Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
27. Mas Faisal belum mencintai ku


__ADS_3

Faisal dan Yulia benar-benar meninggalkan cafe itu, Faisal mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang. Dia berusaha meredam amarahnya, sementara Yulia hanya diam tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Suasana keduanya menjadi sangat canggung, Faisal pun bingung apa yang harus dia katakan pada Yulia.


"Yul...kamu marah sama mas,," kata pertama yang membuka percakapan mereka didalam mobil. Yulia tampak nya masih diam, dengan pikirannya. Dia mengingat-ngingat kejadian tadi. Sebenarnya apa yang terjadi diantara Faisal, Weli, dan Rio. Apa mungkin ada perselisihan diantara mereka, sehingga sikap suaminya pada pasangan suami istri tersebut menjadi dingin.


"Yul..." Faisal mencoba lagi untuk berdialog dengan istrinya.


"Iya mas..." Yulia hanya menjawab singkat. Dalam hatinya dia tak ingin marah pada suaminya, namun dalam pikirannya dia sangat kesal pada Faisal yang bersikap tidak terbuka padanya.


" Yul.. mas mohon kamu jsngan dengar omongan mereka.." Faisal memohon kepada Yulia memaafkan kesalahannya.


"Mas,, Yulia tidak marah sama mas Faisal, Yulia hanya kecewa pada mas Faisal.." Yulia pun mengutarakan isi hatinya. Ucapan Yulia membuat Faisal semakin frustasi, lebih baik dia di marahi oleh istrinya daripada dia harus membuat istrinya kecewa. karena baginya jika istrinya marah, dia bisa meminta maaf. Dan kalau sudah dimaafkan , maka selesailah sudah masalah nya. Tapi jika dia membuat istrinya kecewa, kata maaf pun tidak bisa membuat keadaan menjadi lebih baik.


"Yul..Mas janji setelah ini, mas akan bersikap terbuka denganmu Yul.. Apa yang mas lakukan, mas akan ceritakan semuanya padamu ." Faisal masih berusaha meluluhkan hati istrinya.


" Termasuk masa lalu mas Faisal" akhirnya Yulia mampu mengucapkan nya, keingintahuannya tentang masa lalu Faisal. Wanita yang selama ini masih ada didalam hati suaminya itu. perkataan Yulia membuat Faisal terdiam, dan sedikit menelan slavinanya. Bagaimana mungkin dia mengatakan pada Yulia, tentang hubungannya dengan Weli. bisa-bisa Yulia akan tambah kecewa pada Faisal.


"Kenapa mas.. susah jawabnya." ucap Yulia lirih. Obrolan mereka pun terhenti saat mereka sudah sampai di depan rumah mereka. Faisal turun membuka pagar rumahnya, setelah terbuka dia kembali masuk kedalam mobil dan segera melajukan mobilnya ketempat parkir. Faisal turun duluan bergegas lari ke samping mobil tempat Yulia duduk, dia membukakan pintu mobil untuk Yulia.


" aku bisa sendiri mas.." Yulia langsung berjalan menuju pintu utama rumah nya, kemudian membuka pintu dan langsung pergi menuju kamar nya. Sementara Faisal dia menutup kembali gerbang rumahnya dan langsung menyusul istrinya.


Yulia mengganti pakaian nya, dia memilih memakai dress tidur yang biasa dia pakai. Faisal mendekati Yulia, dia duduk di samping Yulia.


" Yul.. mas tahu mas salah, selama mas tidak pernah cerita tentang masa lalu mas ke kamu Yul. Mas hanya tidak ingin membuat mu sedih, siapa pun Mada lalu mas, yang paling penting sekarang kamu istriku. Mas memang belum bisa mencintai mu sepenuh hati mas, tapi mas berusaha selama ini. Tolong berikan sedikit waktu kepada mas. Mas selama ini juga sangat tersiksa dengan perasaan mas, tapi mas tidak bisa menolaknya. Jika mas bisa memilih, mas tidak ingin mengingat wanita itu. Mas lebih memilih agar hati mas sepenuhnya hanya milikmu.." Faisal menatap mata Yulia, tangannya menggenggam jemari Yulia.

__ADS_1


Seketika hati Yulia sangat hancur mengetahui perasaan suaminya, sampai saat ini pun dia belum bisa menjadi pemilik hati Faisal. Disisi lain dia merasa kasihan pada Faisal, dia melihat ada kesungguhan dalam mata Faisal. Kesedihan yang teramat Faisal rasakan, jika itu diposisi Yulia mungkin dia tidak akan setegar Faisal.


"Ajari mas untuk mas bisa mencintai mu, mas yakin kamu bisa Yul..mas mohon meskipun mas belum bisa mencintai mu, tapi mas sayang pada Yuli...dan mas tidak mau kalau Yuli meninggalkan mas.." Faisal lebih mengeratkan genggaman nya. Air mata Yulia sudah tidak bisa dibendung lagi, pernikahan macam apa yang sedang dia jalani. Pernikahan yang didasari dengan cinta sepihak. Yulia tidak tahu harus berbuat apa malam ini, perasaan benar-benar campur aduk. sehingga membuat dadanya terasa sesak, dan tubuhnya terasa lelah. Yulia berusaha berdamai dengan keadaan, dia mengingat anak yang ada dalam kandungannya. Dia harus kuat demi anaknya, dia harus bisa memenangkan hati Faisal. Akhirnya Yulia pun luluh, dia gak tega melihat suaminya memohon-mohon padanya.


"Iya mas..Yulia akan berusaha menerima semuanya. Mas harus janji, apapun yang terjadi nanti jangan pernah tinggalkan Yulia. Ya sudah ayo sholat isya dulu, biar pikiran adem. Mohon petunjuk pada Allah agar mas bisa melupakan mantan mas itu.." Yulia melepaskan tangannya dari genggaman Faisal dan bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, setelah itu disusul oleh Faisal. Mereka pun sholat isya berjamaah, seusai sholat mereka memilih untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


-------++------


Ditempat lain Rio dan Weli masih duduk dicafe tersebut Setelah kepergian Yulia dan Faisal, mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing.


"Harusnya kamu bisa mengontrol sikap mu tadi.." Rio yang sudah tidak tahan lagi untuk berbicara.


" Maaf aku gak berniat seperti itu..." Weli pun merasa bersalah dengan kejadian tadi.


Rio dan Weli berjalan menuju kasir untuk membayar nak yang mereka santap termasuk makanan Faisal dan Yulia. Setelah membayar semua nya, mereka pergi meninggalkan cafe itu.


Sesampainya di rumah, mereka langsung berjalan menuju ke kamarnya. Weli mengganti bajunya dengan dress tidurnya, sementara Rio cuma duduk di tepi ranjang.


"Yo.. ganti bajumu dulu.." Weli yang sudah selesai mengganti pakaian nya menyuruh Rio untuk ganti baju. Rio hanya diam tidak menggapi Weli, Seperti nya Rio juga kecewa dengan sikap Weli dicafe tadi. Sikap diamnya Rio membuat Weli merasa bersalah. Weli mendekati Rio, menatap Rio dengan tatapan yang tidak bisa ditebak.


" Yo.. maafkan sikapku tadi pada Faisal.." matanya pun mulai berkaca-kaca, dia tahu kalau Rio sedang marah padanya..


"Aku gak bermaksud seperti itu.." perkataan Weli dipotong oleh Rio..

__ADS_1


"Seperti nya perasaan mu pada Faisal masih terlalu besar ya Wel.." Rio menolehkan kepalanya untuk tidak melihat istrinya.


"Bukan itu..Yo... bukan..." Weli tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Seandainya bukan karena keluarga ku, aku tidak akan memisahkan kalian. Keadaan saat itu yang harus memilih untuk aku menikahi mu. Aku lebih memilih melihat wanita yang aku cintai bahagia dengan pria pilihan nya daripada aku harus hidup bersama mu namun bayangan Faisal masih sangat pekat dalam pikiranmu. Jujur aku lelah dengan keadaan ini, tapi aku gak bisa melihat orang tuaku sakit". Kali ini Rio tidak bisa lagi memendam perasaan yang selama ini dia rasakan.


" Aku gak berniat menyakiti kamu Yo, tapi aku belum bisa mencintai mu sepenuh hati..maaf.." Weli sudah tidak bisa lagi menahan air matanya untuk tidak menetes.


"Itu bukan salahmu..ini semua salah kedua orang tuaku, mereka hanya terlalu cinta pada mu hingga tidak mempercayai orang lain untuk menjaga mu" Rio tahu ini semua bukan sepenuhnya salah Weli.


"Aku harap kamu mau sedikit bersabar agar aku bisa menyerahkan hatiku padamu.." Weli memegang pundak Rio, dia berharap Rio mau menatap nya..


"Aku capek harus berpura-pura bahagia atas pernikahan ini, aku capek jika harus jatuh cinta seorang diri...aku capekk.." Rio tampak lelah dengan hidupnya yang sekarang, dengan sandiwara yang semakin lama semakin membuat dia terluka, hanya demi menuruti keinginan orang tua nya...


Bersambung...


Dipart berikutnya saya akan menceritakan kisah Weli dan Rio, agar para readers tidak kebingungan dengan jalan ceritanya.


Tunggu dipart berikutnya ya...


terimakasih yang sudah like komen dan votenya...


Salam manis dari Faisal dan Yulia....

__ADS_1


__ADS_2