
Setelah mengetahui semua kebenarannya, tentang perasaan Weli yang sesungguhnya. Faisal tak henti-hentinya meneteskan air mata nya. Dia benci pada rasa cintanya kepada Weli, meskipun dia sudah tau kebenaran itu. Tak sedikit pun rasa cinta nya berkurang pada Weli. kenapa,?? karena Weli lah yang mengenalkan dirinya apa itu cinta, Weli lah yang selalu membuat hari-hari nya berwarna. Sosok Faisal yang dulunya pendiam seketika ceria saat bersama Weli.. hari-hari mereka lalui dengan kebahagiaan. Dia tidak menyangka ternyata kebaikan, kepedulian Weli terhadap nya hanya kamuflase yang palsu. Weli tidak tulus mencintai nya, dia cuma memperdaya ketulusan Faisal untuk bisa mengetahui apakah Rio mencintai nya. Faisal merasa dunia ini tidak adil, mengapa Tuhan memberikan cinta yang begitu dalam pada Weli, wanita yang tidak mencintai nya
Hari pun semakin larut, jam kerja pun sudah berakhir satu jam yang lalu. Namun Faisal belum meninggal kan tempat kerjanya. Dia melamun dan terus melamun, hingga suara dering handphone nya berbunyi. segera dia mengangkat telponnya, karena yang menelpon itu istrinya, Yulia.
"assalamualaikum mas, mas dimana??" suara Yulia diseberang
" waalaikumusalam Yul, mas masih dirumah sakit" dijawab Faisal dengan nada serak, menandakan orang yang habis menangis.
" mas,, mas,, kenapa,, mas gak papa kan" Yulia panik mendengar suara suaminya seperti orang yang sedang menangis.
" Gak Yul, mas akan segera pulang.. maaf membuat mu khawatir" ditutup nya telpon Yulia. Faisal tidak ingin istrinya mengetahui keadaannya saat ini. sementara Yulia yang bingung dengan keadaan Faisal menjadi tidak tenang. Dia takut kalau Faisal kenapa-napa. Sehingga dia memutuskan untuk menunggu suaminya pulang.
Dengan langkah gamang Faisal berjalan keluar dari ruangan nya, dia segera menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya. Sejurus kemudian dia mengemudikan mobilnya. Dalam perjalanan nya, Faisal terus berpikir agar Yulia tidak mengetahui keadaannya saat ini. keadaan yang hancur, perasaan tak menentu..dia takut akan menyakiti hati istrinya.
Sesampainya dirumah Faisal bergegas masuk, disambut oleh Yulia yang memang sedari tadi menunggu nya diruang tamu..
" Mas, mas sudah pulang... Alhamdulillah, mas gak papa kan " Yulia menyambut suaminya dengan kekhawatiran.
"Iya, Yul,, maaf membuat mu menunggu.. mas langsung ke atas dulu ya,," dijawab oleh Faisal dengan lemah dan memilih meninggalkan istrinya.
Melihat sikap suaminya yang berubah 180 derajat sebelum dia berangkat kerja tadi, Yulia akhirnya memutuskan untuk membuat kan teh hangat kesukaan suaminya. teh hangat nya pun sudah jadi, tapi Faisal tak kunjung turun kebawah menemui nya. Akhirnya Yulia menyusul keatas sambil membawa teh hangat yang sudah dia buat.
__ADS_1
Yulia masuk ke kamarnya, tapi suaminya tak terlihat di situ. ternyata Faisal sedang mandi karena suara gemericik air dari kamar mandi. Yulia meletakkan teh hangat dinakas samping ranjang. Faisal keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaian yang lengkap, dia melihat istrinya duduk ditepi ranjang, kemudian dia menghampiri Yulia..
" Mas, minum dulu teh nya,,," Yulia mengambil teh yang di nakas lalu memberikan pada Faisal.
"Terimakasih Yul," diambilnya teh hangat dari tangan istrinya, lalu meminumnya.
"Mas, kenapa kok sedih gitu sih,, cerita dong sama Yuli.." Yulia melihat kesedihan diwajah suaminya..
"Eh, anu,,, tadi mas gagal menyelamatkan nyawa pasien mas," dijawab bohong oleh Faisal..
" Ya sudah mas, jodoh maut, sudah ada yang menentukan. Mas jangan merasa bersalah, mas kan sudah berusaha.. mungkin sudah jalan takdir orang itu harus meninggal" Yulia menenangkan Faisal dan menggenggam erat tangan Faisal. memberikan energi positif untuk suaminya..
"Makasih ya Yul, kamu slalu ada waktu untuk mas,," Faisal memegang pucuk rambut istrinya..dan dijawab anggukan oleh Yulia..
Seketika pertanyaan Yulia membuat Faisal terkejut, dia sampai lupa dengan rencana nya gara-gara masalah dia dan Weli
"Astaghfirullah mas lupa booking hotel nya Yul,, kita akan pergi masih diwilayahnya Jogja sih Yul.. tapi mas mau ngajak kamu ke tempat yang bagus banget.." akhirnya Faisal sedikit melupakan masalah nya, dan membuka handphone nya untuk booking hotel tempat dia dan Yulia menginap nanti..
"Kok bisa lupa sih mas,, apa gara-gara masalah mas tadi..??" Yulia bertanya lagi ke suaminya.
"emm.. iya, ini udah kok Yul mas udah booking hotel lewat aplikasi ini.. apa semua sudah kami packing Yul,, " kali ini Faisal yang bertanya pada istrinya..
__ADS_1
"Udah dong mas, tadi pas sampai rumah aku langsung packing semuanya.." Yulia menunjukkan koper yang sudah penuh dengan barang-barang yang akan mereka bawa.
"ya sudah istirahat lah dulu..besok kita berangkat pagi-pagi sekali ya biar kita bisa jalan-jalan dulu.." perintah Faisal pada istrinya, lalu mencium lembut kening Yulia..
sejurus kemudian Yulia menuruti perintah suaminya dua tidur di salah satu tepi ranjang. Faisal pun menyenderkan kepalanya di ujung tempat tidur, pikiran nya kembali teringat kejadian tadi,, dia tidak habis pikir kenapa dia mencintai Weli sedalam itu. Jika disuruh memilih dia ingin membenci Weli, tapi kenyataan nya dia belum bisa.. cintanya masih terlalu kuat sehingga akal sehatnya tidak bekerja sempurna..
Dia ingat kata-kata Dino..
"Weli menjalin hubungan dengan mu hanya karena dia ingin tahu reaksi Rio pada nya..." kata-kata itu terngiang di telinga nya sehingga tanpa terasa air mata nya kembali menetes. Kenapa nasibnya sama seperti Yulia, apakah ini karma. Karena dia sudah menyakiti hati istrinya...
hingga larut Faisal masih saja belum bisa memejamkan matanya.. hingga akhirnya dia ke kamar mandi untuk mencuci mukanya yang sudah kusut itu karena kebanyakan air mata yang menetes.. Yulia yang terbangun melihat suaminya tidak ada disampingnya dia berjalan ke arah kamar mandi, dia mendengar Faisal menangis sesenggukan..
"Apa yang membuat mu sampai sesedih itu mas,, gak mungkin hanya karena kamu gagal menyelamatkan pasien mu..kamu sampai nangis sampai segitu nya." gumam Yulia dalam hati..
Yulia sebenarnya sudah curiga dari sebelumnya. dia tidak tahu apa yang membuat Faisal menjadi selemah itu..
"Apa yang terjadi sama kamu, cerita kan padaku, agar aku tahu apa yang membuat mu sesedih itu, aku ingin mengobati luka di hatimu, aku rela melakukan apa saja demi melihat mu tersenyum.. tapi kenapa kamu tidak mau berbagi kesedihan mu padaku.. kamu lebih nyaman untuk menyimpan nya sendiri.. tidak kah ada rasa percaya diri dirimu padaku mas... Izin kan aku membalut luka mu mas, membalut kepedihan yang ada dihatimu mas..." Yulia meneteskan air matanya..
ini up yang kedua dihari ini ya...
semoga suka dengan jalan ceritanya...
__ADS_1
makasih
happy reading 😍😘😘😘