Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Serupa tapi tak sama


__ADS_3

Delia hanya diam mematung, saat Faisal memeluknya. Dia bingung, kenapa pria yang tak ia kenal itu tiba-tiba memeluknya.


"Ini benar kamu sayang?" tanya Faisal melepaskan pelukannya, lalu memeluknya lagi. Disaat dirasakan oleh Delia, pelukan Faisal mulai merenggang. Dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Faisal.


"Maaf, anda siapa?" Tanya Delia, saat sudah terlepas dari pelukan Faisal.


"Apa maksudmu, dengan menanyakan aku siapa?, apa kamu tidak ingat dengan kami berdua?" ada raut kekecewaan dari wajah Faisal.


"Saya tidak kenal dengan anda, dan gadis kecil ini. Kalian siapa?" Delia menunjuk Sisi yang masih berdiri di sampingnya.


"Apa yang terjadi dengan mu Yul? sampai lalu tidak mengenali suami dan anakmu!" Faisal berbicara dengan nada yang sedikit tinggi.


"Suami.. anak.. maksud anda, saya istri anda. begitu?" Yulia masih bingung dengan ucapan Faisal.


Saat Faisal sedang berbincang dengan Adelia, Devan datang menghampiri.


"Mereka siap Del?" tanya Devan menunjuk Faisal dan Sisi. Faisal mulai bingung dengan keadaan. Dia mulai berfikir, tentang keadaan ini.


"Delia gak tahu mas," jawab Delia mendekat ke Devan.


"Hai adik manis, siapa namanya?. Devan menyapa Sisi yang sekarang sudah ada di depan Faisal.


"Aku Sisi om," ujarnya tersenyum ramah pada Devan. Faisal sudah bisa menebak, apa yang terjadi saat ini.


"Hai Sisi, saya Om Devan dan ini Tente Delia,." Devan memperkenalkan dirinya dan Delia. Faisal semakin yakin, kalau orang yang dia peluk itu bukan Yulia. Tapi gadis lain yang mirip dengan istrinya. Faisal merasa tak enak hati, karena sudah memeluk Delia.


"Oh iya... maaf ya, saya salah orang. Saya kira anda istri saya. Ternyata saya salah." Faisal menjelaskan kesalahannya yang tiba-tiba memeluk Delia.


"Gak apa Mas, Mas bilang salah orang, karena mengenali saya sebagai istri Mas. Emangnya wajahnya mirip dengan saya," sambung Delia.


"Iya, ya sudah kami permisi dulu ya. Sekali lagi kami minta maaf." Faisal beranjak dari tempat itu, namun Sisi menangis membuat dia semakin bingung.


"Gak mau Ayah, gak mau, Sisi mau sama Bunda," rengek Sisi mendapat perhatian dari semua orang yang sedang melintas.


"Tunggu Mas, biarkan Sisi disini dulu. Jangan di paksa, ayo sini sayang." Delia mendekati Sisi yang ada di gendongan Faisal, diraihnya dari tangan Faisal.

__ADS_1


"Bunda, Ayah nakal." Perasaan Delia menjadi aneh, terlintas di benaknya, dia pernah mendengar suara Sisi, sebelumnya.


"Maaf merepotkan Anda," ujar Faisal sungkan.


"Gimana kalau ngobrol nya sambil makan malam saja, kebetulan perut saya sudah lapar," saran Devan mengajak Faisal, Sisi, dan Delia, untuk makan malam.


Mereka beranjak dari tempat itu, untuk mencari restoran. Setelah berkeliling, akhirnya pilihan mereka adalah restoran seafood yang ada di mall itu.


Mereka berempat langsung mencari bangku yang kosong, untuk mereka duduk. Sisi masih digandeng dengan Delia. Sementara Faisal, masih penasaran dengan Delia. Kenapa bisa ada orang yang sangat mirip dengan istrinya. Hampir sembilan puluh sembilan persen kemiripan dalam diri Delia.


Mereka memesan makanan, Faisal memang sangat suka dengan seafood. Dia memilih menu udang dengan bumbu asam, pedas, manis. Delia pun memilih makanan yang sama, seperti punya Faisal. Sisi memilih ikan bakar bumbu kuning, makanan favoritnya. Sementara Devan, memilih Kepiting Saus Padang. Mereka berempat sangat menikmati makanannya masing-masing. Mereka juga sembari mengobrol untuk mengakrabkan diri.


Saat sudah selesai dengan makanannya, Faisal mengajak Sisi untuk pulang. Namun, Sisi masih enggan. Dia masih ingin bermain dengan Delia. Akhirnya, mereka berempat jalan-jalan diseputaran mall tersebut.


Saat melintasi toko boneka, Sisi mempunyai ide. Dia ingin mengajak Devan untuk membelikannya boneka, agar Ayahnya bisa berduaan dengan Bundanya.


"Om baik, Pm baik ikut Sisi yuk!" ajak Sisi pada Devan yang berjalan di samping Delia.


"Ok, kita kemana sekarang!, serunya bersemangat.


"Sisi, gak boleh kayak gitu nak," sergah Faisal mengingatkan anaknya.


"Gak apa Sal, saya senang bisa akrab dengan Sisi. Dia gadis kecil yang lucu," puji Devan, kemudian beranjak pergi ke toko boneka itu, bersama Sisi.


Kini tinggal Delia dan Faisal berdua, Faisal menjadi canggung. Delia pun merasakan hal yang sama. Entah apa yang membuat mereka berdua itu menjadi canggung.


"Apa Devan, itu suamimu?" akhirnya Faisal membuka suara. Faisal menyangka Delia dan Devan adalah sepasang suami istri.


"Bukan, kami belum menikah. Tapi akan," jawab Delia jujur. Mereka memang sudah bertunangan, mereka berdua di jodohkan oleh Pak Erlangga dan istri.


"Oh begitu, semoga di beri kelancaran sampai hari H nya." Ada perasaan tak rela dari hati Faisal, mendengar ucapan Delia. Kalau mereka akan menikah.


"Aamiin, makasih doanya. Kalau saya boleh tahu, di mana Bundanya Sisi?"


"Dia..sudah tenang di surga." ucap Faisal ragu-ragu, entah kenapa dia begitu yakin, kalau wanita yang ada di hadapannya itu adalah Yulia.

__ADS_1


"Maksudnya, sudah meninggal." Delia tidak enak menanyakan keberadaan bundanya Sisi. Dia merasa bersalah, " iya" tegas Faisal.


"Maaf, saya tidak tahu. Apa yang menyebabkan beliau meninggal?"


"Kecelakaan tujuh bulan yang lalu" ucapan Faisal mengingatkan Delia, akan kecelakaan yang menimpa dia tujuh bulan yang lalu.


"Bunda.." teriak Sisi dari kejauhan.


"Iya sayang, Bunda di sini."


"Bunda sini, cepetan..."


Delia tersenyum pada Sisi, kemudian berjalan mendekat kearahnya. Saat Delia ingin berjalan, kakinya menginjak gamisnya, dan membuat Delia terjatuh. Dengar reflek ditangkap oleh Faisal. Mata mereka saling menatap, mereka terbuai dalam pikirannya masing-masing. Sisi yang melihat kejadian itu, senyum-senyum bahagia.


"Astaghfirullahalladzim.. maaf" ungkap nya saat Delia tersadar dari lamunannya. Devan yang melihat Delia terjatuh, langsung mengajak Sisi untuk mendekat ke arah Delia. Faisal masih gugup, jantungnya berdegup kencang. Tatapan Delia sama persis dengan tatapan Yulia, saat sedang malu-malu.


"Del, kamu gak apa?" tanya Devan saat sudah ada di dekat Delia.


"Enggak Mas, untung ada Mas Faisal yang menolong saya." Delia tertunduk, dia merasa tak enak dengan Devan atas kejadian tadi.


"Makasih Sal, Del kita pulang sekarang ya?"


Saat Devan akan mengajak Delia pulang, tiba-tiba ponselnya berdering. Devan sedikit menjauh untuk mengangkat ponselnya. Sisi tersenyum melihat kearah Faisal, seakan memberi kode pada Faisal.


"Udah puas main nya kan? sekarang kita pulang ya, sayang" ajak Faisal pada Sisi yang masih senyam-senyum.


"Ok Ayah, kita pulang sekarang. Bunda, Sisi pulang dulu ya? besok kita jumpa lagi.." pamit Sisi pada Delia, dan hanya ditanggapi dengan senyuman. Delia rasanya masih enggan terpisah dari Sisi. Dia masih ingin tetap bersama Sisi.


Saat Faisal dan Sisi akan beranjak, Devan memanggilnya.


"Tunggu Sal, saya mau minta tolong padamu"


To be continued..


Kira-kira Devan mau minta tolong apa ya pada Faisal. Sore nanti jawabannya..

__ADS_1


__ADS_2