
Buat para readers novel " Suamiku tak pernah mencintaiku", author ada Novel baru, yang berjudul "Bukan salah takdir".
Ceritanya seorang direktur yang mencintai office girl nya. Kisah cinta mereka akan banyak ujiannya. Salah satunya, orang tua si ceweknya yang tidak merestui pernikahan mereka. Berbagai cara dilakukan oleh orang tua si cewek ini untuk memisahkan mereka berdua. Alasan orang tua si cewek, tidak menyetujui pernikahan mereka karena mereka menyangka orang tua direktur itu yang menghancurkan perusahaan nya.
Mereka terpaksa bercerai, meski saling cinta. si cowok harus menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Awalnya, dia menolak perjodohan itu. Tapi rencana licik si cewek ini, yang mengharuskan dia menikahinya.
Tapi sayang umur si cewek ini tidak panjang. Dia meninggal karena memiliki penyakit yang berbahaya. Pernikahannya dengan si cewek ini meninggalkan seorang putri.
Dengan takdir yang tidak bisa di tebak, akhirnya si derektur dan office girl bisa bersatu kembali.
Rumit ya, kisah cinta mereka. Kayak rumitnya hubungan author Ama suami dulu. Wah kok jadi curhat sih. Wkwkwk...
Jangan lupa mampir ke karya terbaru aku yah..
Visual Faisal dan Yulia, Mereka serasi yaðŸ¤
visual Weli Admaja
Visual Rio
Visual Felisa
Visual Dino
Visual Angga
Visual Devan
__ADS_1
Visual Kirana
Visual Cahaya
Ini imajinasinya author aja ya. Kalau kalian gak suka, bisa pakai imajinasi kalian masing-masing. Terimakasih.
Pagi itu di akhir pekan, Faisal berencana akan mengajak Sisi ke rumah Dino. Selain ingin menceritakan kebenaran tentang kembaran istrinya, Faisal juga ingin menengok Bilqis. Mereka berdua pergi usai sarapan.
Sampai di rumah Dino, mereka berdua disambut dengan asisten rumah tangga Dino. Bibi mempersilahkan tamu majikannya masuk ke dalam.
Dino yang sedang menggendong Bilqis, menemui Faisal dan Sisi. Sementara Felisa, dia masih ada di kamar. Mereka pindah ke taman samping rumah Dino, agar enak ngobrol nya. Bibi membawakan minuman dan cemilan untuk mereka. Bilqis dan Sisi bermain ayunan yang ada di taman itu. Taman yang cukup luas, di dekat nya ada kolam renang kecil. Di taman itu juga, ada aneka taman bermain untuk anak-anak.
Faisal dan Dino duduk di sela-sela ayunan, tempat anak-anak bermain. Selang beberapa saat, Felisa datang. Dia langsung menghampiri anak-anak yang sedang bermain. Tak lupa juga, dua menyapa Faisal.
Dulu Felisa sempat membenci Faisal, karena dia menyakiti hati sahabatnya. Namun, saat Yulia dinyatakan meninggal, Felisa jadi kasihan pada Faisal. Dia juga mulai bersahabat dengan Faisal.
"Gue semalam udah tanya dengan mertua gue," ucap Faisal membuka obrolan mereka.
"Bener, Yulia memang punya saudara kembar. Dan kemungkinan besar, Delia itu saudara kembar Yulia." jelas Faisal.
"Serius Lo!" seru Dino terkejut.
"Iya, Delia di angkat oleh adik kandung nya Papa mertua Gue. Sejak bayi mereka terpisah." Felisa yang mendengar obrolan Faisal dan Dino, kemudian mendekat.
"Tapi, Yulia gak pernah cerita yang sama aku, kalau dia punya saudara kembar," sambung Felisa duduk di samping Dino.
"Itu yang bikin aku penasaran!" seru Faisal bingung.
"Atau jangan-jangan Yulia gak pernah tahu, kalau dia punya saudara kembar," tebak Dino mengira-ngira.
"Bisa jadi, gak mungkin juga dia gak cerita tentang saudaranya sama kamu, mas Faisal," ujar Felisa lagi.
"Bener juga ya, sedangkan selama ini Yulia gak pernah menutup-nutupi semuanya dari gue." Faisal curiga, kalau Yulia belum pernah ketemu dengan kembarannya.
"Ya ampun Sal, kenapa gak kamu tanyakan langsung pada mertua Lo, sih!" Imbuh Dino.
"Gue gak kepikiran sampai segitu."
__ADS_1
"Ya ampun Sal, Sal, gelar aja dokter. Tapi otak Lo gak berfungsi kalau masalah Yulia," canda Dino, membuat Faisal merajuk.
"Sialan Lo Din, Lo gak tau Sih! gue tuh pusing mikirin masalah ini."
"Ngapain pusing, Pepet aja tuh kembaran Yulia." Felisa pergi meninggalkan mereka berdua, karena Bilqis minta dibuatkan susu. Sisi mengikuti kemana Felisa pergi, anak itu emang lengket banget sama Sisi.
"Rese Lo, dia udah punya tunangan. Lo tau gak tunangan nya kaya raya brow. Gue mah gak ada apa-apanya." Faisal merasa ilang nyali jika harus bersaing dengan Devan.
"Sejak kapan seorang Faisal Basri, minder kayak gini. hahahaha" Dino tidak menyangka sifat mindernya Faisal muncul lagi. Dulu sebelum kenal dengan Weli, Faisal adalah seorang yang mempunyai kepribadian pemalu. Karena itu, dia sering diejek teman-temannya di kelas.
"Lo tau sendiri kan, siapa gue. Gue mah cuma dokter yang masih belum berkecukupan untuk menghidupi anak dari pengusaha sukses di negara ini." Faisal terus saja, memperkecil dirinya. Padahal Faisal itu juga orang yang berpunya. Orang tuanya, kekayaannya gak akan habis jika di makan anak-anak dan cucunya. Tapi Faisal gak pernah mau, jika terus merepotkan orang tuanya.
Faisal dan Sisi pulang kerumahnya, usai makan siang. Awalnya Sisi ingin tinggal dulu di rumah Dino. Tapi, Faisal melarangnya, dia gak mau waktu weekend nya terlewatkan oleh putri kesayangannya. Sampai di rumah, Faisal menidurkan Sisi uang sudah tertidur pulas di mobil. Kemudian dia pergi ke kamarnya, untuk mengistirahatkan diri. Saat Faisal membuka lemari pakaian, ada benda terjatuh di lantai. Sebuah tas mewah, jatuh dari atas lemari. Faisal membuka tas tersebut, dikeluarkannya satu persatu benda yang ada didalam tas itu. Yang terakhir adalah sebuah KTP, Faisal membaca KTP itu. Di sana tertulis nama Delia Rachmawati, Faisal jadi bingung. Tas siapa yang ia pegang sekarang. Kenapa namanya persis dengan nama Yulia, istrinya.
Faisal jadi ingat, tas itu di berikan oleh suster pada Faisal. Saat dua hari setelah kejadian kecelakaan itu. Faisal jadi ingat, suster itu bilang kalau tas itu diberikan oleh saksi yang menemukan tas itu ditempat kecelakaan itu. Faisal menjadi bingung, dia coba untuk menghubungkan semua keganjilan itu.
"Kenapa KTP Delia, yang ada ditempat kejadian kecelakaan itu?" tanyanya pada dirinya sendiri.
"Atau jangan-jangan yang meninggal itu bukan Yulia, tapi Delia. Oh iya, waktu kecelakaan itu bukannya ada dua orang korban lagi. Yang satu cewek, dan satunya lagi cowok. Apa mungkin itu Yulia, aghrhhh..." Racau Faisal semakin pusing.
Faisal meletakkan kembali tas itu ke atas lemarinya. Sepertinya Faisal harus merangkap menjadi direktif, untuk mengupas kasus kematian istrinya. Rencananya,besok dia akan menanyakan pada petugas rumah sakit. Siapa korban satunya lagi, yang dibawa ke rumah sakit itu..(Semangat Faisal, pecahkan kasus ini. Kalau kamu pingin istrimu kembali hhhh).
Di tempat lain.
Devan akan mengajak Delia pergi makan siang. Namun, Delia tidak ada di rumah. Delia pergi ke panti asuhan, tempat dia berbagi cerita selama tujuh bulan belakangan ini. Jiwa keibuannya ternyata masih melekat, meski kehilangan ingatan.
Devan akhirnya pergi tak tau arah tujuan, dia juga bingung mau kemana. Weekend begini, biasanya dia habiskan bersama Delia. Tapi, hari ini dia lupa, kalau jadwalnya berkunjung ke panti asuhan itu. Akhirnya Devan melajukan mobilnya, tanpa tau arah tujuannya. Saat melintasi apartemen nya, Devan kepikiran dengan Cahaya. Cahaya memang sedikit bisa merubah hidup Devan. Devan yang biasanya kaku, sekarang bisa lebih bercanda jika berhadapan dengan Cahaya.
Devan menghentikan mobilnya diparkiran apartemen. Dengan ragu, dia turun dari mobilnya. Saat sudah turun, Devan melihat ada seorang gadis yang ditarik-tarik oleh pria berbadan kekar. Devan langsung menghampiri orang tersebut.
Saat sudah ada di dekat orang itu, Devan melihat Cahaya yang ditarik oleh pria berbadan kekar itu. Devan dengan Sigap mrnolong Cahaya.
Devan terlibat baku hantam dengan pria itu, tapi dengan kemampuannya bela diri. Devan bisa mengalahkan musuhnya dengan mudah. Tapi di sudut bibir Devan, dan tangannya memar-memar. Cahaya mendekati Devan, saat musuhnya sudah terkulai di lantai.
"Mas Devan, mas gak apa kan," Cahaya mencoba memapah Devan untuk pergi dari tempat itu.
"Hmmm, siapa mereka?" tanya Devan meringis kesakitan.
"Mereka orang suruhan Papa mas, tadi mereka lihat aku mau pergi beli makanan," jelas Cahaya mendudukkan Devan di bangku pak satpam.
To be continued..
__ADS_1