
Langit sudah mulai gelap, matahari sudah pergi dari peredaran. Yulia dan Felisa masih ada di butik, mereka akan kedatangan klien yang akan mengajak kerjasama dengan butik mereka. Sebuah perusahaan wedding organizer akan mengajak kerjasama, yaitu dengan mempromosikan baju karya Yulia. Sisi dan Bilqis sudah di jemput oleh Ayahnya masing-masing. Yulia memilih pulang bersama Felisa. Jadi dia meminta Faisal untuk membawa pulang Sisi duluan.
Yang ditunggu sudah tiba, seorang wanita berparas cantik dengan setelan blazer dan celana model Korean sudah ada di butik Yulia. Yulia menunjukkan beberapa koleksi baju karya nya pada Prety, perwakilan dari pihak wedding organizer. Wanita itu cukup senang dengan hasil karya Yulia. Kedepannya, dia akan membawa model-modelnya untuk mengambil gambar, kemudian di upload di media sosialnya.
Mereka sekarang fiks menjalin kerjasama, jika ada pengantin yang memakai jasanya. Gaun ataupun kebaya nya akan mengambil dari butik Yulia.
"Alhamdulillah banget ya Sha, kita bisa kerjasama dengan wedding organizer milik Kak pretty. Secara wedding organizer nya dia itu kan, paling terkenal di Jogja," cetus Yulia, saat pretty sudah keluar dari butiknya.
"Iya, semoga kedepannya kita bisa lebih baik lagi ya!" seru Felisa yang mulai bersiap-siap untuk pulang.
"Aamiin" sahut mereka kompak.
"Kita pulang Yuk!" ajak Felisa yang sudah bersiap untuk pulang.
"Ayuk! ya udah kita pulang. Rena, nanti tutupnya gak usah malam-malam ya, bilang pada yang lainnya." Yulia memanggil salah satu karyawan nya untuk pamitan.
Mereka berjalan keluar butik menuju parkiran. Kebetulan Angga yang baru keluar dari cafenya menuju ke butik Yulia.
"Yul, Sha, ini aku mau kasih kalian makanan. Ya itung-itung, aku promosi deh sama kalian." Angga memberikan beberapa bungkus makanan pada Yulia dan Felisa.
"Makasih ya Ngga, semoga cafe kamu banyak pengunjungnya ya!" Yulia mengambil makanan pemberian Angga.
"Kalian udah mau pulang?" tanya Angga
"Iya Ngga, udah malam, biasanya gak sampai malam, malahan!" jawab Yulia. "Kita pamit dulu ya Ngga!" pamit Yulia pada Angga, yang ditanggapi dengan anggukan.
Felisa dan Yulia, sudah ada di mobil. Mang Ucup, supir pribadinya Felisa dengan sigap melajukan mobilnya membelah keramaian kota Jogja. Yulia jadi ingat, saat dia hilang ingatan dulu. Faisal bersikap manis padanya, ketika mengantarnya ke rumah Bu Sundari. Yulia jadi senyum-senyum sendiri, membuat Felisa menjadi heran.
__ADS_1
"kamu ini kenapa Yul? kesambet ya!" Ucapan Felisa membuyarkan lamunannya.
"Nggak kok, eh kita udah sampai, aku turun dulu ya Sha, Assalamualaikum" ujar Yulia turun dari mobil Felisa, saat sudah sampai di rumahnya. "Waalaikumussalam" jawab Felisa. Mobil Felisa meninggalkan rumah Yulia.
Yulia langsung masuk ke dalam, ternyata Faisal dan Sisi sudah menyambutnya.
"Bunda!!" teriak Sisi menghampiri Yulia, diikuti oleh Faisal.
"Assalamualaikum anak Bunda, Mas" Yulia mencium punggung tangan Faisal.
"Waalaikumussalam, Yul. Felisa kok gak mampir?" Faisal menanyakan Felisa.
"Udah malam mungkin Mas, capek juga kayaknya. Oh iya, ini Yulia bawa makanan dari cafenya Angga." Yulia menunjukkan bungkusan pada Sisi dan Faisal, disambut senang oleh Sisi. Tapi tidak dengan Faisal, dia menatap Yulia dengan tatapan menyelidik.
"Mas, ini makanan Angga yang kasih. Lagian bukan cuma Yulia yang dikasih, Felisa juga kok. Itung-itung promosi cafenya dia," jawab Yulia, yang menyadari kecurigaan Faisal.
"Mas, ayolah jangan berburuk sangka dulu sama Angga. Dia gak seburuk yang Mas Faisal sangka. Jadi, udah ya jangan curigaan lagi!" ujar Yulia mengedipkan sebelah matanya.
Sisi langsung membawa makanannya ke meja makan. Dibantu oleh bik Imah, Sisi meletakkan makanannya di atas piring. Sementara Yulia dan Faisal pergi ke kamar. Yulia ingin membersihkan tubuhnya dulu, setelah itu makan malam bersama suami dan anaknya. Faisal menunggu Yulia di kamar, hatinya merasa sakit, saat ada seseorang pria yang memberi perhatian pada istrinya. Padahal, menurut Yulia itu adalah hal yang wajar. Karena bukan cuma dia yang di kasih makanan oleh Angga, Felisa juga. Tapi tidak dengan Faisal, hatinya menjadi bergemuruh tidak ikhlas.
Yulia, Faisal, Sisi sudah ada di meja makan. Mereka menyantap makanan yang sudah terhidang di meja makan. Sesekali Sisi memuji makanan yang diberi oleh Angga. Membuat Faisal menjadi tak berselera untuk memakan makanannya. Ada apa dengan diri Faisal, dua sendiri tidak tahu.
Pagi harinya Faisal dan Sisi berangkat duluan. Yulia masih membuat makanan untuk di bawa ke butik. Dia sudah lama, tidak membuat bolu pisang. Jadi, dia membuatnya untuk teman minum teh di butik.
Kini Yulia sudah berada di mobilnya, Mang Asep sudah sampai lagi di rumah Faisal. Mereka segera menuju ke butik.
Ditempat lain, seorang wanita mengintruksikan kepada anak buahnya untuk bertindak secepatnya. Melalui ponsel wanita itu memberi pengarahan pada orang-orang suruhannya. Beberapa preman sedang membuntuti mobil Yulia. Saat mobil Yulia sudah berhenti di depan butik. Dia orang bertubuh kekar membungkam mulut Yulia dari belakang. Sehingga membuat Yulia tak sadarkan diri, dan membawanya kedalam mobilnya. Mang Asep yang mengetahui, kaldu Yulia sedang diserang oleh seseorang berteriak meminta bantuan pada orang-orang disekitarnya. Tapi pergerakan mereka cukup cepat, sehingga tidak bisa mengejar mobil penjahat itu.
__ADS_1
"Gimana, apa Mamang melihat pelakunya?" tanya Angga yang kebetulan ada ditempat kejadian.
Felisa keluar dari butiknya, karena mendengar keributan di depan. Dia menghampiri orang-orang yang masih bergerumung di tempat kejadian.
"Ada apa Mang?" tanya Felisa bingung.
"Bu Yulia diculik orang Bu!" jawab Mang Asep gugup.
"Diculik! apa yang terjadi Ngga?" Felisa beralih pada Angga, dia masih bingung dengan ucapan Mang Asep.
"Sepertinya mereka sudah mencintai Yulia sejak dari rumah tadi. Pergerakan mereka cukup cepat, sepertinya juga mereka orang yang sudah berpengalaman," jelas Angga.
Setelah mendengar penjelasan dari Angga, Felisa mengabari Faisal dan Dino, kaldu Yulia di culik. Faisal sangat syok mendengar kabar dari Felisa.
Di dalam mobil, mata Yulia perlahan terbuka. Dia begitu kaget, saat mendapati dua orang bertubuh kekar mengapit tubuh Yulia. Dia berusaha berontak, namun tenaganya tak sekuat orang-orang itu. Mobil mereka berhenti di sebuah gudang tua jauh dari keramaian. Yulia dipaksa turun dan dibawa masuk kedalam gudang itu. Matanya ditutup, sehingga dia tidak bisa melihat apa-apa.
Sebuah gudang, yang letaknya diantara hamparan sawah-sawah nan hijau, tempat Yulia di sekap. Beberapa preman itu menempatkan Yulia, disebuah ruangan yang gelap tanpa sinar cahaya. Dibukanya penutup mata Yulia, salah satu dari preman itu menjambak kerudung Yulia..
"Kali ini Lo bakalan mampus"
To be continued...
Konflik di mulai ya...
Mungkin tinggal beberapa bab lagi novel Suamiku tak pernah mencintaiku...akan tamat.. Ini adalah konflik terakhir di dalam rumah tangganya Faisal dan Yulia ya...
Mampukah Faisal menemukan Yulia dalam keadaan hidup?
__ADS_1
Tunggu di bab selanjutnya...