
Ibu Sari POV
Saat dikamar Sisi sudah mulai tenang, setelah merengek ingin ikut Ayah nya. Berbagai cara kami lakukan, untuk membuat dia teralihkan dari Faisal. Di mulai dari mengajak bermain kuda-kudaan. Opa nya yang menjadi kudanya, sementara aku yang memegangi Sisi. Sesaat dia lupa, dan tak mencari Ayahnya lagi. Tapi setelah opa nya berhenti, Sisi kembali menangis. Kami bujuk dengan melihat video di handphone, tapi tak berhasil. Sisi tetap menangis, akhirnya dia keluar dari kamar kami, menuju ke kamar Faisal. Aku berusaha mencegahnya, namun tidak berhasil.
Aku hanya bisa melihat Sisi yang sudah membuka pintu kamar Faisal. Sepertinya mereka sedang berbicara dari hati ke hati, namun harus gagal karena kedatangan Sisi. Aku hanya bisa bernafas kasar, aku tak ingin masalah rumah tangga Faisal menjadi semakin rumit. Apalagi, mendengar cerita bapak tadi, Yulia pergi dari rumah karena salah paham pada Faisal. Sebagai seorang ibu, tak ingin melihat rumah tangga anaknya berantakan. Karena itu, aku ingin membuat mereka berdua miliki quality time berdua, tanpa harus di ganggu Sisi. Tapi ternyata usaha kami sia-sia.
Author POV
" Ya ampun Sisi, bikin Ayah kaget saja. Sini!" seru Faisal menghela nafas kasar. Dengan pelan Sisi mendekat kearah Faisal. Diusapnya rambut Sisi, saat dia sudah berada di depan.
"Sisi gak mau bobok sama eyang, eyang gak mau jadi kuda. Sisi maunya bobok sama Bunda." Sisi mendekati Yulia, kemudian memeluknya.
"Sisi sini sayang, Bunda juga mau bobok sama Sisi. Bunda takut, besok gak bisa bobok lagi sama Sisi." Yulia mendekap erat tubuh Sisi.
"Yul, kok ngomong nya gitu, kayak mau pergi lagi aja kamu!" sahut Faisal menatap wajah Yulia, dan Yulia hanya tersenyum.
Faisal keluar dari kamarnya untuk mengambil minum. Karena dia tahu kebiasaan Sisi, kalau tengang malam sering bangun minta minum.
Saat sedang mengambil air minum, ternyata pak Hermawan masih terjaga. Beliau mendekati putranya, dan duduk di kursi ruang makan. Pak Hermawan menyemangati Faisal, tak ingin anaknya putus asa, mendapatkan kepercayaan Yulia lagi.
__ADS_1
Faisal segera kembali ke kamar, berharap Yulia belum terlelap. Hatinya berdebar-debar, seperti seorang ABG yang akan menyatakan cintanya pada gebetannya. "Mudah-mudahan kamu belum tidur Yul, malam ini akan aku ungkapkan semua perasaanku padamu. Agar kamu gak salah paham lagi sama Weli." batin Faisal. Faisal memasuki kamarnya dengan pelan, dia tak mau membuat Sisi terjaga lagi. Saat sudah ada di dalam kamar, Faisal harus menelan kekecewaan. Ternyata (gebetannya) sudah ikut terlelap dengan Sisi. "Ya ampun Yul, susah banget sih mau ngomong cinta sama kamu. Haduh, aku berasa ABG begini ya!" Faisal senyum-senyum sendiri.
Faisal belum bisa tidur, dia terus memikirkan bagaimana caranya agar bisa menyatakan cintanya pada Yulia. Dari awal mereka menikah, Faisal memang tak pernah mengatakan cinta pada Yulia. Dia menikahi Yulia, hanya untuk menguji bagaimana perasaan Weli padanya. Awalnya memang Faisal tidak mencintai Yulia. Namun setelah hidup bersama, Faisal tak bisa memungkiri lagi. Kalau ternyata cintanya pada Weli sudah lama hilang. Yang ada saat ini adalah cintanya pada Yulia.
Faisal jadi ingat, besok lusa adalah hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke delapan. Faisal mempunyai ide, dia akan nyatakan cinta nya di hari itu. Dia akan membuat kejutan kecil untuk Yulia. Faisal memilih tempat yang akan dijadikan tempat untuk memberi kejutan pada istrinya. Kemudian, dia memilih konsep untuk mendekor tempat itu. Dia jadi ingat, saat anaknya meninggal tujuh tahun yang lalu. Anaknya meninggal tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. Jika mengingat itu, Faisal menjadi sedih. Dia tidak mau peristiwa kelam itu terulang lagi.
Pagi-pagi sekali Faisal, Yulia dan Sisi sudah berada di bandara. Faisal memilih penerbangan awal, agar dia bisa menyiapkan pesta kejutan untuk Yulia.
Ibu Sari sebenarnya masih ingin mereka ada dirumahnya. Sudah lama mereka tak bertemu, jadi rasa kangennya belum hilang. Apalagi dengan cucunya itu, rasanya masih enggan untuk berpisah. Mereka saling berpelukan, apalagi saat Yulia meminta maaf pada kedua mertuanya. Ibu Sari sempat menitikkan air matanya, entah mengapa ada firasat kurang baik pada dirinya.
Mereka terbang dari bandara Raden intan pukul setengah enam pagi menuju bandara Adisutjipto. Selama didalam pesawat, Sisi selalu nempel pada Yulia. Dia enggan terpisah dari bundanya. Faisal mencoba untuk membujuk, agar mau dengannya. Namun, sisi tidak mau. Dia tak ingin terlepas dari Yulia. Ke toilet pun Sisi ikut. Faisal hanya Kasihan pada Yulia. Sisi maunya di pangkuan Yulia, tak mau duduk sendiri.
Yulia sangat senang sekali bisa bertemu kembali dengan sahabatnya. Begitupun juga dengan Felisa, dia merasa kesepian jika harus bekerja sendiri. Ya meskipun ada karyawan nya, tapi Sisi tetap kesepian. Di sepanjang jalan, mereka tertawa gembira. Dino juga sangat bahagia, karena Faisal telah berhasil menemukan Yulia, tanpa dia memberi tahu. Dino juga heran, kok bisa Faisal menemukan Yulia tanpa petunjuk apapun. Ya mungkin sudah takdir, yang tak mungkin bisa jadi mungkin.
Akhirnya mereka sampai juga di rumah, Yulia terharu saat memasuki ruang tamunya. Bingkai foto keluarga mereka, sudah terpampang indah di dinding. Sementara para ibu-ibu melepas rindu, Faisal mengajak Dino untuk menyusun rencananya.
Setelah mendapat izin dari para istri, mereka berdua menuju tempat yang direncanakan Faisal. Sebuah cafe yang bernuansa romantis, tempat diselenggarakan pesta ultah pernikahan Faisal dan Yulia. Faisal menyewa salah satu ruangan di cafe itu. Faisal sendiri yang akan mendisain ruangan itu. Perlengkapan dan peralatan sudah siap semua. Faisal mulai mendisain ruangan itu, dimulai dari menempelkan balon-balon didinding, merangkai bunga-bunga, dan lilin yang nantinya akan memperindah Suasana.
Rangkaian bunga mawar putih, sudah tertata rapi di sana. Sekarang Faisal hanya tinggal mencari kado untuk istrinya. Dis mengajak Dino ke toko perhiasan di mall terbesar di kota Jogja. Sebuah kalung berliontin hati, menjadi pilihan Faisal.
__ADS_1
Semua persiapan sudah beres, ruangan sudah di desain, kado juga sudah. Ada yang ketinggalan, gaun untuk istrinya. Ah, Faisal sampai lupa, kalau Yulia punya butik. Faisal memilih ke butik Yulia dan Felisa. Dia akan membeli satu gaun, untuk istrinya. Hahaha lucu, masa harus beli ya, wong itu juga milik istrinya. Tapi beda uang istri yang uang istri, kalau uang suami yang uang istri. Hahaha, gimana ibu-ibu, setuju gak sama saya🤭
Semuanya sudah beres, tinggal menunggu malam saja. Faisal meminta Dino dan Felisa untuk mengajak Sisi menginap di rumahnya. Hari ini adalah hari untuk Faisal dan Yulia, dia ingin membuat momen indah untuk istrinya.
"Mas, Yulia mau minta izin ke rumah Mama dulu. Barusan Mama telpon Yulia, disuruh datang ke sana. Katanya, ada saudara Yulia yang datang dari jauh." Yulia meminta izin untuk pergi ke rumah orangtuanya.
"Iya sayang, nanti pulang nya mas jemput ya?" ucapan Faisal memberi izin.
" Yulia pergi ya Mas, maafin yulia"." Yulia memeluk Faisal erat.
To be continued..
Detik-detik Yulia mengalami kecelakaan...
Bikin dag Dig duk nih..
Maaf sebelumnya untuk para readers, mungkin kalian akan kecewa. Tapi saya ingatkan, novel ini masih akan berlanjut ya.. jadi jangan buli dulu saya.. Takut nya, kayak temen author lainya. Yang di buli sama reader nya, saat isi ceritanya tidak sesuai dengan harapan mereka. Jadi saya ingatkan, jangan sampai terjadi di sini. Karena memang belum selesai....
Salam damai piss🤭
__ADS_1