
Delia membuka tas itu, namun sayang semua isinya sudah tidak ada di dalam tasnya. Delia menjadi semakin curiga pada Bu Sundari. Tapi dia juga bingung, harus mencari bukti dimana lagi. Delia kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang, dia memikirkan nasibnya. Perasaan Delia sekarang ini selalu tertuju pada Sisi. Tapi, kenapa dia tidak bisa mengingatnya. Delia merasa bersalah, karena sudah berburuk sangka pada Faisal. Delia kepikiran terus dengan lelaki yang baru dia kenal itu.
Delia kemudian mengambil ponselnya, dia ingin meminta maaf pada Faisal. Awalnya ragu, dia malu jika harus menelpon Faisal duluan. Tapi, dia juga gak bisa membiarkan masalah ini berlarut-larut.
"Assalamualaikum Mas Faisal" ucap Delia saat nada telpon sudah tersambung.
"Waalaikumussalam Del." Faisal bingung kenapa Delia menelponnya. Bukankah dia tadi marah padanya.
"Mas, Delia mau minta maaf pada Mas Faisal. Tadi Delia sudah marah-marah pada Mas Faisal." ujar Delia gugup.
"Jadi kamu percaya kalau kamu adalah Delia?" tanya Faisal.
"Bukan seperti itu Mas, saya belum bisa membuktikan ucapan Mas Faisal, kalau saya adalah Yulia. Tapi, saya sudah mengetahui kalau saya mempunyai saudara kembar, dan bukan anak kandung dari Mama Sundari dan Papa Erlangga." terangnya kemudian.
"Apa kamu belum percaya pada saya, kalau kamu adalah Yulia. Kami adalah istri saya, Bundanya Sisi." Faisal masih berusaha menyakinkan Delia.
"Saya tidak bisa dengan mudah mempercayai Mas Faisal, kalau saya ini istri Mas Faisal. Delia bakal cari bukti lagi, jika benar saya adalah Yulia." Delia sebenarnya ingin mempercayai Faisal, tapi masih ragu.
"Ya sudah begini saja, bagaimana kalau kita pancing ingatan kamu. Maksudnya begini, kita bisa ketempat yang pernah kita kunjungi dulu. Mungkin dengan itu, bisa membuat kamu ingat kembali," saran Faisal.
"Iya mas, Delia mau."
"Beneran kamu mau?"
"Iya"
" Ya udah akhir pekan ini saya akan ajak kamu, ketempat waktu kita bulan madu dulu."
Setelah bercakap di telpon, hati Faisal menjadi bahagia. Faisal senang akhirnya Delia mau berjuang bersama untuk membuktikan kalau dia adalah Yulia. Faisal bisa tidur dengan tenang malam ini. Dia sudah gak sabar menunggu akhir pekan.
Pagi itu seperti biasanya, Faisal dengan aktifitas nya, Sisi pun begitu. Sisi sudah di jemput sama Felisa, Faisal juga sudah berangkat ke rumah sakit. Hari ini Faisal lebih bersemangat lagi, tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Faisal melakukan pekerjaannya dengan baik. Siang ini dia akan menceritakan masalahnya pada Dino. Sudah tiga harian ini Faisal tidak bertemu dengan Dino. Sahabatnya itu tidak tahu apa yang terjadi padanya saat ini.
Mereka ngobrol di ruangan Dino, sembari makan Siang. Felisa membawakan bekal makanan kesukaan suaminya. Bekal yang di bawakan oleh Felisa cukup banyak. Kenyang jika di makan mereka berdua. Felisa memang sengaja membawakan bekal lebih pada Dino. Karena sebelumnya, dia sudah di beritahu oleh Dino kalau ingin makan siang bareng Faisal.
Usai makan siang bareng Dino, Faisal kembali ke ruangannya. Saat Faisal akan masuk keruangan nya, Pak Darul dan Kirana menyapanya.
"Dokter Faisal, gimana kabarnya?" tanya pak darul basa-basi.
"Alhamdulillah Pak, Bapak sendiri bagaimana kabarnya?" jawab Faisal kemudian bertanya balik.
"Ya seperti yang dokter Faisal lihat. Oh iya, nanti malam saya mengundang anda dan keluarga untuk menghadiri ulang tahun saya. Saya harap anda berkenan datang."
"Inshaa Allah Pak, tapi saya gak janji. Soalnya saya tidak tega membiarkan Putri saya sendirian di rumah."
"Kamu boleh bawa Sisi kok, Faiz" timpal Kirana.
"Saya harap anda bisa datang dokter Faisal!" seru pak Darul menepuk pindah Faisal.
Awalnya, Delia ingin pamit pulang duluan sebelum Faisal datang. Tapi Sisi melarangnya, dengan alasan masih rindu dengannya. Akhirnya Delia memberi kabar pada Bu Sundari, kalau dia akan pulang terlambat.
Mereka berdua sedang bermain tebak-tebakan, giliran Sisi yang ngasih tebakan pada Delia. Sangking asyiknya bermain, mereka tidak menyadari Faisal datang. Faisalsudah berdiri di belakang sofa, tempat mereka duduk.
"Hemmm" suara deheman Faisal, menghentikan kegiatan Sisi dan Yulia.
"Ayah, Ayah udah pulang," ucap Sisi tak beralih dari tempat duduknya.
"Iya sayang, jadi ayahnya gak di peluk nih!" sindir Faisal, membuat putri kesayangannya segera berlari untuk memeluknya.
"Hmmm lagi main apa nih! kayaknya seru, sampai Ayah datang gak ada yang tahu?" tanya Faisal yang sudah menggendong Sisi.
"Main tebak-tebakan Ayah. Bunda kalah, masak gak bisa jawab tebakannya Sisi," ejek Sisi menertawai Delia.
__ADS_1
"Sisi pinter sih, jadinya Bunda gak bisa jawab deh," goda Delia tersenyum manis ke arah Sisi. Faisal bisa melihat dengan jelas senyuman Delia, hingga membuat dia tak berkedip.
"Yah, Ayah..." Sisi membuyarkan lamunan Faisal.
"Iya sayang, kenapa?"
"Kita makan malam di jackinfood yuk!" Sisi mengajak Faisal untuk makan, di restoran yang lagi viral.
Faisal baru ingat, kalau malam ini mendapat undangan ulang tahun dari pak Darul. Faisal bingung, apa akan hadir atau tidak. Dia juga tak enak hati, jika tidak hadir di pesta ulang tahun pak Darul. Beliau sudah sangat berjasa, atas pekerjaannya yang sekarang ini.
"Sayang, Ayah malam ini ada undangan ulang tahun bos Ayah. jadi, kita undur aja ya ke jackinfood nya." Faisal mencoba memberi pengertian pada anaknya.
"Kita pergi ke ulang tahun bos Ayah aja, ya!" pinta Faisal pada Sisi.
"Tapi Bunda ikut, kan?" Sisi melirik ke arah Delia.
"Bunda pulang aja ya sayang. Bunda gak ikut, kan yang diundang Sisi dan Ayah," jawab Delia.
"Del, kamu temani saya ya malam ini. Nanti biar saya yang minta izin pada Mama mu, pulangnya biar saya yang antar." Faisal mulai membujuk Delia, untuk ikut bersamanya di pesta ulang tahun pak Darul.
"Tapi, Mas"
"Aku mohon Del, mungkin dengan kita jalan bareng, bisa sedikit membuat ingatan mu kembali," bujuk Faisal lagi.
"Ya sudah Mas, iya aku mau ikut."
Akhirnya Delia menyetujui permintaan Faisal. Dia juga ingin ingatannya segera kembali. Sisi dan Faisal sangat senang, karena Delia mau menemani nya. Awalnya Delia akan pulang dulu, untuk mengganti pakaiannya. Namun Faisal melarangnya, karena ada baju Yulia di lemarinya. Jadi Faisal meminta Delia mau memakai baju Yulia.
Delia memakai baju yang dulu sempat di beli Faisal sebelum di pakai Yulia, karena kecelakaan itu. Baju yang di belinya untuk memberi kejutan pada istrinya. Dan benar saja, baju itu terlihat cocok dikenakan oleh Delia. Mereka bertiga siap menghadiri pesta ulang tahun pak Darul.
to be continued...
__ADS_1
Sabar ya, mungkin ceritanya agak ngebosenin. Tapi dibikin alurnya seperti ini, agar bisa berkesan di hati para readers. Maaf masih bnyk kesalahan dalam penulisan.