Faisal memotong ucapan Yulia, dan mengalihkan perhatian nya dengan mengajak sholat isya.
+++++++++
Selepas mengantar Felisa pulang, Dino menghubungi Rio. Dia ingin menanyakan keberadaan Rio diarea kostan Surya. Dino sedikit curiga pada Rio, namun ia tak yakin.
Mereka janjian di cafe pelangi, cafe yang gak jauh dari rumah Rio. Dino juga berpesan agar Weli tidak ikut dengan Rio, awalnya Rio menolak. Namun, Dino menyakinkan Rio, bahwa ada hal penting yang harus dibicarakan. Akhirnya Rio pun menyetujui permintaan Dino.
Setelah mendapatkan izin dari Weli, Rio sekarang sudah ada di cafe pelangi bersama Dino. Dino menceritakan pada Rio kejadian yang menimpa Yulia dan Felisa, sampai kecurigaan nya terhadap Surya. Dino memang belum pernah ketemu langsung dengan pegawai operasional Cctv itu. Namun berbekal foto profil WhatsApp nya, Rio akan menanyakan pada Rio.
"Jadi, ada urusan apa Lo ke tempat itu..?" Tanya Dino menyelidik.
"Gue.. gue tadi..." Rio tampak bingung akan menjawabnya pertanyaan Dino...
"Kenapa Lo gugup?" Dino benar-benar menjadi direktif saat ini, melihat Rio yang gugup, menguatkan dugaan nya terhadap Rio.
" Gue tadi.. ke tempat itu,, karena gue sedang mencari sesuatu.." Jelas Rio, namun Dino masih belum percaya dengan penjelasan Rio.
"Lo gak lagi bohong kan..!" Dino terus mencerca pertanyaan pada Rio. Rio hanya mendengus kesal, sahabatnya itu memang gak main-main dengan masalah keselamatan Yulia.
"Ok, gue ngaku.. tapi, Lo jangan katakan ini semua pada siapapun..." Ucapan Rio membuat Dino semakin penasaran.
__ADS_1
"Gue ada disitu, karena gue sedang nyiapin pesta kejutan untuk Weli, di panti asuhan kasih bunda.. puas Lo.." Rio menjelaskan rencananya yang akan membuat pesta kejutan untuk Weli pada Dino. Dino hanya bisa diam, dia malu karena telah berburuk sangka pada Rio.
"Akhir-akhir ini Weli selalu murung, jika melihat anak-anak kecil sedang bermain, dia selalu meneteskan air matanya, jika mengingat bayi kami. Lo tau kan Weli akan susah memiliki anak, jadi gue ingin menghiburnya dengan mengajaknya ke panti asuhan kasih bunda."Rio menceritakan keadaan Weli yang sekarang.
Yulia lebih beruntung dibandingkan Weli, meskipun mereka sama-sama kehilangan anaknya, namun Yulia dengan mudah masih diberikan kepercayaan oleh Allah untuk hamil lagi. Sementara Weli, dia hanya bisa mendamba hadirnya buah hati ditengah-tengah pernikahannya dengan Rio.
Rio selalu memiliki cara untuk membuat Weli bahagia, bahkan dia sering mengorbankan waktunya untuk menemani Weli kemanapun ia pergi. Rio tidak akan membiarkan Weli merasa kesepian, dia juga berusaha mengambil hati nya dengan caranya sendiri.
++++++++++++++++
Usai sholat isya, Faisal dan Yulia menghabiskan waktu diruang keluarga, sembari nonton televisi. Faisal lega, karena Yulia tak lagi membahas kotak itu, kotak yang berisi foto-foto kenangan nya bersama Weli. Namun Faisal juga tak bisa membiarkan kotak itu masih ada disana. Karena, tidak menutup kemungkinan Yulia akan mencari tahu sendiri isi dari kotak itu. Faisal berencana akan memindahkan kotak itu dari gudang.
"Mas,, Yulia seneng banget, sekarang Yulia sudah hamil lagi. Yulia minta pada mas Faisal untuk tetap ada saat Yulia butuhkan.." Yulia bersender di dada Faisal, saat mereka berdua sudah ada dikamar nya.
"Iya Yul, mas gak akan ngelakuin kesalahan yang sama, mas akan jaga kalian berdua. cup" Faisal mengelus rambut Yulia, kemudian mengecupnya.
"Yul, kenapa kamu ngomong seperti itu, apakah mas tidak terlihat bahagia menurutmu..?” Faisal balik bertanya pada Yulia.
" Selama ini mas memperlakukan Yulia dengan sangat baik, mas juga mensupport apapun yang Yulia lakuin. Tapi, Yulia merasa ada sesuatu yang mas sembunyikan terhadap Yuli, dan itu Yulia juga tidak tahu, apa?" Yulia. mengungkapkan kegelisahan nya selama menikah dengan Faisal, Yulia selalu memiliki firasat yang membuat dia sendiri bingung. Terkadang Yulia merasa Faisal sudah mencintainya sepenuh hati Faisal, namun terkadang dia merasa kalau Faisal sebenarnya memang belum cinta sama dia.
" Yul, maafkan mas, jika selama menikah dengan mu, sikap mas yang kurang baik kepada mu.."
"Bukan itu mas, yang Yulia maksud, mas kenapa sampai sekarang mas tidak pernah mau menceritakan tentang masa lalu mas. Siapa sebenarnya orang yang selama ini, masih ada dalam hati mas...'
Degg, jantung Faisal terasa mau copot mendengar ucapan Yulia. Berarti dugaan nya benar Yulia memang sudah mengetahui isi hati Faisal.
"Yul, apakah jika kamu mengetahui siapa orang itu, kamu masih mau berteman dengan nya..?"
__ADS_1
" Maksudnya mas, wanita itu ada ditengah-tengah kita.."
" Bukan seperti itu Yul, jika suatu saat kalian bertemu.." Melihat reaksi Yulia, Faisal mengurungkan niatnya untuk memberi tahu Yulia, tentang siapa mantannya.
"Tentu saja mau mas, Yulia tidak akan membenci masa lalu nya mas. Justru Yulia akan berteman jika dia mau berteman dengan Yulia. Ya udah ayo katakan mas, siapa orangnya."
"Mas... ayo ngomong...ihhh" Yulia gemes karena Faisal tak kunjung bicara.
"Sudah lah Yul, buat apa juga membahas mantan. Yang terpenting saat ini mas kan sudah jadi milikmu...Cup... Cup Cup"Faisal mengalihkan pembicaraan nya untuk tidak membahas masa lalunya, dengan cara menghadiahi Yulia dengan ciuman. Ciuman itu berlanjut dengan olahraga malam. Dan benar saja setelah melayani Faisal, Yulia terkapar, terlelap dalam mimpi nya.
Setelah mendapatkan kenikmatan dari Yulia, Faisal pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selepas mandi dan berganti pakaian, Faisal turun ke bawah untuk melancarkan aksinya, yaitu memindahkan kotak itu dari gudang. Faisal mengambil kotak itu dari gudang, setelah dibuka isinya masih sama, foto kenangan bersama Weli. Awalnya Faisal akan memindahkan semua foto itu, namun sangat berisiko jika Yulia menemukannya lagi.
Faisal hanya mengambil foto yang ada didalam kotak itu, dan meninggalkan kotaknya digudang. Faisal mencari korek di dapur, setelah menemukan nya, Faisal keluar menuju halaman untuk membakar foto-foto itu. Baginya sekarang kebahagiaan Yulia yang utama, ia tak ingin membuat kesalahan kedua dengan mengingat-ingat Weli. Saat Faisal tengah membakar foto-foto itu, sebuah suara mengagetkan nya....
To be continued..
Wih digantung lagi ni othor...
Hehehe, jangan pernah bosen ya baca novel
suamiku tak pernah mencintaiku...
Salam hangat dari Othor 😍😘😘😘😘😘
like komen vote nya jangan lupa ya...
biar tambah semangat up nya...
__ADS_1