
Weli dan Rio hanya saling diam, keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Rio yang tidak mau terlihat lemah dengan keadaan nya, dia bergegas pergi dari rumah nya untuk menenangkan diri. Saat akan melangkah keluar, Weli memanggilnya..
" Kamu mau kemana Yo...aku mohon jangan pergi dari rumah.." Weli menarik tangan Rio untuk mencegah Rio pergi.
"Aku butuh tenangkan pikiran ku.. izinkan aku pergi..' tolak Rio melepaskan tangan Weli, dan kembali melangkahkan kakinya..
"Rio tunggu... kenapa harus pergi....aku mohon Yo jangan pergi" cegah Weli, dia bersikeras tidak ingin Rio meninggalkan rumah dalam keadaan hati dan pikirannya yang sedang kacau.
" Aku gak akan pergi meninggalkan kamu Wel, aku butuh waktu untuk sendiri. Tolong..jangan cegah aku..." Rio berbalik badan dan memegang kedua pundak Weli, untuk menyakinkan bahwa dia memang butuh waktu untuk sendiri.
"Tapi Yo..." Weli tidak melanjutkan kata-katanya, telunjuk Rio membungkam mulut Weli...
"Jika ada apa-apa segera hubungi aku..." Rio langsung pergi meninggalkan rumah, Weli pun hanya pasrah melihat kepergian suaminya.
Rio melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dia begitu frustasi dengan pengakuan Weli yang ternyata sampai sekarang pun belum bisa mencintai nya. Pernikahan yang tidak didasari saling cinta, sampai kapan dia akan bertahan.
Sampai juga Rio disebuah rumah minimalis yang berlantai dua, rumah itu adalah rumah sahabatnya. Dino memang tempat yang nyaman untuk berbagi masalah Rio dan Faisal. Rio mengetuk pintu rumah Dino, beberapa kali dia mengetuk namun belum ada sahutan dari tuan rumah nya. Dia mencoba nya lagi, dan kali ini pemilik rumah membukakan pintunya. Tampak Dino mengerjakan matanya, sesekali mengucek matanya..
"Ngapain Lo malam-malam begini kerumah gue.." Dino terkejut ternyata yang datang Rio. Rio langsung masuk tanpa persetujuan dari Dino..
" He...mau apa Lo kesini...." Dino mengikuti Rio.
"Berisik Lo...pusing gue..." Rio memijit kepalanya.
"Aneh..." dino mengernyitkan dahinya.
"Gue nginep disini ya..." Rio meminta izin pada Dino. Dino pun terkejut dengan ucapan Rio. Sebenarnya ada masalah apa sih dengan Rio sampai-sampai kabur dari rumah, pikir Dino..
"Gak.. salah Lo...ada apa sebenarnya" Dino sudah gak tahan lagi melihat tingkah sahabatnya itu.
" Guee..bingung.. gue harus bagaimana..Weli sama sekali belum bisa ngelupain Faisal.. sampai sekarang.." Rio mulai bercerita, Dino pun terkejut dengan ucapan Rio.
"Tunggu..tunggu...Lo bilang Weli gak bisa nglepain Faisal. Bukannya selama ini dia mencintai Lo.." Dino mengutarakan apa yang dia tahu
__ADS_1
"Bullshit...bohong ... siapa yang bilang seperti itu .." Rio terkejut mendengar Weli mencintai nya.
"Weli sendiri yang ngomong.." Dino menjawab jujur kalau Weli sendiri lah yang bilang.
"Waktu itu gue ketemu istri Lo dirumah sakit, waktu jenguk ibu Lo yang sedang sakit. Saat itu Weli keluar dari ruangan Faisal. Awalnya Weli terkejut melihat gue memergoki dia sedang menemui Faisal. Kemudian Weli ngajak gue ngobrol".
" Weli cerita kalau selama ini yang dia cintai itu bukan Faisal tapi Lo, dan kenapa Weli menjalin hubungan dengan Faisal cuma karena ingin tahu perasaan Lo. Dan waktu dia kecelakaan itu sebelum Lo nikah dengan dia, Lo mengutarakan isi hati Lo ke dia. Mangkanya dia langsung mau nikah sama Lo.." jelas Dino menceritakan apa yang Weli katakan padanya..
"Bukan seperti itu cerita yang sesungguhnya.." Rio mulai mengatakan kebenaran nya pada Dino..
"Maksud Lo..." Dino terkejut, ternyata Weli membohongi dia. tapi apa tujuan Weli membohongi dirinya.
Flashback on..
Malam itu tampak seluruh keluarga kumpul diruang keluarga, mereka sedang membahas perjodohan Weli dan Rio. Namun saat semua keluarga sudah berkumpul, Weli dan Rio belum pulang ke rumah. Mereka juga tidak tahu rencana perjodohan itu, karena om Adrian tidak memberitahu langsung pada mereka. Pak Adrian papa Rio ingin memberi kejutan pada putra putrinya, Weli memang sudah di angkat sebagai anaknya. Sejak orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat, jadi Adrian lah yang mengasuhnya.
Akhirnya yang ditunggu datang juga, Weli dan Rio pulang bersamaan. Mereka berdua ditugaskan oleh Andrian untuk meninjau proyek perkebunan sawit di kota Lampung.
"Akhirnya kalian datang juga,,, kok sampai malam Yo.." Pak Andrian yang duluan menyapa mereka.
"Iya pah.. tadi mampir ke cafe temen dulu.." dijawab oleh Rio.
"Sini nak dekat dengan nenek.." nenek Yati mengajak Weli untuk duduk disampingnya. Nenek Yati adalah orang yang paling sayang pada Weli, nenek Yati sejak dulu ingin punya cucu perempuan. Tapi kenyataan nya, cucunya laki-laki semua, Termasuk Rio. Weli menuruti kemauan neneknya..
" Baiklah karena sudah kumpul semua, papah ingin menyampaikan berita baik buat kalian berdua. Rio papa ingin menikahkan kamu dengan Weli" Ucapan Andrian membuat Weli dan Rio terkejut..
" Apa pah... menikah...Rio dan Weli... ayolah pah..papah gak lagi becanda kan..", Rio yang tidak percaya dengan apa yang papanya sampaikan, sehingga mengulang pernyataan papanya..
" Iya nak, cuma kamu yang bisa membahagiakan Weli.." Kali ini mama Fany yang menjawabnya. Weli hanya tertunduk, dia tidak ingin memperlihatkan kesedihannya didepan keluarga Rio..
"Kamu setuju kan nak?" Mama Fany menatap Weli, Weli yang bingung harus menjawab apa. Weli begitu mencintai Faisal, bahkan mereka berencana akan segera bertunangan. Tapi ternyata rencananya harus dia gagalkan, setelah orang tua Rio menjodohkan dirinya dengan Rio.
"Kok diem nak.." nenek Yati merangkul bahu Weli, seakan memberi kekuatan untuk menyetujui permintaan orang tua Rio..
__ADS_1
"Rio gak setuju pah.. Rio gak mungkin menikahi Weli, dia adik Rio pah..." Rio menentang kemauan orang tua nya..
"Papa tidak perlu persetujuan mu Yo..." papanya terlalu keras kepala, sehingga ucapan nya adalah titah yang harus mereka turuti..
"Papah jangan egois dong pahh.. Weli sudah punya pacar dan sebentar lagi pacar nya akan melamar dia.." Rio masih berusaha untuk menggagalkan rencana papanya, Pak Andrian beralih menatap Weli..
" Apa benar yang Rio katakan Weli.." Nada bicaranya sedikit keras. Weli yang saat itu masih menunduk tidak tahu harus menjawab apa. Disisi lain dia tidak ingin membuat orang tua Rio kecewa, disisi lain dia sangat mencintai Faisal.
"Jawab nak..apa benar yang dikatakan oleh Rio"
mama Fany mendekati Weli, Beliau tau kalau Weli saat ini sedang bingung untuk menentukan pilihan.
" Weli... mencintai nya pa..." kata-kata itu lolos dari mulutnya, mereka semua terkejut dengan apa yang Weli ucapkan..
" Maafkan Weli pa..ma.. nek.." Air mata Weli tidak terasa jatuh begitu saja dipipinya, Weli merasa seperti orang yang tidak tahu berterima kasih karena menolak perjodohan orang yang selama ini merawatnya...
"BERSAMBUNG"
Gimana kelanjutannya ya..
apa keluarganya Rio menerima keputusan Weli atau sebaliknya....ikuti kisah mereka di part selanjutnya.....
Awalnya author mau bikin kisah cweli dan Rio ini cuma satu bab, tapi kayaknya kepanjangan.. jadi author bikin 2 bab..
yang kangen Faisal dan Yulia...sabar dulu ya...
biar ceritanya jadi alur yang baik...
terimakasih buat para readers yang udah kasih dukungan untuk Faisal dan Yulia..
Jangan bosan-bosan ya buat like, komen dan kasih juga dong vote nya...
terimakasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘❤️❤️
__ADS_1