Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Permohonan


__ADS_3

Yulia hanya diam, menelaah kata-kata yang ditulis Faisal di notebook dalam labtobnya. Air matanya, yang sudah tak bisa dibendung lagi, karena lelah Yulia tertidur diruang kerja Faisal.


Hari sudah sore, Yulia terbangun dari tidurnya. Usai mandi dan sholat ashar, Yulia berencana akan ke rumah Weli dan Rio. Yulia tidak tahu alamat Rumah Weli, Yulia meminta bantuan Felisa untuk menemani nya. Dia juga tidak akan sanggup jika harus ke rumah Weli seorang diri.


Felisa dengan diantar supir pribadinya tiba di rumah Yulia. Bilqis dan Sisi, Dino yang temani. Dino mengizinkan bila Felisa mengantar Yulia, dia tidak akan tega membiarkan Yulia pergi sendiri, menemui Weli.


Yulia dan Felisa sudah dalam perjalanan ke rumah Weli. Sepanjang perjalanan Yulia hanya diam, tak banyak bicara. Membuat Felisa jadi khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.


"Yul, kamu yakin akan menemui mbak Weli...?" Tanya Felisa ragu-ragu.


"Yakin Sha," Yulia menatap ke jalanan, dengan tatapan kosong.


Saat tiba di rumah Weli, Yulia dan Felisa turun dari mobil. Rumah yang lumayan besar bercat abu-abu itu, seperti nya memang penghuninya ada didalamnya. Terbukti beberapa mobil berjejer dihalaman rumah itu.


"Kita masuk sekarang ya..." Felisa menuntun Yulia menuju ke pintu utama rumah Weli.


Dan ternyata pintu rumahnya tidak ditutup, kebetulan Rio sedang duduk diruang tamu dengan labtobnya.


"Assalamualaikum..." Felisa mengucapkan salam, Rio yang sedang fokus dengan labtobnya, menoleh ke sumber suara. Setelah mengetahui siapa yang datang, Rio tersenyum ramah menyambut Yulia dan Felisa.


"Waalaikumussalam Yul, Sha... sini masuk..." Rio mempersilahkan tamunya untuk masuk.


"Duduk Yul, Sha..." Kemudian menyuruhnya untuk duduk.

__ADS_1


"Tumben Dino gak ikut Sha...?" Rio menatap ke arah Felisa.


"Nggak mas, ada di rumah, lagi temenin anak-anak.." Jawab Felisa tersenyum.


"Gimana kabar Faisal Yul..?" Tanya Rio bingung mau membahas apa dengan Yulia. Rio tidak tahu tujuan Yulia datang kerumahnya.


"Mas Faisal sedang koma, sekarang dirawat di rumah sakit, tempat mas Faisal bekerja..." Weli yang mendengar ucapan Yulia menjatuhkan nampan yang berisi minuman, membuat semua orang mengalihkan perhatian padanya. Weli tahu kedatangan Felisa dan Yulia dari assisten rumah tangganya. Yulia bisa mengartikan reaksi Weli. Dadanya semakin sesak, Yulia yakin kalau diantara Weli dan Faisal, masih memiliki perasaan.


"Bii.. tolong bersihkan bekas pecahan gelas ini ya..." Rio memanggil assisten rumah tangganya untuk membersihkan pecahan gelas yang dijatuhkan Oleh Weli.


"Aku buatkan minuman yang baru..." Weli dengan gemetar menuju ke dapur untuk membuat minuman yang baru.


"Maaf ya Yul..." Rio meminta maaf pads Yulia atas sikap Weli, istrinya.


Weli sudah kembali dengan nampan berisi minuman. Gelas-gelas berisi minuman itu, kemudian diletakkan di meja ruang tamu.


"Silahkan diminum Sha.. Yul..." Weli Langsung duduk disebelah Rio. Rasa gugupnya masih terlihat jelas dari raut wajah Weli. Yulia beberapa kali mencuri pandang wanita yang duduk di samping Rio. Wanita yang mengisi hati suaminya selama beberapa tahun ini. Wanita yang tidak akan pernah tergantikan dihati suaminya, termasuk dia, istri sahnya Faisal.


"Saya datang kemari ingin meminta tolong pada mbak Weli...?" Yulia sudah tak tahan lagi untuk mengutarakan tujuannya datang ke rumah Weli.


"Minta tolong apa Yul.." Jawab Rio.


"Mbak, tolong temui mas Faisal, yang sekarang terbaring lemah di rumah sakit.." Dengan mata berkaca-kaca Yulia menyampaikan maksudnya, Yulia menceritakan semuanya pada Weli dan Rio. Mereka berdua syok, saat Yulia baru mengetahui hubungan Weli dan Faisal. Terlebih lagi Rio, selama ini memang menjaga jarak dengan keluarga Faisal. Dia takut jika Yulia jadi Baper jika suaminya bertemu dengan mantan kekasihnya, yang tak lain istrinya sendiri. Tapi ternyata dugaan Rio salah, Yulia bahagia tidak tahu hubungan masa lalu Weli dan Faisal.

__ADS_1


Perasaan Rio saat ini antara dilema, dalam dadanya terbesit rasa cemburu. Kalau mendengar cerita Yulia, sudah jelas, jika Faisal masih memiliki perasaan pada istrinya. Disisi lain, dia kasihan jika tidak membantu Yulia. Apalagi jika benar, kedatangan Weli menemui Faisal akan membantu membuat Faisal kembali sadar. Apalagi melihat gelagat Weli, Rio merasa Weli juga masih memiliki rasa pada Faisal.


"Yul, bisa kita bicara berdua..." Rio mengajak Yulia untuk bicara empat mata, mungkin setelah bicara dengan Yulia, Rio bisa menyimpulkan, apakah akan memberi izin Weli untuk menemui Faisal atau tidak. Yulia mengikuti Rio yang mengajaknya ke teras rumahnya.


"Yul, apa yang akan kamu lakukan saat Faisal sadar nanti...?" Ada ketakutan dalam hati Rio, kalau Yulia akan meninggalkan Faisal. Dan itu akan menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan cintanya Weli, jika Faisal dan Yulia berpisah.


"Kenapa mas Rio menanyakan hal itu pada Yuli...?" Yulia bingung dengan pertanyaan Rio.


"Aku hanya ingin tahu, apakah kamu masih akan bertahan hidup dengan Faisal. Dan membuat Faisal mencintaimu, atau sebaliknya. Kamu akan minta pisah dengan Faisal...?" Yulia semakin bingung dengan pertanyaan Rio. Dia sendiri tidak tahu apa yang akan dia lakukan setelah Faisal sadar. Dia belum cukup berani berandai-andai, yang terpenting saat ini melihat suaminya sadar kembali. Yulia hanya kasihan dengan Sisi, yang amat dengan Ayahnya. Yulia tidak sanggup jika melihat buah hatinya bersedih, karena itu, apapun akan dia lakukan. Agar bisa membuat Faisal sadar kembali, termasuk menemukan Faisal dan Weli.


"Yulia gak tahu mas, rencana Yulia kedepannya, yang terpenting saat ini mas Faisal sembuh.. Jadi, Yulia mohon pertemukan mas Faisal dengan mbak Weli..." jawab Yulia memelas. Rio terenyuh dengan ketulusan Yulia, semua baktinya dia serahkan untuk Suaminya. Tapi kenapa, wanita setulus Yulia, tidak mampu membuka hatinya Faisal.


"Baiklah saya akan izinkan Weli untuk menemui Faisal, tapi dengan satu syarat..!" Seru Rio dipotong oleh Yulia...


"Syarat apa mas, apapun.. apapun itu Yulia akan penuhi, asal bisa membuat mas Faisal sadar..." Yulia tidak lagi mementingkan dirinya, asal bisa melihat Sisi bahagia, dia akan mengabulkan syarat yang akan diberikan Rio, agar mengizinkan Weli menemui Faisal.


"Kamu harus tetap bertahan dengan Faisal, jika dia sadar nanti. Kamu harus tetap di samping Faisal..." Entah dapat pikiran darimana Rio mengajukan syarat itu pada Yulia.


" Mas, Yulia tahu, mas Rio sangat mencintai mbak Weli. Begitupun dengan Yuli, Yuli sangat mencintai mas Faisal. Tapi jika mas Faisal tidak bahagia hidup dengan Yuli, dengan berat hati Yuli akan melepas mas Faisal..." Air mata nya kembali menetes, mungkin pengorbanan nya selama ini belum cukup membuat Faisal mencintainya.


"Yul, tapi aku yakin suatu saat nanti, Faisal akan mencintai mu..."


"Sampai kapan mas, sudah hampir delapan tahun kami menikah. Tapi hatinya masih milik mbak Weli..." Rio tidak bisa lagi berkata, dia sendiri ragu, akan bisa merebut hati Weli...

__ADS_1


__ADS_2