
"Fais..." Kirana menghampiri Faisal yang sedang duduk di depan pak Darul.
Kirana adalah putri semata wayang pak Darul dengan istrinya, dan juga temen kuliah Faisal di Jogja.
"Kirana..." Faisal tidak menyangka bisa bertemu Kirana dirumah sakit ini. Faisal juga tidak tahu kalau Kirana itu putrinya pak Darul, pemilik tunggal rumah sakit tempat ia bekerja.
"O.. jadi kalian saling kenal..." Ucap pak Darul tersenyum senang..
"Iya pah... Faisal ini teman kuliah Kirana, tapi sayang Faisal ambil cuti sehingga tidak melanjutkan S2 nya, padahal sayang setahun lagi juga lulus..." Kirana kini duduk disebelah Faisal.. Faisal terkejut saat Kirana memanggil psk Angga dengan sebutan Papah..
"Benarkah itu dokter Faisal, apa yang diucapkan Putri saya.." Tanya pak Darul Faisal hanya tersenyum mengangguk..
"Oh iya maaf pak, apa ada hal yang penting sehingga saya dipanggil keruangan Bapak.." Faisal mengingatkan pak Angga tujuannya memanggil Faisal keruangan nya..
"Oh iya.. dokter Faisal.. lusa saya tugaskan anda untuk mengisi seminar di kampus *** " Perintah pak Darul kepada Faisal. Kampus yang akan dimaksud psk Darul juga kampus tempat Faisal dan Kirana kuliah...
" Baik pak, saya akan menghadiri seminar tersebut..." Faisal juga ingat kalau Lusa adalah hari dimana dia janjian dengan Yulia. Namun Faisal juga tidak bisa menolak tugas dari pak Darul. Dia ingin bekerja dengan profesional. Faisal akan mengatur jam pertemuan mereka nanti, semoga saja Yulia setuju..
"Oh iya biar Kirana yang temani dokter Faisal mengisi seminar disana, lagipula kalian kan alumni dikampus itu. Pasti sudah banyak mengenal peserta seminar disitu..." Imbuh pak Darul
"Baik pak, jika sudah tidak ada yang dibicarakan lagi, saya pamit keruangan saya..." Setelah mendapat anggukan dari pak Angga, Faisal kembali keruangan nya. Saat Faisal akan keluar dari ruangan pak Darul, Kirana memanggil Faisal..
"Fais... kenapa kamu gak undang aku waktu kamu menikah kemarin...." Faisal menghentikan langkahnya saat Kirana memanggil nya, dan berusaha mengajak ngobrol Faisal.
"Maaf ya Kirana, aku memang tidak mengundang terlalu banyak orang. Karena acaranya juga dadakan..." Kirana mengajak Faisal keluar, dia ingin ngobrol dengan Faisal. Sudah lama mereka tidak bertemu, ada banyak moment yang mereka lewatkan.
"Sekarang istrimu dimana, pertemukan aku padanya ya..." Mereka berjalan menyusuri koridor rumah sakit, sembari ngobrol..
__ADS_1
"Iya nanti pasti akan saya kenalkan dengan Istri saya..."
"Istrimu beruntung bisa mendapatkan mu..." Kirana menatap kearah Faisal..
"Bukan dia yang beruntung, tapi sayalah yang beruntung bisa menikah dengan nya.. Dia begitu sempurna untuk saya.." Faisal memuji Yulia didepan Kirana.. Kirana hanya tersenyum saat Faisal memuji Yulia.
Ditempat lain...
Felisa yang ditelpon oleh Dino untuk membeli perlengkapan acara kejutan Yulia sedang menunggu Dino di tempat janjian mereka..
"Kok lama banget sih mas Dino nihh.." Felisa menggerutu karena keterlambatan Dino..
"Hai Sha...udah lama nunggu ya..." Dino yang ditunggu sudah ada dihadapannya.
"Kamu nih mas lama banget sih.. sampai pegel aku tuh nungguin nya..." Felisa protes karena Dino datang terlambat...
"Aduhh sakit...mas... Dino...." Felisa memukul-mukul tangan Dino, dan Dino hanya tertawa melihat Felisa yang tambah marah padanya...
" Ya udah ayo berangkat.. " Dino menggandeng tangan Felisa, Felisa menjadi malu diperlakukan Dino seperti itu.
"Kenapa... gak mau digandeng..." Dino melepaskan tangannya, namun ditahan oleh Felisa. Dino semakin terkekeh melihat sikap Felisa yang malu-malu..
Dino dan Felisa memang sering bertemu semenjak kematian anaknya Yulia, jadi mereka sudah semakin akrab. Kadang mereka saling menggoda karena kejombloan mereka. Sekarang dini dan Felisa sudah melajukan kendaraannya ke pusat perbelanjaan di kota Jogja. Mereka akan membeli perlengkapan untuk menghias rumah Faisal. Faisal menyerahkan semuanya kepada Dino dan Felisa untuk menghias rumah nya, menyambut Yulia pulang.
"Kita beli lilin-lilin kecil nya disana aja, terus kita cari balon juga.. hmmm apalagi ya.. " Felisa menunjuk salah satu toko yang menjual perlengkapan untuk mendekorasi ruangan.
"Ya udah kamu cari apa yang dibutuhkan, aku gak ngerti soal begituan.." Dino hanya mengikuti kemana Felisa pergi.
__ADS_1
Setelah semua terbeli, mereka berencana untuk makan. Dari tadi siang Dino belum makan sama sekali. Dia meminta Felisa untuk menemaninya makan. Felisa pun dengan senang hati menemani Dino. Felisa diam-diam menaruh hati pada Dino. Tapi dia sadar diri, dia merasa tidak sepadan dengan Dino, yang notabennya dari keluarga berada.
" Mas Felisa boleh nanya gak.." Felisa memperhatikan Dino yang sedang makan..
"Hmmm mau tanya apa shaaa..." Dino masih menikmati makanan nya.
"Kenapa mas Dino begitu antusias membantu mas Faisal dan Yulia untuk bersatu..."
"Aku kasihan aja sama Yulia Sha..."
"Kasihan.. kenapa?"
"Aku juga gak tau, tapi aku gak tega jika melihat Yulia bersedih..."
" Apa mas Dino suka dengan Yulia..."
"Hmmm aku gak tau shaa.. tapi sejak aku ketemu dengan Yulia, aku kagum dengan nya.. apa lagi dia begitu tulus mencintai Faisal, meskipun dia tahu Faisal belum mencintainya.. Tapi Yulia tidak meninggalkan nya.. Dan aku juga melihat Faisal sudah mulai mencintai nya.. Aku hanya ingin Yulia merasakan kebahagiaan dengan cara membuat Faisal mencintai nya...." Dino mencurahkan isi hatinya pada Felisa, sepertinya dia memang butuh teman curhat.
"Apa sekarang pun mas Dino masih suka sama Yulia.."
" Entahlah.. aku juga tidak tahu... sudahlah gak usah lagi bahas itu... kamu bener gak mau makan...?" tanya Dino pada Felisa, Felisa hanya menggeleng..
To be continued...
Jangan lupa, like, komen dan vote nya..
terimakasih 😍😘😍😘😍❤️😘😘❤️
__ADS_1