Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Siapa dalang dibalik semua ini


__ADS_3

Begitu mendengar kabar dari Felisa, Faisal langsung menuju ke butik. Perasaannya menjadi tak menentu, takut, sedih menjadi satu. Kenapa masalah datang silih berganti, itu yang ada di benak Faisal sekarang. Belum juga lama mengeyam kebahagiaan, kini masalah baru datang lagi. Faisal bingung, siapa orang yang tega menculik Yulia. Apa tujuan mereka, selama ini dia dan Yulia merasa tidak punya musuh. Tapi kenapa orang tega berbuat itu pada keluarga mereka.


Sesampainya di butik, Faisal langsung menemui Felisa. Kebetulan Angga juga masih berada di sana. "Sha, ceritakan bagaimana kejadiannya?" tanya Faisal gugup.


"Aku gak tau pastinya, tapi kata Mang Asep, Yulia disekap saat baru saja turun dari mobil. Sepertinya mereka sudah mengintai Yulia dari rumah deh!" terang Felisa menceritakan kejadian penculikan tadi.


"Kita cek Cctv yang mengarah ke jalan raya, agar tahu plat nomor mobil yang menculik Yulia," usul Angga mulai menyelidiki.


Faisal dan Felisa setuju dengan usul Angga. Mereka segera mengecek Cctv yang mengarah ke jalan raya. Lama Angga mengotak-atik laptop disitu, akhirnya mereka menemukan video penculikan tadi. Mobil yang membawa Yulia, adalah mobil Avanza warna hitam. Tapi sayang, plat nomornya tidak terlihat jelas. Mereka tidak menemukan petunjuk apapun dari Cctv itu, selain jenis mobil pelaku.


"Terus ini gimana? gimana caranya agar kita tahu di mana Yulia di sekap!" seru Faisal panik.


"Kita lacak dengan GPS nya Yulia, mudah-mudahan handphone nya tidak di matiin!" saran Angga mengotak-atik handphone nya.


"Handphone nya tidak aktif, ahhhh.. brengsek!" sahut Faisal kesal.


Faisal sudah mati langkah, dia tidak bisa mendapat petunjuk dari CCTV maupun GPS.

__ADS_1


Faisal benar-benar khawatir, takut jika pelakunya berbuat nekat pada Yulia.


Ditempat lain.


Saat Dino akan ke ruang operasi, sayu-sayu dia mendengar seseorang sedang berbincang di koridor rumah sakit. Dino penasaran siapa yang ngobrol di tempat sepi seperti itu.


"Tunggu gue kesana, ingat kalian harus jaga baik-baik wanita jalang itu," ucap seseorang memerintah pada anak buahnya melalui handphone nya. Dino menjadi curiga, dengan arah pembicaraan wanita itu. Bisa jadi, wanita itu sedang berbuat jahat pada seseorang.


Wanita itu buru-buru pergi meninggalkan koridor rumah sakit, menuju tempat penyekapan Yulia. Sedangkan Dino, secara diam-diam mengikuti wanita itu. Dia tidak menyangka, di balik kepolosan wanita itu, ternyata memiliki hati yang busuk. Dino yakin, wanita yang dimaksud dengan orang itu adalah Yulia.


Dino membuntuti wanita itu sampai di tempat penyekapan Yulia. Sebuah bangunan kosong, berada di tengah-tengah sawah, adalah tempat penyekapan Yulia. Wanita cantik turun dari mobilnya kemudian masuk kedalam. Sepertinya wanita itu tidak menyadari kalau dia sudah dibuntuti oleh Dino. Dino segera menelpon Faisal, dan menyuruh Faisal untuk melaporkan ke polisi.


Di dalam sebuah ruangan, terlihat tangan Yulia diikat dibelakang. Dengan pakaian yang sudah kusut. "Yulia...." sapa wanita itu mendekati Yulia.


"Ki...rana... jadi kamu yang ngelakuin ini ke aku..." Yulia terkejut saat ada yang memanggilnya. Yulia tak kalah terkejutnya lagi, setelah mengetahui siapa yang menyapanya.


"Hahahaha... baru sadar kamu... ternyata nyawamu banyak juga ya... sampai-sampai aku gagal membuat kamu celaka." Kirana memegang dagu Yulia dengan sangat keras..

__ADS_1


"Tapi tidak kali ini, kamu akan mati ditangan saya!!!" Kirana semakin mengencangkan tangannya, sehingga membuat Yulia meringis kesakitan.


"Lepaskan saya Kirana, saya mohon, lepaskan saya. Kenapa kamu tega ngelakuin itu sama saya!" Yulia berusaha berontak, agar tangan Kirana terlepas dari rahangnya.


"Cup...cup... untuk kali ini saya tidak akan melepaskan kamu Yulia!!!" Kita melepaskan tangannya dari rahang Yulia. Kirana mengambil sebuah pisau yang ada didalam tasnya, kemudian menjulurkan pisau itu ke wajah Yulia. Yulia semakin ketakutan, tubuhnya gemetaran. Sepertinya kali ini, hidupnya akan berakhir ditangan Kirana.


"Kamu ingin tahu alasan saya ingin menyingkirkan kamu, agar kamu tidak mati penasaran, nanti." Kirana memainkan pisaunya disekitar wajah Yulia.


"Saya mencintai Faiz saat kita masih kuliah dulu, kami sering bersama. selama dua tahun, saya tidak pernah tertarik pada lelaki lain. Karena saya yakin, kalau suatu saat Faiz akan jadi milik saya. Saya tahu, hubungan Faiz dan Weli. Karena itu, saya mempengaruhi pak Andrian untuk menjodohkan Weli dan Rio, dan ternyata berhasil. Tapi setelah hubungan Faiz dan Weli berakhir, justru kamu yang masuk kedalam kehidupan Faiz. Saat saya mengetahui kalian menikah, ada rasa sakit yang terdalam di hati saya. Berbagai cara, saya lakukan untuk memisahkan kalian. Termasuk menjebak Faisal saat kamu hamil tua.


Bukan cuma itu, saya juga yang menyrempet kamu dan Felisa. Yang paling menakutkan lagi, saya lah yang sudah mensabotase motor kamu, sehingga terjadi kecelakaan itu. Saya sangat senang saat kamu dikabarkan meninggal. Tapi saya kecewa saat mengetahui kenyataan, yang meninggal bukan kamu, melainkan saudara kembar kamu. Disitu saya semakin terobsesi untuk melenyapkan kamu dari dunia ini. Sekarang lah, waktu yang tepat untuk merealisasikan obsesi saya." Kirana menatap tajam Yulia, sementara Yulia hanya mematung, mengingat setiap kejadian yang diceritakan oleh Kirana tadi.


Yulia tidak menyangka, kalau Kirana akan berbuat nekad, hanya karena terobsesi ingin memiliki Faisal. Yulia hanya bisa pasrah saat ini, nyawanya ada diujung tanduk. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain menunggu keajaiban dari Allah.


Dino yang mendengar ucapan Kirana, menjadi geram. Dia juga panik, karena Faisal belum juga datang. Dino bingung harus berbuat apa, tidak mungkin dia membiarkan Kirana menyakiti Yulia. Dino berinisiatif untuk melawan mereka, meskipun dia tidak yakin akan berhasil. Paling tidak dia sudah usaha, tidak tinggal diam.


Dino memukul kaca jendela itu, membuat kacanya pecah berantakan di lantai. Kirana terkejut saat melihat Dino yang berusaha masuk kedalam.

__ADS_1


"Wah, ada yang mau jadi pahlawan rupanya!!" seru Kirana menertawakan Dino...


To be continued


__ADS_2