
"Yuliaaaaa" Teriaknya histeris, Dino langsung menghampiri Yulia yang sudah terbaring dilantai. Dirangkulnya tubuh Yulia..
"Yul... bangun... Yull... bertahan lah Yul... aku akan membawamu kerumah sakit sekarang.." Kemudian Dino membopong tubuh Yulia untuk membawanya ke rumah sakit..
Dino dengan langkah lemas membawanya ke mobil, tubuhnya bergetar, pikirannya kacau..
Saat Dino sudah berada didekat mobilnya, sebuah mobil berhenti di depan nya. Faisal keluar dari mobil Weli, Faisal terkejut saat Dino membopong tubuh istrinya. Faisal berusaha meraih tubuh Yulia yang dibopong oleh Dino, namun ditendangnya Faisal sampai jatuh.. Dino tidak memperdulikan Faisal, Dino langsung memasukkan tubuh Yulia ke mobilnya, dan langsung melajukan mobilnya dengan cepat. Dino tak habis pikir melihat Faisal yang pulang kerumah bersama Weli. Apa yang sebenarnya mereka lakukan..
Faisal langsung menyusul Dino dengan menggunakan mobil Weli. Faisal bertemu dengan Weli ditempat mobilnya yang mogok, saat itu ada mobil yang berhenti. Ternyata mobil itu adalah mobilnya Weli, awalnya Faisal ragu saat Weli menawarkan tumpangan, namun tidak ada pilihan lain agar dia cepat sampai ke rumahnya. Perasaan Faisal semakin kalut saat Dino keluar dari rumahnya dengan membopong Yulia. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Yulia...
Sesampainya di rumah sakit, Dino memanggil petugas rumah sakit agar membawa ranjang untuk Yulia. Sekarang Yulia sudah ada di UGD untuk mendapat penanganan. Perasaan Dino semakin tak menentu, inikah firasat nya dari tadi pagi...
"Aghhh brengsek kamu Faisal... brengsek... kalau sampai Yulia kenapa-napa gue bakal bikin hidup Lo menderita...." Teriaknya..
Faisal dengan langkah terburu-buru sampai juga diruang UGD, Dino yang melihatnya langsung menghampirinya...
Brukhhh...buggggg..
Satu, dua pukulan melayang ke wajah dan perut Faisal, Dino seperti orang kesetanan saat melihat Faisal datang..
__ADS_1
"Cukup Din... Lo apa-apaan mukulin Faisal kek gini..." Weli berusaha melerai Faisal dan Dino..
"Kenapa Lo.. senang... bisa jalan lagi sama mantan Lo... dasar kalian gak tau malu...." Dino malah menngatai Weli yang membela Faisal..
Faisal hanya bisa diam tanpa membalas pukulan Dino. Sebenarnya bukan salah Faisal pulang terlambat, tapi karena memang keadaan yang tak mau berpihak padanya. Faisal tahu Dino pasti akan menyalahkan apa yang terjadi pada Yulia..
Dokter Feri keluar dari ruangan..Faisal langsung menghampirinya.. sementara Dino masih berdiri didekat Weli.
"Bagaimana keadaan istri saya dok..."
"Tenang dokter Faisal.. sekarang saya harus melakukan operasi sesar pada istri Anda..."
Dokter Feri dan dokter Monica beserta tim medis sudah siap melakukan operasi sesar. Yulia kemudian dibawa ke ruang operasi..Selang beberapa saat operasi berhasil, dokter Feri dan dokter Monica keluar dari ruang operasi.. Sementara Suster Melsi membawa bayi Faisal ke ingkubator. Keadaannya sangat lemah, Suster Melsi prihatin dengan kondisi Yulia dan bayinya. Suster Melsi dan beberapa perawat lainya curiga tentang kedekatan Faisal dan Weli.
"Bagaimana operasi nya dok..." tanya Faisal langsung berdiri setelah melihat dokter Monica dan dokter Feri keluar..
"Istri anda sudah melewati masa kritisnya dok,tidak ada luka yang serius, hanya tinggal menunggu beliau sadar.."Terang dokter Feri membuat Faisal dan Dino bernafas lega, namun masih tampak jelas dari wajah Dino kekesalannya pada Faisal.
"Lalu anak saya gimana dok.." Tanya Faisal dengan mata berkaca-kaca, dia bersyukur mimpinya tak menjadi nyata..
__ADS_1
Tidak bisa dibayangkan olehnya, kalau sampai mimpinya itu benar terjadi.. Mungkin Faisal akan menyesal seumur hidupnya karena belum bisa mencintai Yulia dengan sepenuh hati nya.
"Anak dokter sedang dibawa ke ruang ingkubator, namun keadaannya belum stabil dok, karena biasanya kelahiran prematur akan sangat berbahaya Dengan ketahanan tubuhnya. Dari segi organ-organ nya belum berkembang dengan cukup matang, seperti sistim pernapasan, pencernaan, dan hypernya. Dari tiga hal ini bisa memicu bahaya yang berakibat kematian pada bayi prematur. Kita lihat perkembangan nya beberapa jam lagi ya Dok..." Terang Dokter Monica membuat Faisal menjadi pesimis.
Ditengah obrolan mereka suster Melsi memanggil dokter Monica dengan nada cemas....
"Dokter... dok.."
To be continued ya..
nanti malam up lagi, kalau masih banyak yang suka dengan isi ceritanya...
maaf saya hanya seorang pemula, belum mahir betul dalam hal menulis novel.. mohon dimaklumi jika masih banyak yang salah...
terimakasih yang sebesar-besarnya untuk reader yang memberi dukungan lewat votenya. Alhamdulillah masuk rangking 400 keatas dari 2000 rangking...
Alhamdulillah.. thank you so much...
salam hangat dari author.. abal-abal...
__ADS_1