Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
35. Tiga puluh lima


__ADS_3

Pagi itu Faisal dan Yulia sarapan bersama. Nafsu makan Yulia semakin hari semakin bertambah. Secara otomatis berat badannya juga akan bertambah, namun Yulia tidak pernah takut akan menjadi gemuk. Karena baginya, kesehatan anak yang ada dalam kandungannya menjadi prioritas utamanya.


"Yul.. Apa kamu tidak ingin makan sesuatu" Faisal menanyakan keinginan istrinya, disela-sela sarapan pagi mereka.


"Gak mas, sepertinya anak mas ini pintar. Gak mau menyusahkan ayahnya.." Jawab Yulia sambil mengelus perutnya..


"Mas juga ingin merasakan kayak suami-suami lain, yang mencarikan sesuatu untuk istrinya yang sedang ngidam.." Faisal sedikit kecewa, karena sepertinya anaknya tidak terlalu manja padanya. ( Nah Lo.. mas Faisal.. baby mu aja tau.... kalau ayahnya setengah hati mencintai bundanya🤣🤣🤣)..


"Ya udah mas berangkat dulu ya.. Kalau ingin sesuatu langsung hubungi mas.." Faisal mengecup kening istrinya, dibalas senyum manis dari Yulia. Pemandangan yang begitu indah di pagi hari.


Faisal melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Karena hari ini awal pekan, jadi jalanan sedikit padat. Faisal memilih jalan pintas, agar cepat sampai di rumah sakit.


Desa dirumah sakit, Faisal sudah disuguhkan pasien yang mengantri untuk berobat. Maklum biasanya kalau hari Senin, pasien akan banyak dari hari-hari sebelumnya.


Hari ini Dino juga sudah mulai beraktivitas kembali. Dino ini bukan tipe orang yang berlarut-larut dalam kesedihan, bukan cuma kali ini dia merasakan sakit hati. Namun itu tak menyurutkan niatnya untuk memiliki teman hidupnya.


Jam istirahat pun berbunyi, semua pasien tampak sedikit demi sedikit meninggalkan tempatnya untuk mencari makan siang. Begitupun dengan Faisal, dia memilih makan di kantin. Karena hari ini, dia tidak membawa bekal dari Yulia. Sebenarnya Yulia sudah menawari, namun Faisal menolak nya. Dengan alasan dia ingin makan di kantin rumah sakit bersama Dino.


Faisal mencari-cari keberadaan Dino, Namun yang di cari sepertinya belum datang. Akhirnya dia memilih untuk makan dulu, setelah itu baru mencari Dino. Ada yang mengganggu pikiran Faisal sejak pertemuan nya bersama Dino dicafe mall saat itu. Saat makan siang sudah habis ia makan, Dino tak muncul juga. Akhirnya Faisal memutuskan untuk mencarinya ke ruangan nya. Sampai di ruangan Dino pun, Faisal tak menemukan yang dia cari.. " Kemana kamu Din..." Ucap Faisal lirih.


Akhirnya Faisal menghubungi Dino dengan ponselnya. Setengah nada tersambung..


"Halo Din.. Lo dimana" ucap Faisal to the point..

__ADS_1


"Gue dicafe depan.. Tumben Lo nyari gue.." ejek Dino, membuat Faisal makin geram..


"Ok gue kesitu.. " Faisal langsung mematikan ponselnya, dan berjalan menuju ke tempat Dino.


Sesampainya di cafe depan rumah sakit, Faisal langsung berjalan mendekati Dino yang sedang duduk di salah satu bangku cafe tersebut.


"Tumben Lo disini.." Faisal langsung duduk didepan Dino.


"Hhhhhh tumben Lo peduli dengan gue, sampai- sampai nyariin gue.." Dino menertawakan Faisal yang menurut nya aneh, karena beberapa hari lalu, Faisal menghindari bertemu dengannya.


"Lo lagi ada masalah dengan Angel?" Tanya Faisal tanpa basa-basi lagi.


"Hmmm" jawab Dino menatap Faisal intens.


"Angel memutuskan pertunangan kami, dia lebih memilih karir nya sebagai model di Kuala lumpur.." jelas Dino.


"Serius Lo.." Faisal tak percaya dengan omongan Dino.


"Apa gue kelihatan bercanda" jawabnya ketus..


"Mungkin bukan jodoh Lo.. Udah gak usah galau lagi..." Ucapnya enteng, harusnya kata-kata itu cocok untuk dirinya sendiri.


"Hhhhhh gak salah Lo ngomong kayak gitu.." Dino menatap Faisal dengan tatapan mengejek.

__ADS_1


" Ya emang sulit.. " Faisal kemudian menunduk, dia jadi ingat dengan kisah cinta nya dengan Weli. Dan harus melibatkan wanita setulus Yulia..


"Lo jaga Yulia dengan benar, gue akan pastiin, kalau Lo buat dia bersedih. Gue gak segan-segan akan mengambil Yulia dari tangan Lo.." Kali ini Dino seperti mengancam Faisal, karena dia tak ingin melihat Yulia selalu bersedih, karena belum mendapatkan cinta Faisal seutuhnya.


"Lo jangan berani-berani nya ngomong gitu lagi.." Faisal mulai kesal dengan omongan Dino yang ingin merebut Yulia.


"Kenapa... Lo takut.." Dino malah semakin membuat Faisal naik darah..


"Lagian Lo gak cinta kan dengan Yulia, jadi akan sangat mudah membuat Yulia jatuh cinta dengan gue..." Faisal langsung mengangkat kerah baju Dino, sepertinya Dino ingin menabuh genderang perang dengan nya..


"Gue gak takut ancaman Lo.. Gue akan bahagia kan Yulia.." ucapnya kesal, Faisal menghempaskan tubuh Dino..


"Bagus.. Gue juga gak akan biarin Yulia sedih.. Kalau dia bahagia gue gak akan ganggu dia.." Dino sudah tidak bisa mengontrol perasaan nya, karena dia sendiri tidak tahu. Semenjak pertemuan nya dengan Yulia siang itu, Dino tak henti-hentinya memikirkan Yulia.


"Kenapa Lo ngomong kayak gitu.. Lo suka dengan istri gue.. " Senyum Faisal mengejek Dino.


"Kalau iya... kenapa..." tanya Dino semakin membuat Faisal meradang..


" Lo gila ya... Dia Istri gue,, sahabat Lo..." Faisal menegaskan status nya.


"Gue tahu.. Cinta tidak tahu kepada siapa dia bersemi, kita juga tidak bisa memilih pada siapa kita jatuh cinta.... Termasuk pada istri orang, yang paling penting kita tidak menggangu hubungan mereka. Tapi gue tegesin sekali lagi.. Jangan buat Yulia bersedih.. " Tutur Dino langsung pergi meninggalkan Faisal, dia sudah tak ingin berdebat lagi dengan Faisal. Dia tahu, kalau dia salah.. Tapi dia juga tidak bisa mencegah bila cintanya ditujukan pada istri sahabatnya. Dino juga tidak mau persahabatan nya dengan Faisal hancur, hanya karena perasaannya. Tapi dia juga tidak tega, jika melihat Yulia bersedih. Sejak Dino mengantar Faisal kerumahnya, saat itu juga Dino tahu, bahwa Yulia sebenarnya tidak bahagia dengan perlakuan Faisal. Dia berjanji akan membuat Faisal melupakan Weli, dan mencintai Yulia dengan sepenuh hati.


Happy reading 😍😍

__ADS_1


Terimakasih ya...


__ADS_2