Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Izinkan aku mengobati laramu


__ADS_3

Mobil Hanif berhenti di sebuah rumah yang nampak ramai. Karena rumah itu sedang ada pesta pertunangan putri pemilik rumah itu dengan dosen muda di kampus ***.


Tamu undangan yang datang pun cukup banyak. Mereka semua dari teman-teman sang pemilik rumah dan kedua calon mempelai.


Salah satunya adalah sepasang kekasih yang baru saja turun dari mobil Avanza berwarna putih. Mereka terlihat serasi. Mereka berjalan menuju ke dalam rumah itu.


Semua mata memandang sepasang kekasih itu. Bahkan ada yang berbisik-bisik menganggumi keserasian mereka. Mereka sudah memasuki rumah itu dan menuju ke halaman samping, tempat dimana acara itu berlangsung.


Sebuah taman yang cukup luas disulap menjadi tempat yang terlihat romantis. Dengan adanya lampu-lampu kecil yang di bentuk menjadi gambar hati, balon-balon berbentuk huruf di rangkai nama kedua calon mempelai. Tak lupa hiasan bunga-bunga buatan mempercantik dekorasi taman tersebut.


Faisal yang sudah lebih dulu berada disana menyadari putrinya datang. Pria itu melambaikan tangannya saat, putrinya melihat kearahnya. Sisi dan Hanif kemudian berjalan secara beriringan menuju dimana Faisal berada.


"Yah, dimana Bilqis, tante Felisa dan om Dino?" tanya Sisi yang tidak melihat orang-orang yang ia sebut.


"Mereka masih di dalam. Dokter Hanif, apa kabar?" jawab Yulia kemudian menyapa calon menantunya.


"Alhamdulillah baik, tante!" balas Hanif dengan mengulas senyum di bibirnya.


"Bunda Tari dan nek Puspita, baik?" Yulia kini menanyakan bunda dan nenek pria itu.


"Alhamdulillah, mereka juga baik Tante."


Karena sudah tidak sabar ingin melihat adiknya. Akhirnya Sisi memutuskan untuk menyusulnya di kamar. Sebelumnya dia berpamitan dulu dengan tunangan, ayah dan bundanya.


"Sayang, Bun, Yah. Sisi susul Bilqis dulu ya. Sisi udah gak sabar pengen liat dia," pamit Sisi pada mereka bertiga.


"Hmmm, ya udah. Sana!" sahut Faisal.


Sisi meninggalkan tempat itu menuju ke kamar Bilqis. Ada sedikit kekhawatiran di dalam hati wanita berhijab itu. Mengingat penyakit yang di derita adiknya itu kapan saja bisa kambuh. Tapi rasa takutnya sirna Kala wanita itu sampai di kamar Bilqis.


Bilqis yang sudah siap untuk keluar dari kamarnya menuju ke taman tampak segar dengan gaunnya yang menyelimuti tubuhnya. Tatanan rambut yang sesuai dengan gaun yang ia pake mempercantik penampilannya malam ini.


Kedua orangtuanya mengapit Bilqis berjalan keluar kamar. Namun langkah mereka terhenti saat melihat kehadiran Sisi.


"Kakak!!" seru Bilqis dengan senyum merekah di bibirnya. Sisi tidak tahan untuk memeluk wanita di depannya itu. Rasa haru menyelimuti dirinya. Akhirnya dia bisa melihat sahabat sekaligus adiknya bertunangan dengan orang yang sangat mencintainya.

__ADS_1


"Selamat ya sayang. Kamu cantik banget malam ini," puji Sisi membuat pemilik bulu mata lentik itu tersipu malu.


"Makasih, ya Kak!" balas wanita itu.


"Udah-udah, ayo kita ke depan. Kasihan para tamu dah pada nunggu!" seru Dino pada dua wanita itu.


"Ayo!" ajak Felisa, mereka berempat pun berjalan menuju ke taman.


Saat sudah sampai di taman, MC dari acara itu mengumumkan kehadiran Bilqis dan keluarganya. Sisi memisahkan diri, dan menghampiri Hanif bersama kedua orangtuanya.


Sementara keluarga itu naik ke podium yang sudah disediakan oleh pihak WO. Mereka duduk di kursi yang ada di podium itu.


Di tempat lain. Iqbal bersama kedua orangtuanya sudah berada di jalan. Mereka terjebak macet, oleh sebab itu mereka datang sedikit terlambat.


Pria berjas warna putih itu, merasa gugup malam ini. Karena sebentar lagi, dia akan resmi mengikat wanita pujaannya selama ini. Dia tidak pernah menyangka hari ini akan tiba. Jika mengingat kebodohannya yang lalu. Selama bertahun-tahun memendam perasaannya pada wanita pujaannya. Hingga sahabatnya yang membantunya untuk mengungkapkan perasaannya. Sisi adalah orang berjasa dalam hubungannya Dengan Bilqis. Tapi hubungannya dengan wanita itu sedikit renggang karena sikap pencemburu tunangannya.


Yang di tunggu pun sudah tiba di tempat pesta. Laki-laki preparasi manis itu berjalan mendekat kearah Bilqis dan orangtuanya. Dengan diapit kedua orangtuanya, laki-laki itu masih terlihat sedikit gugup.


Mereka sudah berada di atas podium. Rangkaian acara demi acara pun sudah disampaikan oleh MC. Di mulai sambutan dari kedua belah pihak. Kini tiba saatnya, acara yang di tunggu. Yaitu penyematan cincin di jari keduanya.


Sisi dan keluarga, dia berdiri di depan podium tempat kedua calon mempelai itu berdiri. Terlihat jelas dari sepasang kekasih yang berdiri di podium itu, mereka terlihat gugup.


"Baiklah, acara yang kita tunggu telah tiba. Sekarang waktunya Mas Iqbal menyematkan cincin di jari manisnya Mbak Bilqis. Dan mengutarakan isi hatinya!" seru MC mempersilahkan kedua pasangan itu untuk bertukar cincin.


Iqbal menatap wanita cantik di depannya. Senyuman terbaiknya ditujukan pada wanita itu, sebelum dia bersuara.


"Baiklah, sebelumnya saya akan persembahkan sebuah lagu untuk wanita yang sekarang berdiri di samping saya!" seru Iqbal dan berjalan turun podium untuk meminjam gitar pada gitaris grup band pengiring music di acara tersebut.


Setelah mendapatkan gitar itu, Iqbal naik lagi ke podium untuk memainkan gitar itu dan mempersembahkan lagu untuk wanita yang spesial dalam hidupnya.


Iqbal pun mulai memainkan gitar itu.


Dengarkanlah, wanita pujaanku


malam ini, akan disampaikan

__ADS_1


hasrat suci kepadamu, oh dewiku


dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersunting mu


'tuk yang pertama, dan terakhir'


jangan kau tolak dan buatku hancur


ku tak akan mengulang 'tuk meminta


satu keyakinan di hatiku


akulah yang terbaik untuk mu....


Semua para tamu undangan terkesima dengan suara Iqbal yang merdu. Ditambah permainan gitar yang sangat baik. Membuat para wanita-wanita disana baper dengan keromantisan pria itu.


Sama halnya dengan wanita yang memakai gamis berwarna peach. Pandangannya tak beralih dari pria yang sedang bermain gitar itu. Membuat pria disampingnya, tersulut api cemburu. Bisa dilihat dengan jelas, Sisi begitu mengagumi Iqbal.


Satu deheman mengalihkan pandangannya kearah pria yang di sebelahnya. Sisi langsung menundukkan wajahnya, karena dia tahu Hanif sedang tidak baik-baik saja.


Usai menyanyikan satu lagu untuk wanita di sampingnya. Iqbal memberikan gitarnya pada salah satu orang yang ada disana. Dan berjalan mendekat kearah wanita cantik yang sudah berdiri disampingnya, sejak tadi.


Iqbal meraih tangan kiri wanita itu. Dan menatap wajah ayu nya. Setelah itu dia bersuara.


"Izinkan aku berada disampingmu saat suka dan dukamu. Izinkan aku yang menghapus air matamu, saat kau bersedih. Izinkan aku, mengobati segala laramu. Izinkan aku yang pertama kamu lihat, saat kamu bangun tidur. Maukah kau menjadi istriku, menjadi pendamping hidupku?" ucap Iqbal penuh keyakinan. Membuat wanita di depannya terkesima dengan rangkaian kata-katanya.


Tanpa menunggu lama, wanita itu menjawab ungkapan hati Iqbal dengan menganggukkan kepalanya. Menjadi tanda, kalau dia mau menerima niat baik Iqbal. Senyum mengembang dari keduanya.


Iqbal kemudian mengambil cincin yang ia simpan di saku jasnya. Setelah itu menyematkan di jari manis Bilqis. Namun saat Iqbal akan memasukkan cincin itu ke jari Bilqis. Tiba-tiba cincin itu terjatuh dari tangannya dan menggelinding kearah arah kaki Sisi.


Jreng...jreng.....


To be continued...

__ADS_1


Wow... apa yang akan terjadi selanjutnya...


__ADS_2