
Faisal terbangun pukul tiga dini hari, dia ingat belum melaksanakan sholat isya. Faisal sadar, kalau dia tidak tidur di kamarnya. Faisal beranjak pergi ke kamarnya untuk melaksanakan sholat isya. Faisal juga melaksanakan sholat tahajud, untuk meminta petunjuk pada sang pencipta. Faisal menyadari, begitu banyak kesalahan yang dilakukannya pada Yulia. Dari awal saja sudah salah, menjadikan Yulia sebagai alat untuk mengetahui perasaan Weli yang sesungguhnya. Menangis pun saat ini percuma, tidak akan mengembalikan Yulia di sisinya lagi.
Usai sholat, pikiran dan hati Faisal sedikit lebih tenang. Setelah mengadukan semua masalah nya pada Allah SWT. Faisal memilih untuk tidak tidur lagi. Dibukanya ponselnya, berharap ada petunjuk dari sana. Faisal jadi ingat, Yulia aktif di akun Facebook nya. Dan Faisal sendiri berteman dengannya. Dibuka aplikasi Facebook dari ponsel Faisal, di carinya pertemanan di akun Facebook nya. Naas, ternyata Yulia sudah meng Unfriend akun Facebook Faisal. Dan yang bikin Faisal kesal, akun Facebook Yulia di privasi, jadi tidak bisa terbuka untuk umum. Faisal kecolongan lagi. Beberapa kali dia beristighfar, agar tidak terbawa emosi. Puas berkutik dengan ponselnya. Faisal jadi ingat, kalau Yulia pernah bilang, ingin mengunjungi Adik ayah mertuanya. terlintas dalam pikirannya, apa mungkin Yulia ke Bantul. Tapi Faisal tidak tahu persis alamat rumahnya. Sekali lagi Faisal mengenyam kekecewaan. Betapa bodohnya dia selama ini, saat seperti ini baru disadari nya.
Mata Faisal tertuju pada bingkai foto pernikahannya di atas meja. Dia baru sadar, kalau selama ini tidak pernah mengabadikan momen-momen bersama Yulia. Momen yang diabadikan oleh Faisal, cuma foto pernikahannya dan foto keluarga yang dipampang di ruang tamu.
"Kenapa kamu pergi lagi Yul, bukankah kamu sudah pernah berjanji tidak akan meninggalkan ku. Tapi kamu pergi dengan membawa anak kita." Diusapnya foto Yulia yang ada dibingkai itu.
Faisal tidak tahu persis apa yang sudah diketahui oleh Yulia, sehingga dia pergi meninggalkan nya.
Pagi harinya, Faisal tetap pergi ke rumah sakit untuk bekerja. Usai kerja nanti, dia berniat akan meminta alamat Pamannya Yulia yang di Bantul. Cuma itu harapan satu-satunya yang dimiliki Faisal.
Sampai di rumah sakit, Faisal melihat Dino yang baru saja keluar dari mobilnya. Faisal berlari menghampiri Dino. Dino yang melihat Faisal mendekat, bersikap sesantai mungkin. Agar tidak dicurigai oleh Faisal.
"Din, gue mau ngomong sama lo!" Seru Faisal dengan nada dingin.
"Ada apa Sal, sepertinya ada yang penting" Ucap Dino mengerinyitkan dahinya.
"Yulia, dia pergi lagi dari rumah." Faisal tertunduk lesu.
"Apa!! Kenapa bisa terjadi Sal?, Lo apain lagi Sih Yulia hah?" Dino berpura-pura terkejut mendengar ucapan Faisal.
"Hmm, masa Lo gak tahu Din?, apa Felisa gak cerita sama Lo?"
"Cerita apa Sal, gue gak ngerti."
"Sini, Lo ikut gue"Faisal menarik tangan Dino, agar mengikutinya. Faisal mengajak Dino ke kantin rumah sakit. Dino hanya menurut saja, dibawa oleh Faisal. Mereka duduk di tengah-tengah, kebetulan kantin pagi ini sangat penuh, dan hanya menyisakan satu bangku yang sekarang di duduki Faisal dan Dino.
Faisal ingin mencurahkan isi hatinya pada Dino, sekaligus bertanya, apa yang terjadi saat dia koma.
__ADS_1
"Din, Lo..jujur sama Gue!. Apa yang terjadi selama gue koma?" Faisal menatap Dino tajam.
"Yakin, Lo mau denger semuanya?" Dino tersenyum mengejek.
"Ayo Din, gue gak mau main-main. Dimana Yulia sekarang?, Lo pasti tau kan" Ucap Faisal memelas.
"Ok, nanti siang gue ceritain semuanya sama Lo. Sekarang lebih baik kerja dulu, Bye Faisal." Dino pergi meninggalkan Faisal dengan tersenyum puas. Akhirnya rencananya dan Yulia berhasil, membuat Faisal kalang kabut.
Faisal menatap kepergian Dino dengan wajah kecewa. Dia berharap akan mengetahui secepatnya keberadaan Yulia, tapi sayang kondisi yang tidak mendukung. Faisal pun ikut pergi ke ruangannya.
________________
Di tempat lain.
Yulia baru saja selesai memandikan Sisi. Sisi masih mengenakan handuk yang melilit ditubuhnya. Yulia beranjak mencarikan baju untuk Sisi, dan segera memakaikannya.
"Mau dong Bun!" Sisi menoleh ke arah Yulia.
"Sisi pakai jilbabnya dulu ya nak." Dengan telaten Yulia memakaikan Jilbab Sisi. Mereka terlihat sangat serasi, ibu dan anak yang sangat cantik dengan gamis dan jilbab yang sama.
Yulia akan mengajak Sisi wisata kuliner di daerah yang dia tempati sekarang. Dia ingin memanjakan anaknya, agar sedikit teralihkan dari Ayahnya.
Kini Yulia menaiki motor metik milik pakleknya. Dia akan mengajak Yulia keliling Jepara. Banyak Tempat kuliner yang akan di tuju oleh Yulia.
Yulia tahu persis lokasi-lokasi di daerah Jepara. Karena waktu masih kecil, Yulia memang tinggal disini. Jadi, dengan sangat mudah dia hafal jalannya.
Puas berkeliling di seputaran Jepara, Yulia mengajak Sisi ke kedai bakso yang cukup terkenal di Jepara. Kedai bakso Buto ijo, yang sekarang lagi booming. Yulia memarkirkan motornya di halaman kedai itu. Yulia masuk dengan menggandeng tangan Sisi. Tempatnya memang cukup asyik, tempat duduknya lesehan. Membuat pengunjungnya bisa bersantai sembari menikmati makanan nya. Tempatnya juga gak jauh dari pusat kota Jepara.
Yulia memesan Bakso tumpeng Kush larvanya. Bakso yang tingkat kepedasannya bikin telinga dan mulut kita terbakar. Sementara Sisi, dia memesan bakso beranak, gak kalah enaknya dengan bakso tumpeng. Sisi sangat senang bisa makan bakso sepuasnya tanpa ada yang melarangnya. Faisal memang melarang Yulia dan Sisi untuk makan bakso. Menurutnya, tidak sehat karena terlalu banyak mengandung MSG.
__ADS_1
Yulia sangat menikmati bakso tumpeng nya, sensasi yang belum pernah dia rasakan. Kuah bakso yang hangat, ditambah lagi rasa pedas yang membuat keringat nya bercucuran. Sisi pun begitu, baru pertama kalinya dia menikmati makan bakso tanpa harus dilarang Ayahnya.
Saat sedang asyik menikmati baksonya, seorang pria berambut Cipak menghampiri Yulia. Pria itu tersenyum manis ke arah Yulia.
"Yulia... kamu Yulia Rachmawati kan?, anak IPS yang pinternya kebangetan itu. Hhhhh gak nyangka bisa ketemu kamu disini." Cepat pria itu pada Yulia.
"Maaf anda siapa?." jawab Yulia kebingungan.
"Kamu lupa sama aku Yul, Angga Aditya. Pria yang di tolak pas nyatakan cintanya di depan umum sama kamu." Pria itu lalu memperkenalkan diri.
"Ya ampun Angga!, kamu kelihatan beda. Jadi aku gak bisa ngenalin kamu, maaf ya"
"Hmm segitu bencinya dirimu Yul, sampai-sampai kamu gak inget Lo sama aku."
'Biksn begitu Angga, kamu dulu kan pendek, terus kamu juga kurus. Sekarang lihat tubuhmu aja atletis kayak gini, terus tu apa kabar dengan tubuhmu yang cebol dulu..hhhhh" Yulia tertawa lepas, mengingat kenangan nya yang dulu bersama Angga.
Angga adalah teman sekolahnya Yulia. beberapa kali menyatakan cinta pada Yulia. Namun ditolak oleh Yulia, dengan alasan belum boleh pacaran dengan Papanya. Angga memang dulunya ikut neneknya di Jogja. namun setelah neneknya meninggal, Angga kembali lagi ke rumah orangtuanya di Lampung. Angga menjadi dosen di salah satu universitas di Lampung. Karena itu, di menetap di Lampung. Angga masih melajang sampai saat ini, orang tuanya juga sudah geram ingin menjodohkan Angga dengan wanita pilihan orang tuanya. Tapi Angga selalu menolaknya, dengan alasan ada gadis yang selama ini masih ada dalam hatinya. Angga juga mengetahui kalau Yulia sudah menikah. Betapa hatinya hancur mendengar berita itu. Angga berniat ingin memantaskan diri dulu, baru setelah itu akan langsung minta Yulia pada Papanya. Tapi ternyata takdir berkata lain, Yulia keburu menikah dengan Faisal. Dan sampai sekarang hatinya masih tetap milik Yulia.
To be continued..
Kemarin yang minta, buat Faisal cemburu pada Yulia. Sudah aku kabulkan ya..
Ditunggu kelanjutannya nanti siang.
maaf kemarin gak bisa up, banyak orderan soalnya..
Kan aku juga jualan online di dunia nyata.
Salam hangat dari aku ya...
__ADS_1