
Yulia bersikukuh untuk pulang kerumah orang tuanya, untuk saat ini hatinya masih sakit mengingat kejadian yang menimpa dia. Disaat dia ingin memberi kejutan ulang tahun pernikahannya, disaat itu juga dia mendapat kado yang luar biasa. Kado yang membuat keceriaannya hilang digantikan dengan kepedihan dalam hati nya.
Sementara Faisal dia hanya bisa pasrah melihat kepergian istrinya. Ada rasa cemburu dalam hati nya, karena Yulia memilih pergi bersama Dino. Orang yang mencintai nya. Faisal akhirnya pulang bersama orang tuanya.
Faisal memberi tahu semuanya kepada orang tuanya, tentang keterlambatan nya sampai dirumah. Tapi mereka seperti melihat ada hal lain yang membuat Yulia semarah itu. Tidak ada yang salah dengan putranya, kalau saja mobilnya tidak mogok, mungkin Faisal bisa pulang tepat waktu.
Sore harinya menjelang malam, dikediaman Faisal melaksanakan takziah. Para tetangga datang kerumahnya untuk membaca kan yasin. Yulia memutuskan untuk menghadiri acara pengajian Yasin dirumahnya, setelah dibujuk terus oleh ibu Siti. Orang tua Yulia juga tak mengerti, kenapa Yulia semarah itu pada Faisal. Yulia tidak menceritakan apa yang terjadi pada dia dan Faisal, kalau selama ini pernikahannya cuma dianggap pelarian oleh Faisal.
Yulia melihat semua sudut rumahnya, dia teringat kejadian yang menimpa dia beberapa saat lalu, bahkan handphone nya saja masih ada dikamarnya. Kamar yang terhias cantik pun belum berubah. Harusnya malam itu menjadi malam saling mengungkapkan perasaan, namun kenyataannya menjadi tragedi yang merenggut nyawa anaknya.
Yulia berjalan menuju kamar mandi, sejak tadi dia tidak berhenti-henti nya menangis. Matanya terlihat sembab, dia ingin mencuci mukanya. Yulia memilih kamar mandi di samping dapurnya, dia tidak punya keberanian untuk kembali ke kamar nya.
Saat Yulia sedang dikamar mandi, Faisal menyusul Yulia, dia ingin meminta maaf lagi pada Yulia. Untuk pertama kalinya Yulia pergi meninggalkan rumah nya tanpa izin dari nya.
__ADS_1
"Yul.. aku mohon jangan pergi dari sini lagi ya..." Faisal langsung memeluk Yulia saat dia keluar dari kamar mandi..
"Lepaskan aku mas..." Yulia mencoba melepaskan pelukan Faisal, namun Faisal malah semakin memeluk erat Yulia..
"Mas akan jelaskan semuanya pada mu Yul..."
"Termasuk berduaan dengan mantanmu...mas..." Deg.. hati Faisal seakan berhenti berdetak.. apa Yulia tahu selama ini siapa yang menjadi masa lalunya..
"Mas gak bermaksud seperti itu Yul... mas hanya..."
Yulia kembali kedepan, ternyata acara takziah nya sudah selesai. Semua tetangga dan kerabat Faisal sudah kembali kerumahnya masing-masing. Dino pun pamit untuk pulang kerumah, hari ini hari yang menguras tenaga dan pikirannya. Dino merasa kasihan dengan Yulia, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia sadar, status nya itu siapa.
"Yul...kamu akan tetap disini kan nak,,, " Ibu Sari menghampiri Yulia yang duduk di teras menatap ke jalanan.
__ADS_1
"Bu... maafkan Yulia, Yulia butuh waktu sendiri..Yulia tidak bisa menceritakan masalah rumah tangga Yulia dan mas Faisal.. Tapi Yulia butuh waktu bu..." Yulia tahu kegelisahan Ibu mertuanya melihat sikapnya yang berubah pada Faisal.
"Yul... jika dalam rumah tangga ada masalah sebaiknya kalian cepat selesaikan, jangan menunda-nunda mencari jalan keluarnya, Ibu takut akan ada orang yang mempengaruhi kalian.."Ibu Sari memberi nasihat Yulia dengan lembut, beliau tidak ingin menyinggung perasaan menantunya...
"Ibu tahu nak.. kamu pasti terpukul dengan kematian anakmu, tapi kamu masih bisa hamil lagi nak, jadi jangan berlarut-larut dalam kesedihan mu.. Ikhlaskan semua yang sudah menjadi kehendak Allah.." Jlep kata-kata Ibu Sari membuat Yulia semakin sakit, jangan kan untuk memiliki anak lagi, untuk hamil saja Yulia masih trauma. Yulia takut jika suatu saat nanti akan terjadi lagi kejadian yang menimpa dia, apalagi suaminya masih belum terlepas dari masa lalu nya.
Faisal menghampiri Bu Sari dan Yulia, dia mencoba untuk membujuk Yulia lagi. Tapi sepertinya Yulia masih enggan berbicara pada Faisal, dia memilih menemui orang tuanya yang sedang berbincang dengan pak Hermawan.
" Kamu yang sabar ya Sal... minta maaf lah terus sampai istrimu memaafkan mu...Ibu yakin Yulia akan memaafkan mu Sal.." Ucap Bu Sari memberi semangat putranya.
Yulia kembali ke rumah orang tuanya, Faisal tidak berhasil mencegah Yulia pergi. Faisal pergi ke kamar nya, dia baru sadar kalau Yulia merias kamarnya dengan cantik, Faisal bingung kenapa Yulia melakukan itu. Faisal bahkan tidak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan nya. Dilihatnya lampu-lampu kecil berkelip-kelip indah, dan bunga yang sudah layu di ranjang nya. Faisal mencari ponselnya, dilihatnya tanggal dilayar ponselnya. Dia baru sadar kalau hari ini adalah Aniversary pernikahannya...
Faisal tertunduk lemas.. Hari yang seharusnya menjadi romantis, menjadi hari keributan dalam rumah tangga nya.
__ADS_1
To be continued...