
"Ngapain Lo disini..." Tanya Dino menepuk punggung Faisal. Dino memang ada dirumah sakit malam itu, dia ambil shif malam, karena tadi siang dia tidak melanjutkan kerjanya dikarenakan menghadiri pemakaman anak Weli dan Rio.
"Eh.. Lo Din..." jawab Faisal gugup..
"Gue nanya sama Lo ngapain Lo disini...." Dino mengulang pertanyaan yang sama dengan nada kesal.
"Gue... " Faisal tak melanjutkan kata-katanya..
"Lo benar-benar kelewatan ya Sal, Lo ninggalin istri Lo dirumah sendirian dalam keadaan hamil.. Lo mikir gak sihh, kalau terjadi apa-apa dengan Yulia.." Kali ini emosi Dino benar-benar sudah meluap, melihat Faisal ad dirumah sakit dan meninggalkan Yulia sendiri dirumah.
"Gue cuma pengen tahu keadaan Weli, itu saja.." ucap Faisal membela diri.
" Lo gak ngambil pelajaran dari pengalaman Rio, sekarang Lo mau ngulangi kesalahan Rio... iya .."
"Jaga mulut Lo ya Din..."
" Kenapa.. Lo benar-benar ngecewain gue, gue pikir Lo sudah mau belajar mencintai Yulia, ternyata gue salah.. Lo tuh tidak seperti ubahnya seorang pengecut...Lo bakal nyesel kalau Lo kehilangan istri Lo.. Camkan itu...."
Dino langsung pergi meninggalkan Faisal, Dino tidak habis pikir dengan pemikiran Faisal yang menurutnya sangat bodoh. Dino khawatir kalau Yulia kenapa-napa. Yulia, wanita yang polos, bahkan dia tidak menaruh kecurigaan pada Weli. Padahal sudah sangat jelas, Faisal lebih memilih menemani Weli dibandingkan menepati janjinya.
+++++++++++++++++
Yulia terbangun ingin ke kamar mandi, biasalah wanita yang sedang hamil tua, memang cenderung sering buang air kecil. Ditengoknya suaminya tidak ada di sampingnya, karena sudah tidak tahan untuk membuang hajat, akhirnya Yulia bergegas ke kamar mandi tanpa memperdulikan keberadaan suaminya.
Setelah melaksanakan hajatnya, Yulia kembali ke ranjangnya. Namun suaminya masih belum ada di ranjang. Karena matanya sangat mengantuk dia langsung tidur. Mungkin Faisal sedang ke dapur mengambil air putih, sebab gelas yang ada di nakas tidak ada, pikir Yulia.
__ADS_1
Faisal kembali kerumahnya setelah ribut dengan Dino dirumah sakit tadi, Faisal sudah lega, karena Weli ternyata sudah sadar. Pikirannya sedikit tenang sekarang.
Faisal lega karena Yulia masih terlelap, saat sampai di rumah nya. Faisal langsung membaringkan tubuhnya disamping Yulia, Faisal membelai rambut Yulia.
"Maafkan aku Yull...Aku janji tidak akan menemuinya lagi.." lirih Faisal sembari mengecup kening istrinya, setelah itu mengecup perut istrinya. Yulia yang merasa ada yang menyentuhnya, akhirnya dia membuka matanya...
"Mas.. mas dari mana?" Tanya Yulia menatap Faisal, Faisal yang gugup dan bingung harus menjawab apa.
"( Apa Yulia tahu kalau aku pergi ya..)" gumamnya dalam hati..
"Mas... itu.. tadi.. mau ngambil minum..." Dijawab bohong oleh Faisal.
"Iya sudah, ayo tidur lagi..." Yulia memeluk Faisal, ada rasa nyaman jika berada dipelukan Faisal.
Satu bulan kemudian...
Yulia merasa senang memiliki orang-orang baik disekitarnya. Faisal juga sudah jarang pulang malam. Faisal menjadi ayah siaga untuk bayinya.
Besok adalah ulang tahun pernikahan mereka, pas satu tahun mereka membina rumah tangga. Yulia ingin ngasih kejutan untuk suaminya. Yulia ingin membuat dinner yang romantis dirumahnya. Hari ini dia akan belanja perlengkapan nya, tanpa sepengetahuan suaminya. Yulia bahagia, karena akhir-akhir ini Faisal menjadi suami yang siaga. Saat Yulia ingin sesuatu, Faisal dengan sigap mengambilnya.
"Yul.. Mas mau ngomong sama kamu.." Ditengah-tengah sarapan Faisal ingin menyampaikan sesuatu.
"Apa mas.." Tanya Yulia sambil menikmati roti bakar nya.
"Mas hari ini ditugaskan untuk pengisi materi seminar di universitas ******* di Solo, tapi mas gak mau ninggalin kamu". Faisal ditugaskan oleh pihak rumah sakit menghadiri seminar di Solo.
__ADS_1
"Ya udah mas berangkat aja...."
"Tapi ini kan udah bulannya kamu lahiran kan Yul..."
"Belum mas.. kan baru delapan bulan, mas gak usah khawatir, apa mas nginap di sana... "
"Nggak Yul, mas usahain pulang kok malam nanti..." Faisal ragu, meskipun Yulia mengizinkannya. Dia gak mau kejadian yang menimpa Weli, akan menimpa istri dan anaknya.
"Nanti aku suruh mama nemenin aku deh..." Yulia berusaha meyakinkan suaminya untuk menghadiri seminar itu.
"Tetep aja Yul, mas gak tega ninggalin kamu.." Ditatapnya dalam-dalam wajah istrinya.
"Gak papa mas, mas pergi aja, kan nginap juga kan...?" Justru dengan kepergian Faisal, Yulia bisa melakukan rencana nya tanpa membuat Faisal curiga. Apalagi kan Faisal tidak menginap, jadi pas banget waktunya.
Faisal mendekati istrinya, Faisal mencium kening Yulia bertubi-tubi, beralih mengusap perutnya. Seakan ada yang mengganjal dalam hatinya. Meskipun keadaan Yulia dan bayinya sehat saat ini, tapi entah mengapa ada firasat yang tidak enak dihari Faisal.
Segini dulu ya...
Sore nanti aku usahain up lagi..
maklum author lagi ada sedikit kerjaan terkait dengan pilihan pilkada...
jangan lupa like, komen, rate, dan votenya ya...
terimakasih yang sudah setia membaca novel
__ADS_1
suamiku tak pernah mencintaiku 😭😭
Salam hangat dari author 😍😍😍😍😍😍