Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Belum bisa memaafkan mu mas...


__ADS_3

Sudah satu Minggu Faisal di rumah sakit, dalam masa pemulihan. Hari ini Faisal sudah dibolehkan pulang oleh dokter Gerald, keadaan nya sudah mulai membaik. Yulia dengan telaten merawat Faisal dalam satu Minggu ini. Tak sekalipun ditunjukkan perasaan sedihnya pada Faisal. Yulia juga tidak pernah membahas mengenai apa yang ia ketahui selama Faisal koma. Sisi yang mengetahui kalau Ayahnya akan pulang, sangat berantusias. Orang tua Faisal sudah kembali ke Lampung.


"Bunda, Sisi seneng banget hari ini... Ayah mau pulang... hore...hore..." Sisi berlonjak-lonjak kegirangan.


"Sisi seneng nak, Ayah pulang..." Faisal yang mendengar anaknya berceloteh, menghampiri lalu berjongkok memandang putrinya.


"Seneng dong Yah, yuk kita pulang sekarang..." Faisal, Yulia dan Sisi dijemput oleh taksi online. Faisal belum bisa mengendarai mobilnya sendiri. Masih ada rasa trauma dalam diri Faisal.


Yulia memang tak banyak bicara, Yulia hanya menanggapi obrolan Faisal dan Sisi dengan senyuman. Faisal belum juga mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya pada Yulia, entah menunggu kapan ia akan nyatakan cintanya pada Yulia. Yulia semakin yakin, kalau Faisal memang masih memiliki perasaan pada Weli.


Yulia berencana akan membawa Sisi pergi, dia ingin menenangkan diri untuk menata kembali hidupnya. Dia juga bingung harus bagaimana, mungkin dengan jauh dulu dari Faisal. Yulia akan bisa melangkah kedepannya.


Saat ini mereka bertiga sudah sampai di rumah. Suasana nya masih sama saat sebelum Faisal kecelakaan. Tidak banyak berubah, hanya saja foto keluarga yang dipampang di ruang tamu, dipindahkan entah kemana.


"Sayang, dimana foto keluarga kita...?" Faisal menanyakannya pada Yulia.


"Yulia pindah kan ke gudang, tempo hari jatuh, dan Yulia tidak bisa memasangnya lagi.." Jawab Yulia jujur.


Foto itu memang sempat terjatuh, saat sebelum Yulia tahu kebenaran tentang Suaminya. Awalnya Yulia tidak merasa aneh, tapi setelah dia tau semuanya, mungkin itu pertanda retaknya rumah tangganya dengan Faisal.


"Ya sudah nanti biar aku perbaiki..." Faisal mengikuti Yulia ke kamarnya.


Suasana kamar pun masih sama, saat ia tinggalkan dulu. Faisal sudah setengah bulan tidak berada dirumahnya, tapi entah kenapa perasaan nya ada yang aneh. Rumah yang dulu hangat, nyaman, sekarang jadi panas.


Faisal membersihkan diri, dia masuk ke kamar mandi. Sementara Yulia, dia pergi ke dapur menyiapkan makanan, untuk dimakan malam nanti bersama Faisal dan Sisi.


Usai sholat magrib keluarga kecil Faisal duduk di ruang makan. Mereka menyantap hidangan yang dimasak Yulia. Nasi putih dengan lauk ayam goreng kesukaan Sisi tertata rapi di meja makan. Tak lupa sayur bening bayam dan tempe bacem kesukaan Faisal. Faisal belum boleh makan yang pedas-pedas. Jadi makanan yang dibuat oleh Yulia malam itu sangatlah tepat.

__ADS_1


"Ayah...ayah jangan pergi lagi ya... Ayah gak boleh sakit lagi..." Perasaan takut gadis berusia lima tahun itu, akan kepergian Ayahnya, menjadi ketakutan tersendiri dalam diri Sisi.


"Iya, Ayah janji...Ayah gak akan pergi lagi..." Faisal tersenyum ke arah Sisi yang sedang menyendok kan makanan nya ke mulutnya.


Ikatan batin antara Faisal dan Sisi sangatlah kuat. Sisi memang sangat dimanja oleh Faisal. Apapun yang ia minta, Faisal selalu mengabulkan nya.


Yulia sama sekali tidak bersuara saat makan malam itu, sikap dinginnya sama seperti saat awal pernikahannya dengan Faisal. Bukan ia sengaja membalas perlakuan Faisal, tapi memang Yulia tidak sanggup jika berinteraksi langsung dengan Faisal. Dia akan selalu ingat kebohongan-kebohongan Faisal, yang akan membuat dia bersedih lagi..


"Yul, kenapa sekarang ini kamu jarang sekali ngomong, apa kamu sakit..?" Faisal mulai curiga dengan sikap istrinya. Tidak seperti saat sebelum ia mengalami kecelakaan waktu itu. Yulia sering merepet-repet sama Faisal dan Sisi. Apalagi kalau Sisi sudah mulai merajuk. Yulia akan menyalahkan Faisal, karena telah menggodanya.


"Nggak mas.." Hanya dijawab singkat oleh Yulia. Faisal mengerinyitkan keningnya.


" Bunda sering menangis Yah...!" Disamber oleh Sisi..


"Benarkah itu Yul, apa yang membuat kamu sedih...?"


Yulia tidak menjawab pertanyaan Faisal, Yulia hanya mengacung kan telunjuknya di mulutnya. Sisi yang melihat bundanya memberi isyarat untuk tidak membocorkan nya pada Ayahnya tertawa girang.


"Mungkin bunda sedih, karena ayah sakit..."


"Nggak Yah, bunda nangis waktu ayah sudah sembuh... Sisi lihat sendiri kok..." Ucap Sisi polos...


"Kalau Sisi tanya kenapa Bunda menangis?, jawabnya selalu.. bunda gak papa kok..." Imbuh Sisi seraya memperagakan gaya bicara Yulia.


Yulia yang mendengar putrinya mulai banyak bicara, lalu menghampiri Sisi..


"Sayang, kalau lagi makan gak boleh ngomong terus, nanti makannya ditemenin setan Lo... Udah ya Sisi makan dulu, habiskan makanannya.." Yulia mencoba mengalihkan perhatian pada Sisi, agar ia tidak lagi ngomong di depan Faisal. Jika selama ini Yulia memang kerap sekali menangis, dan selalu dipergoki oleh Sisi.

__ADS_1


Usai makan malam, Yulia menemani Sisi belajar, mengulang kembali pelajaran nya disekolah. Faisal menunggu Yulia dikamar. Faisal sudah menaruh curiga pada perilaku Yulia, yang akhir-akhir ini banyak diam. Dia berniat akan mengajak Yulia bicara.


Yulia berada di dapur, usai menidurkan Sisi. Yulia menyiapkan air putih di gelas untuk Faisal. Malam ini, Yulia berniat akan tidur dengan putrinya. Dia belum bisa jika harus tidur seranjang dengan Faisal.


Dengan membawa segelas air putih, Yulia masuk ke kamarnya. Faisal yang menyadari Yulia kembali ke kamar, segera bangun dari ranjang nya. Yulia meletakkan segelas air putih itu di atas meja. kemudian beranjak keluar lagi dari kamarnya.


"Yul, kamu mau kemana..?" Tanya Faisal heran. Kenapa Yulia malah mau pergi lagi, apa Yulia tidak ingin tidur bersamanya.


"Yulia temenin Sisi tidur malam ini.." Dijawab seadanya oleh Yulia.


"Bukannya Sisi udah tidur, kenapa kamu mau tidur bersama dia..." Faisal belum puas atas jawaban Yulia.


"Yulia kangen tidur bareng dengan Sisi, selama mas Faisal sakit, bukankah Sisi tidak pernah tidur dengan Yulia..." Jawabnya lagi mencari alasan.


"Tapi... Yul.." Belum selesai Faisal bicara, Yulia sudah pergi lebih dulu.


Faisal semakin yakin ada yang ditutup-tutupi oleh Yulia, Faisal mencoba mengejar Yulia. Namun sayangnya, Yulia sudah masuk ke kamar Sisi, dan mengunci kamarnya.


Faisal masih belum menyerah, dia mengetuk pintu kamar Sisi..


"Yul... buka.. Yul..." Namun tetap tidak ada jawaban dari Yulia.


To be continued..


Aku nyengir2 sendiri nulis bab bagian ini.


Kayaknya puas banget ngerjain Faisal...

__ADS_1


Masih mau lanjut.....


__ADS_2