
Faisal POV
Setelah aku ngobrol dengan Yulia lewat video call, hatiku rasanya sakit, sakit karena sampai detik ini aku belum bisa memberikan seutuhnya cintaku padanya. Tapi hati kecilku selalu berkata, bahwa suatu saat nanti, dialah pemenang hatiku. Kapan... Aku sendiri pun tak tahu.
Selama ini Yulia memberikan cinta tulusnya untukku, dia juga tak pernah memaksa untuk untuk aku mengucapkan kata cinta dari mulutku.. Yulia memang wanita yang kuat, meski kadang sikapku membuat dia kecewa, namun dia tak pernah berniat meninggalkan ku. Aku bersyukur karena Allah mempertemukan aku dengannya. Sejujurnya bukan tak ada niat untukku agar aku mencintai nya, namun aku akui, bayang-bayang Weli masih begitu kuat di mata dan hatiku. Apalagi kecelakaan yang menimpa dia, sehingga membuat dia akan susah memiliki anak.
Seusai shalat Dzuhur aku merebahkan tubuh ku di musola kampus, rasa kantuk tiba-tiba menyerang ku. Maklum, sudah dua malam aku harus bergadang menemani Yulia makan tengah malam. Aku juga heran, nafsu makan Yulia memang lagi baik. Akhirnya aku tertidur, didalam tidurku aku bermimpi, Yulia meninggalkan ku dan membawa anakku. Yulia pergi untuk selamanya, bahkan terlihat jelas seperti nyata, Yulia terbujur kaku didepanku. Dalam mimpiku pun aku merasa menyesal karena tak pernah membalas cinta Yulia. Dan yang bikin aku kesal, Dino menyalahkan ku atas meninggalnya Yulia.
Author POV..
"Dokter Faisal... dokter... dokter..." Seorang mahasiswa membangunkan Faisal yang tertidur di mushola kampus.. Faisal memerjapkan matanya,, Dilihatnya dia masih didalam musola, seketika wajah nya berubah menjadi kebingungan. Apa yang sedang dia alami ternyata hanya mimpi. Faisal bernafas lega, namun rasa takut menyelimuti pikiran nya.
__ADS_1
"Maaf saya ketiduran..." Faisal dan seorang mahasiswa itu akhirnya kembali ke aula seminar. Faisal melanjutkan pekerjaannya, yaitu memberi materi pada peserta seminar.
Sementara Yulia dirumah sudah menyiapkan semua untuk kejutan Anyversary pernikahannya nanti malam. Mama Siti pamit pulang sebentar, nanti malam balik lagi ke kontrakan Yulia. Siang itu dihabiskan waktu untuk telponan dengan Felisa, dia kangen dengan sahabatnya, karena sudah hampir sebulan Felisa tidak mengunjunginya. Felisa sedang banyak orderan jahit, jadi tidak ada waktu untuk berkunjung ke rumahnya. Mereka melepas rindu melalui video call, Yulia tahu sahabatnya memang masih sibuk, terlihat jelas saat itu Felisa sedang menjahit sambil video call dengan nya.
Hari sudah semakin sore, belum ada kabar kepulangan Faisal kerumah. Yulia beberapa kali nelpon juga tak ada yang ngangkat, di-sms juga belum dibaca. Faisal memang masih sibuk, handphone nya di silent, agar tidak menggangu konsentrasi nya. Berharap cepat selesai pekerjaan nya, agar cepat pulang ke rumah.
Jam sudah menunjukkan pukul 20.00, mama Siti tadi juga menelpon, kalau beliau tidak bisa kerumah Yulia. Karena Pak Sukamto tiba-tiba darah tinggi nya kambuh, sehingga beliau tidak tega untuk meninggalkan nya sendiri. Awalnya Mama Siti menyuruh Yulia untuk kerumahnya saja, namun Yulia menolak, dengan alasan akan memberi kejutan untuk suaminya jika nanti Faisal pulang.
Sementara Dino saat ini sedang resah, entah mengapa perasaan nya selalu tertuju pada Yulia. Seakan ada sesuatu yang terjadi pada Yulia, apalagi sekarang jelas Yulia dirumah sendirian tanpa Faisal disampingnya. Dino memiliki firasat buruk mengenai keselamatan Yulia. Sehingga dia berniat akan kerumah nya malam ini untuk memastikan keadaan Yulia.
Faisal sedang berada diperjalanan untuk pulang, setelah menyelesaikan pekerjaan nya tadi. Harusnya dia kembali sore tadi. Namun panitia memintanya untuk menandatangani piagam dari peserta seminar. Sehingga membuat dia pulang agak terlambat, dan itu membuat Faisal menjadi kesal. Apalagi pikiran nya yang memang dari dua berangkat ke Solo tadi, memang sudah tak enak.
__ADS_1
Ketika Faisal sedang mengendarai kendaraannya, tiba-tiba mobilnya berhenti mendadak. Faisal mengecek apa ada yang salah dengan mobilnya. Namun sayang Faisal tidak menemukan penyebab kerusakan mobilnya. Bayang-bayang Yulia mengacau pikiran nya, sehingga dia tidak bisa fokus menemukan masalah mobilnya..
"Ya Allah firasat apa ini ..." Lirih Faisal...
To be continued...
Udah ah, ini udah up yang ketiga Lo...
ayo dong beri dukungan nya jangan lupa...
Author cuma mau ngingetin.. siapkan hati untuk bab berikutnya..🤭🤣🤣🤣
__ADS_1