
Tok tok..
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Faisal. Tampak seorang wanita yang memakai gamis berwarna hijau muda serasi dengan pasmina yang dia pakai.
"Assalamualaikum mas.." Yulia mendekati Faisal yang masih tercengang atas kehadiran nya.
"Waalaikumusalam Yul,, kamu disini.. sama siapa.." Faisal berjalan kearah Yulia, yang sudah duduk di kursi ruangan Faisal..
"Iya mas..aku mau kasih kejutan buat mas Faisal.. " Yulia meraih tangan suaminya.
"Hmmm apa kejutannya.." Faisal yang masih bingung dengan kehadiran istrinya itu.
"Mas... tutup matanya dong.." Yulia ingin membuat Faisal semakin penasaran.
Akhirnya Faisal menuruti kemauan istrinya untuk menutup matanya. Yulia meletakkan sebuah amplop ditangan Faisal.
" Mas sekarang buka matanya, Terus buka amplopnya" Yulia sudah gak sabar melihat reaksi Faisal tentang apa isi dari amplop itu.
Faisal membuka matanya, setelah itu membuka amplop ditangan nya. didalam amplop itu ada selembar kertas yang dia kenali. kertas itu berisi keterangan bahwa istrinya positif hamil. usia kandungannya sudah memasuki usia lima Minggu. Faisal tampak bahagia, dengan refleks dia memeluk tubuh istrinya.
"Kamu hamil Yul.. Alhamdulillah ya Allah. terimakasih.." Faisal mengusap perut Yulia yang masih terlihat datar.
" Iya mas...." Yulia lega dengan ekspresi Faisal yang ternyata tampak bahagia. Awalnya Yulia takut, kalau Faisal akan menolak kehadiran bayi yang ada di dalam kandungan nya.
POV Yulia...
Ketika aku sedang bercengkrama dengan mama dan papaku, tiba-tiba perutku terasa kram. Perutku sakit, sampai- sampai orang tuaku merasa khawatir. Akhirnya mama menyuruhku untuk memeriksa keadaan ku dirumah sakit. Aku diantar oleh papaku dengan mengendarai motor milikku, awalnya mama tidak setuju. Tapi aku meyakinkan mama karena sakit yang kurasakan diperutku sudah mulai menghilang. Dengan berat hati manapun menyetujui kemauanku.
Sesampainya dirumah sakit, aku menceritakan keluhanku pada seorang perawat. Dan akhirnya aku disuruh memeriksa kan kondisi ku di dokter kandungan. Awalnya aku kaget, tapi aku juga berharap semoga ada baby didalam perutku. Setelah dokter memeriksa urine ku, selang beberapa saat akhirnya hasilnya keluar. ada garis merah di tespeck yang dokter Vania bawa.
Dokter Vania pun memberikan beberapa vitamin untuk aku minum. Beliau juga berpesan agar aku tidak terlalu banyak aktivitas yang berat-berat, dan yang paling penting tidak boleh stres. Aku berharap dengan kondisi ku yang sekarang akan membawa energi positif dalam rumah tangga ku bersama mas Faisal.
__ADS_1
Aku berniat akan memberi kejutan pada mas Faisal, kebetulan rumah sakit tempat aku memeriksakan kandunganku sama dengan rumah sakit tempat mas Faisal bekerja. Aku menyuruh papa
pulang duluan dan aku
akan langsung menemui mas Faisal di ruangannya. Kebetulan jam makan siang pun sebentar akan berakhir, aku langsung saja menuju ke ruangan mas Faisal. aku mengetuk pintu, dan langsung masuk tanpa persetujuan mas Faisal.
Mas Faisal terkejut melihat kedatangan ku disini. lalu aku menyerahkan surat keterangan hamil dari dokter Vania kepada mas Faisal. Aku gak menyangka mas Faisal merespon baik bahkan sangat antusias dengan kehamilanku.
Aku harap ini awal yang baik untuk kebahagiaan rumah tangga kami.
Author POV.
"Kamu sekarang pulang ya, mas mau izin mengantarmu pulang". tawar Faisal pada istrinya yang masih enggan melepas pelukannya dari Faisal.
"Gak usah mas biar aku naik taksi online saja, gak enak mas sama atasan mas. Baru kemarin juga mas izin sakit dan gak masuk kerja, Sekarang mau minta izin lagi". Tolak Yulia yang mulai melepaskan pelukannya. Yulia bahagia, belum-belum Faisal sudah perhatian dengan nya.
"Ya udah mas antar kebawah ya.." Faisal menggandeng istrinya keluar dari ruangan.
"Kenapa malu Yul.. mas kan suami kamu.." Faisal meraih lagi tangan istrinya, Yulia pun menyerah mengikuti kemauan suaminya.
Saat sampai di lobi mereka bertemu dengan Dino yang baru saja datang dari tempat parkir.
Dino melihat kemesraan Faisal dan Yulia, timbul ide usilnya ingin menggoda Faisal.
Dino mendekati mereka..
"Ehh MBK..eh.. Yulia, ah panggil Yulia aja ya biar kelihatan akrab." Dino mulai melancarkan aksinya, Faisal melirik sekilas Dino..
" Eh iya mas..Dino.." Yulia mengingat-ingat pria yang didepan nya.
"Tumben nih kemari, kangen ya sama Faisal.." goda Dino lagi..
__ADS_1
" Kalau iya emangnya kenapa.." Faisal yang sudah mulai emosi melihat tingkah Dino.
" Wahhh Nyamber aja nih orang...kaya kompor.." sahut Dino tersenyum mengejek Faisal.
" Udah Yul,, itu taksinya sudah datang. Ayo mas antar sampai sana.." Faisal mengajak Yulia untuk segera pergi menjauhi Dino. Dino pun merasa senang karena sudah menggoda Faisal. Dino yakin kalau Faisal memang sudah mulai cinta pada Yulia.
pak Sukamto pulang kerumahnya untuk menyampaikan berita gembira pada istrinya. Putri kesayangannya kini telah mengandung cucu mereka. Ibu Siti langsung sujud syukur, begitu mendengar kalau Yulia hamil. ibu Siti langsung menelpon besannya, karena selama ini besannya sering menghubungi ibu Siti. Menanyakan apakah Yulia sudah hamil apa belum . Begitu di beri tahu kabar tentang kehamilan Yulia, ibu Sari mertua Yulia sangat bahagia. Bahkan Ibu Sari dan keluarganya akan mengunjungi Yulia.
Yulia sekarang sudah tiba dirumahnya, dia ingin berbagi kebahagiaan nya dengan sahabatnya. Yulia mengambil ponselnya, dan langsung menelpon Felisa.
"Assalamualaikum fel, " setelah tersambung Yulia segera mengucap salam
" Waalaikumusalam Yul, tumben telpon. Kamu kangen ya seharian gak ketemu aku.." Felisa sangat antusias karena Yulia menelponnya, Felisa tinggal sendiri di rumahnya. Orang tuanya berpisah saat dia SMA dulu. Ibunya hidup bahagia dengan bapak tirinya, sementara bapak kandungnya jarang sekali pulang kerumah. Jadi kalau libur les begini dia menghabiskan waktu untuk mempraktekkan belajar menjahitnya.
" idihh pede amat si kamu.." Yulia merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya, " aku punya kabar gembira nih..ayo tebak.." Yulia ingin Felisa menebak apa yang akan dia sampaikan..
" apa..ya... oo... ya suamimu sudah nyatakan cinta ya cinta ya yull" tebak Felisa asal. Yulia yang mendengar Jawaban Felisa tiba-tiba dadanya sedikit sesak. Yulia jadi ingat, kalau Faisal tidak pernah sekalipun menyatakan cinta padanya. Yulia terdiam sesaat..
" Yul...yull.." panggil Felisa karena tidak ada Jawaban dari Yulia..
"eh..iya.. bukan itu, kalau itu mah tiap hari mas Faisal bilang cinta ke aku.." bohong Yulia, dia tidak mau kalau suaminya terlihat jelek Dimata sahabatnya. Apalagi sekarang dia telah mengandung anak Faisal. Kata cinta tidak menjadi prioritas baginya.. toh.. Faisal memperlakukan dia dengan manis selama ini.
" serius kamu yull.. wah udah ada perubahan dong.." ucap Felisa tidak percaya..
" iya.. eh aku tuh mau ngomong, kalau aku sebentar lagi akan menjadi ibu.." ujar Yulia penuh semangat...
"Wahh selamat ya sayang... aku sebentar lagi akan jadi Tante dong..." Felisa tak kalah bahagianya dengan Yulia. Mereka melanjutkan ngobrol nya sampai lupa waktu. Bergurau, bercerita itu yang mereka lakukan.
Bersambung...
jangan lupa like komen dan vote nya ya...
__ADS_1
terimakasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘