Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
26. Ngedate yang gagal


__ADS_3

Hai.. buat pecinta Yulia dan Faisal siapin hati ya...soalnya bakal ada perang besar nih...


Selamat membaca... 😍🙏🙏🙏


-----+++------


Malam itu Yulia terlihat sangat cantik dengan balutan gaun warna cream dan jilbab instan yang senada. Sementara Faisal memakai jas warna biru muda dan dasi kupu-kupu, menambah kesan lebih muda dari biasanya. Mereka berjalan bak sepasang kekasih yang saling mencintai. Faisal membukakan pintu mobil untuk istrinya, Yulia tersenyum bahagia. Tampak jelas dari wajahnya, tak henti-hentinya Yulia memandang suaminya. Seperti mimpi diperlakukan oleh Faisal seperti ini, Yulia tak henti-hentinya tersenyum membuat Faisal jadi salting.


" Kamu kenapa Yul senyum-senyum kayak gitu.." ucap Faisal sambil fokus mengendarai mobilnya, Yulia jadi kaget dengan pertanyaan Faisal..


" Aku tuh seneng banget tau gak sih mas, selama ini aku tuh selalu iri melihat pasangan- pasangan diluar sana yang romantis gitu.."Kali ini tangan Yulia memegang paha Faisal.


" mas janji bakal bersikap romantis sama kamu,, udah ah jangan Nyengir-nyengir gitu.. entar giginya kering Lo..." ejek Faisal pada istrinya, tampak nya Faisal sekarang dalam mode waras. Sehingga dia bisa bercanda pada Yulia..


" ehh mas apaan sih ngatain Yulia kayak gitu.." gerutu Yulia. Faisal menanggapinya dengan senyum puas karena melihat Yulia merajuk. Ternyata ada sisi lain dari Yulia yang tidak diketahui oleh Faisal, senyum Yulia itu membuat orang yang memandangnya jadi klepek-klepek. Ya... memang selama ini mana sempat dia memperhatikan istrinya, yang ada di otak Faisal kan cuma Weli..


Akhirnya mereka sampai juga ditempat tujuan, sebuah cafe yang bernuansa romantis. cocok lah untuk para pasangan yang akan ngedate, seperti Yulia dan Faisal saat ini. Ketika mereka sedang berjalan menuju tempat duduk mereka, Yulia tampak melihat seseorang yang dia kenal. Yulia menarik tangan Faisal untuk mengikutinya mendekati orang tersebut, dan benar saja orang itu adalah Weli. Yulia langsung menghampiri ingin menyapa Weli...


" ya ampun bisa ketemu mbak Weli disini.." sapa Yulia, Faisal Rio dan Weli tampak terkejut.


"Ehh.. Yul, Sal, kalian kesini juga.." Weli tersenyum bersahabat pada Yulia dan Faisal, namun tidak dengan Faisal. Wajahnya berubah 180 derajat, dari yang sumringah dan sekarang seperti seorang pencuri yang tertangkap basah sedang mencuri..


"Oh.. ini istri kamu Sal, cantik juga" timpal Rio tersenyum ramah pada Yulia..


"Iya mas,, mas ini suaminya mbak Weli ya.. siapa namanya mas.. Rio ..iya mas Rio.." Yulia sangat mengingat jelas sahabat-sahabat suaminya.


"Iya kenalin aku Rio, sahabat suamimu juga" Rio memperkenalkan diri, Faisal hanya diam tak bergeming. Faisal merasa hari ini adalah hari apes seluruh dunia. Dia tidak bisa kalau harus dalam situasi yang seperti ini.


"Yul sini gabung aja,, kita double date malam ini.." Weli merasa senang akhirnya bisa bertemu mereka berdua, jadi dia bisa memperhatikan gerak-gerik dari keduanya..


" Gak usah kami berdua saja, kalian silahkan lanjutkan makan malam kalian.." kali ini Faisal angkat bicara..

__ADS_1


" Ayolah sal jarang-jarang kan kita ketemu kayak gini.." Rio pun berusaha membujuk Faisal, entah apa yang sedang Rio fikirkan. Selama ini dia juga merasa cemburu apabila Weli dan Faisal bertemu.


"Iya mas.. kita disini aja ya..." Yulia yang mulai merayu suaminya agar mau menerima tawaran Weli dan Rio.


"Tapi Yul.." ucapan Faisal terhenti ketika istrinya menarik Faisal untuk duduk di sebelah dia dan Weli. Faisal pun tidak bisa menolak lagi, dia takut akan membuat Yulia curiga, akhirnya dia menerima ajakan double date dari Weli dan Rio.


"Mbak.." panggil Rio pada salah satu pelayan cafe tersebut.


"Iya mas ada yang bisa saya bantu.." tanya pelayan itu ramah sambil menyerahkan buku menu pada mereka.


" Kamu mau pesan apa sayang" tanya Weli pada Rio..


" Samain aja sama kamu sayang" jawab nya sambil tersenyum.


" Mbak saya pesenam spaghetti tapi sausnya jangan yang tomat ya, pake saus cabe..terus sama jus alpukat, suami saya juga itu ya mba.." ujar Weli mulai menyebutkan menu pada pelayanan cafe, dan dengan sigap mencatat pesanan Weli.


" Kalau kamu apa yull" kali ini Weli bertanya kepada Yulia, yang tampak nya sedang bingung memilih menu yang akan dia pesan.


"saya potato garlic aja dan jus lemon juga" Faisal menyebutkan makanan yang dia pesan. Setelah mencatat pesanan mereka pelayan itu pergi meninggalkan mereka, untuk menyiapkan pesanannya.


"Oh iya Yulia, kok tadi bisa tahu nama saya.. apa Faisal yang memberitahu kamu.?" Rio yang penasaran dengan Yulia karena bisa tahu nama dia akhirnya angkat bicara.


" Nggak sayang.. itu loh aku kan sebelumnya pernah ketemu Yulia di minimarket dekat rumah kita." yang menjawabnya Weli.


"Oh kok belanja nya jauh amat ya Yul..." Rio penasaran kenapa Yulia bisa ada di minimarket dekat rumahnya, kan rumah dia cukup jauh dari minimarket itu.


"Ehh kebetulan Yulia kan kursus jahit di samping minimarket itu mas Rio.." kali ini Yulia yang menjawab


" Oh kirain Faisal yang memberitahu.." Rio melirik Faisal, yang dibalas tatapan tajam oleh Faisal.


Disela-sela obrolan mereka pesanan mereka datang, pelayan meletakkan nya dengan hati-hati sesuai pesenan mereka. Setelah itu mempersilahkan mereka untuk menikmati nya.

__ADS_1


Mereka tampak asyik menyantap makanan mereka masing-masing, tiba-tiba Rio menyuapkan makanan nya ke mulut Weli. Dengan spontan Weli pun menerima suapan suaminya, sementara Faisal semakin kesal dengan sikap pasangan suami istri yang di depan nya itu.


Yulia yang gak mau kelihatan gak romantis dengan pasangan Rio dan Weli, diapun berinisiatif menyuapkan steak yang ada di pisau steaknya kedalam mulut Faisal. Namun belum sempat di terima oleh Faisal Weli pun segera mencegahnya..


"Faisal tidak bisa makan daging" ucapan Weli membuat Yulia menarik kembali makanan yang akan dia usapkan kepada Faisal. Yulia tidak pernah tahu kalau Faisal tidak bisa makan daging.


"Faisal kalau makan daging, dia akan muntah-muntah.." tanpa sengaja ucapan Weli membuat Yulia merasa sedih. Selama dia menikah dengan Faisal, Faisal tidak pernah memberitahu kepada nya.


"Cukup...gak usah sok tahu dengan apa yang saya makan.." bentak Faisal kepada Weli. dia sudah tidak tahan dengan kekesalannya.


" Sal.. kenapa kamu marah sama Weli, emang benar kan kamu gak bisa makan daging.." Rio berusaha membela istrinya, dia tidak suka orang lain membentak istrinya. Apalagi yang membentak itu adalah mantannya..


"Lagian suami macam apa kamu, yang gak memberitahu sesuatu yang tidak bisa kamu makan pada istri mu. Kalau Yulia sudah terlanjur memasaknya, terus kamu bilang gak bisa makan makanan itu. Apakah Yulia tidak akan merasa kecewa." kali ini Rio menyalahkan Faisal karena gak terbuka pada istrinya sendiri.


" Gak sok ngurus rumah tangga saya, urus saja rumah tangga kamu. Dan satu lagi gak usah ngajarin saya untuk terbuka pada istri saya." Faisal lalu menarik tangan Yulia untuk meninggalkan tempat itu. Yulia merasa sedih, kenapa Faisal begitu marah, hanya karena masalah yang sepele. Yulia hanya bisa mengikuti Faisal pergi.


"Kamu gak usah dengerin mereka ya Yul.. kita cari tempat makan yang lainnya" Faisal berhenti di depan cafe tersebut.


" Tapi emang bener kan mas, mas selama ini selalu tertutup kepada Yulia." dijawab lemah oleh Yulia. Faisal hanya bisa diam tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


bersambung...


Konfliknya segini dulu ya...


terimakasih buat yang udah kasih dukungan melalui vote nya..


terimakasih juga yang sudah berikan jempol nya untuk novel


"Suamiku tidak pernah mencintaiku 😭😭"


..

__ADS_1


terimakasih 😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2