
Yulia dan Dino sampai diruang operasi, namun Faisal dan Weli sudah tidak ada ditempat itu. Weli dipindahkan keruangan yang lebih intensif. Dino menanyakan pada suster Melsi..
"Suster Melsi dimana pasien korban kecelakaan tadi..?" Yulia dan Dino berjalan mendekat ke arah suster Melsi.
"Oh yang ibu-ibu hamil, yang ditolong dokter Faisal ya dok.." Jawab nya sembari mengingat-ingat orang yang dimaksud oleh Dino.
" Iya,," jawab Dino.
"Dipindahkan ke ruang isolasi, agar mendapat penanganan khusus.." jelas suster Melsi..
"Lalu bagaimana keadaan nya sus.." Yulia angkat bicara, sejujurnya dia merasa ada yang aneh dengan suaminya. Ada hubungan apa antara Faisal dan korban kecelakaan itu, sampai-sampai Faisal ikut turun tangan untuk menjaga pasien itu.
"Belum melewati masa kritisnya mbak, sedangkan bayi nya tidak selamat.." Suster Melsi ikut prihatin dengan keadaan korban kecelakaan itu.
" Inalillahi wa Inna illahi rojiun.." ucap Dino dan Yulia bersamaan..
"Ya sudah dok, mbak, jika tidak ada yang ditanyakan lagi, saya permisi.." Pamit suster Melsi meninggalkan mereka berdua.
"Ya sudah Yul ayo kita susul Faisal. " Dino mengajak Yulia untuk segera menemui Faisal. Dino juga penasaran, sebenarnya siapa yang kecelakaan itu. Apa mungkin masih kerabat Faisal, sampai Faisal tidak mengaktifkan ponsel nya.
Di ruangan Weli dirawat.
__ADS_1
Faisal mendekati sosok yang tergeletak tak berdaya di ranjang rumah sakit. Semua tubuhnya dipenuhi dengan alat medis.
Faisal duduk disamping tubuh Weli, ditatapnya Weli lekat-lekat. Perasaannya masih sama seperti dulu, saat-saat mereka menjalin kasih dulu. jantungnya masih berdegup kencang saat didekat Weli. Air mata Faisal perlahan jatuh, dipegangnya tangan Weli..
" Huhh.. Belum puas kamu buat aku patah hati, dengan cara kamu menikahi Rio.. Sekarang apa kamu berniat meninggalkan ku untuk selamanya..." Kata-kata itu lolos dari mulut Faisal, kata-kata yang ingin sekali dia ucapkan saat Weli memutuskan hubungan dengan nya.
"Maafin aku... Aku tidak bisa menjagamu seperti janji ku dulu..." Tangis nya mulai pecah', dapat dilihat dengan jelas, ranum wajah Faisal yang sangat terpukul dengan kondisi orang yang dia cintai.
"Harusnya aku membencimu.. Harusnya aku tak peduli lagi dengan mu.. Tapi .. apa.. kenyataan nya...aku gak bisa.. sampai saat ini kamu masih tetap ada dalam hati ku..." ucapnya terbata-bata. Bibir Faisal bergetar, dia tidak bisa lagi mengendalikan emosi nya.. Dia takut kehilangan wanita yang sedang terbaring lemah tak berdaya.
Saat ini Dino dan Yulia berjalan menuju ke ruangan, tempat Weli dirawat. Perasaan Yulia semakin tak menentu, antara takut menerima kenyataan, kalau wanita yang ditolong Faisal itu adalah masa lalu suaminya. Disisi lain dia juga kasihan dengan nasib perempuan itu. Sementara Dino terus memperhatikan Yulia dari belakang. Sosok yang sudah merajai dalam pikiran dan hatinya. Sejujurnya tidak ada yang istimewa dari Yulia, tapi entah kenapa hatinya begitu cepat terpaut oleh wanita itu. Tidak ada yang salah sih, cinta bahkan tidak pernah memandang fisik ataupun status sosial. Dino pernah mencoba untuk menepis perasaan nya, namun semakin dia menolaknya, semakin besar rasa sayangnya pada Yulia. Dino seperti tersugesti ingin selalu melindungi Yulia.
"Aduhh..." Yulia memegang perutnya, membuat Dino khawatir..
" Ada apa Yul.." Dino ingin merangkul Yulia, namun dia segera sadar, posisinya saat ini dia siapa.
"Yulia mau ke toilet dulu ya mas Dino, lagian udah kelihatan kan tu ruangannya..." Yulia bicara seperti orang yang sedang menahan sesuatu.
"Ya ampun Yul.. bikin panik aja.. Ya udah sana.. tau kan dimana toilet nya..." ucap Dino lega, dia takut jika terjadi sesuatu oleh Yulia.
"Iya mas" Yulia bergegas pergi meninggalkan Dino sendiri, Dino hanya tersenyum melihat kelakuan Yulia. Semakin hari semakin kelihatan cantik di matanya..
__ADS_1
Dino melanjutkan perjalanan menuju ke ruangan Weli dirawat. Sesampainya di sana, dia melihat Faisal yang masih memegangi tangan Weli. Dino mendekati Faisal, betapa terkejutnya dia, saat Dino tahu siapa korban kecelakaan itu. Weli, terlintas perasaan marah bercampur prihatin.
" Apa yang terjadi dengannya.." Ucapan Dino mengagetkan Faisal, Faisal menoleh ke sumber suara tersebut. Dilihatnya Dino yang sudah berdiri dibelakang nya, kemudian Faisal berdiri dan mendekati Dino.
"Gue juga tidak tahu, apa yang terjadi dengannya. Gue menemukan dia sudah dalam keadaan tak sadarkan diri.." Ucap Faisal gugup. Dia tahu ada sedikit kecurigaan dari wajah Dino.
"Dan Lo tahu, istri Lo sekarang dimana..?" Tanpa basa-basi Dino langsung memberi pertanyaan yang membuat Faisal menunduk..
Faisal baru sadar, kalau dia sudah membuat Yulia khawatir karena tidak menghubunginya.
"Sekarang temui dia ditoilet, biar gue yang gantian jaga Weli disini.." Dino tahu apa uang Faisal pikiran, Faisal merasa bersalah pada Yulia. Namun Dino juga tidak mau jika rahasia itu terbongkar sekarang. Menurut nya waktunya tidak tepat.
Ditengah obrolan mereka, terdengar suara langkah kaki menuju ke ruangan tempat Weli dirawat........
Happy reading gaessss...
penasaran siapa yang datang..
Dipart berikutnya.. temukan jawabannya...
like, komen vote nya jangan lupa...😍😘😘😘
__ADS_1