Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
31. Ngidam rujak


__ADS_3

Dino langsung bergegas menemui kekasihnya yang sudah menunggu dia ditanam dekat rumah sakit tempat ia kerja.


Sementara Rio, setelah menyelesaikan makanan nya dia langsung pulang ke rumahnya. Dia merasa bersalah pada Weli, seharusnya dia tidak meninggalkan Weli dirumah seorang diri. Apalagi keadaan nya yang sedang mengandung anaknya.


Seorang wanita cantik sedang duduk di bangku taman, dekat rumah sakit Zahra Medika. wanita itu bernama angel, tunangan Rio.


Rio sudah sampai di taman itu, dia mencari-cari keberadaan angel. Akhirnya dia menemukannya, dan bergegas menghampirinya.


"Pagi Hanny muachhgh.." Dino langsung nyosor mengecup Angel, sementara Angel hanya bersikap biasa saja.


"Ada yang ingin aku sampaikan sama kamu.." Angel melepas cincin yang melingkar di jari manisnya, kemudian meletakkannya di tangan Dino..


"Hanny ada apa ini" Dino bingung kenapa Angel mengembalikan cincin tunangannya.


"Aku akan pergi ke KL, aku mendapatkan tawaran menjadi model di sana, dan dijanjikan akan dikontrak PH disana." jawabnya lantang tanpa ada raut kesedihan.


"Apa..Kamu gak lagi becanda kan Hanyy" Dino tidak percaya apa yang dia dengar, selama ini hubungan mereka baik- baik saja. Terus tiba-tiba Angel memutuskan pertunangannya, padahal satu bulan lagi mereka akan menikah.


"Itu impian ku sejak dulu Din..aku harap kamu mengerti.." Weli langsung pergi meninggalkan Dino yang masih diam tarmangu..


"Hanny Hanny .. please jangan pergi.." Dino mengejar Angel yang sudah naik mobilnya, kemudian tanpa ragu-ragu dia menancapkan gas nya...


"Angel ....." Teriaknya...


Dino benar-benar tidak menyangka kisah cintanya akan berakhir seperti ini. Ditinggalkan oleh orang yang dia sayang. "(Ternyata sesakit ini ditinggalkan seorang yang kita cintai, pantesan Faisal sampai frustrasi karena menerima kenyataan kalau wanita yang dicintai lebih memilih orang lain.)".


Ditempat lain


"Fel...anterin aku belanja bulanan yuk,," Yulia menelpon Felisa, meminta Felisa untuk mengantar nya belanja.


"Ok aku kesana sekarang ya.." Felisa langsung mematikan ponselnya, dan bergegas mengendarai motor kesayangannya menuju kerumah Yulia.


Sesampainya dirumah Yulia Felisa Langsung tersenyum manis karena sahabatnya sudah menunggu di depan.


"Suamimu udah berangkat Yul.." tanyanya pada Yulia yang sudah duduk jok belakang.


"Udah.' jawab Yulia sambil memakai helm.


"Berangkat sekarang.." tanya nya lagi .


"Iya ayo..."

__ADS_1


Yulia dan Felisa melajukan motornya menyusuri jalanan yang terlihat senggang, Karena jam masuk kantor sudah lewat. Mereka menuju minimarket samping tempat kursus Yulia dan Felisa..


Sesampainya di sana mereka langsung mencari apa yang akan di cari. Setelah menemukan semua belanjaan nya, Mereka keluar dengan menenteng dua kantong plastik belanjaan Yulia.


"Fel..aku mau beli rujak yang di dekat rumah saki tempat mas Faisal bekerja" Yulia sepertinya ngidam rujak, sehingga dia mengajak Felisa untuk mengantarnya.


"Kamu nih Yul... ngidam tuh harusnya suamimu yang beliin... bukan beli sendiri..." Celoteh Felisa yang sebenarnya malas kalau harus ketempat itu, selain jauh dia juga paling gak suka kalau lihat rumah sakit. Sepertinya ada suatu hal yang membuat dia benci rumah sakit.


"Iya..ya.. kok anak aku nih gak mau ngerepotin ayahnya ." Yulia tersenyum sambil mengelus perutnya..


"Ya udah deh demi keponakan aku yang ada disini" ucap Felisa yang ikut mengelus perut Yulia. "Aku gak mau kalau pas dia lahir nanti jadi ileran karena gak kesampaian makan rujak." Goda Felisa tersenyum membayangkan anak Yulia ileran ..


"Ihh kamu nih.." Yulia memukul bahu Felisa.


Mereka langsung tancap gas menuju tempat penjual rujak.


Lima belas menit kemudian mereka sampai di depan rumah sakit Zahra Medika. Tempat penjual rujak yang diinginkan Yulia, Yulia langsung memesan kepada mas penjual rujak itu..


"Mas.. aku pesen yang pedes ya... banyakin mangga mudanya, gak usah dikasih jambu" Yulia menyebutkan pesanannya.


"Ok.. mbak" penjual rujak langsung membuatkan rujak Yulia sesuai permintaan nya.


"Ini neng.." tukang rujak memberikan dua bungkus rujak pada Yulia, Yulia langsung menerimanya dan memberikan uang untuk membayar rujak nya.


"Udah yukk pulang..." Yulia tersenyum puas, akhirnya kesampaian juga makan rujak yang sudah dia inginkan sejak dua hari yang lalu.


Felisa berusaha menyetart motornya, namun tidak hidup juga. Dia sampai lelah, namun motornya sepertinya enggan untuk nyala.


"Ini motor kenapa sih.. perasaan bensinnya full tapi kok gak mau hidup.." gerutunya sambil terus mencoba menyetart kembali motornya.


"Kenapa Fel.. kok mati..." Yulia nampak bingung tiba-tiba motornya mogok..


"Gak tau deh kenapa.."Felisa sudah putus asa.


Sebuah mobil berhenti tepat di samping mereka, pemilik mobilnya turun mendekati mereka berdua..


"Yul.. kenapa motornya" Dino menyapa Yulia..


"Ehh mas Dino...ini tiba-tiba mogok gitu.."


"Ya udah naik mobil mas aja...kalian mau kemana..?" Dino menawarkan untuk mengantar Felisa dan Yulia.

__ADS_1


"Aduh kita naik taksi aja lah mas..." Yulia menolak ajakan Dino, sementara Felisa memberikan kode pada Yulia untuk mau menerima tawaran Dino.


"Jam segini akan sulit mencari taksi, udah ayo naik..." Ucap Dino yang seperti nya ngeyel ingin mengantar Yulia.


"Iya..deh..oh iya mas ini kenalin temen Yulia, Felisa.."Akhirnya Yulia mau menerima tawaran Dino, lalu memperkenalkan Felisa pada Dino..


"Hai aku Dino sahabat suaminya Yulia.." Dino mengulurkan tangannya untuk menyalami Felisa, kemudian disambut oleh Felisa.


"Aku Felisa sahabat nya Yulia.." jawabnya sambil tersenyum.


"Motornya tinggal disini aja, nanti orang bengkel yang mengambilnya" ujar Dino pada Felisa. Felisa menitipkan kunci motornya pada penjual rujak tadi.


"Ya udah ayo naik..." Dino mempersilahkan Felisa dan Yulia untuk naik ke mobilnya.


Felisa duduk disamping Dino, sementara Yulia duduk dibelakang.


"Oh iya kalian dari mana kok ada di sana tadi.."Dino membuka percakapan setelah mereka di beberapa saat.


"Itu Yulia ngidam makan rujak yang ada di situ tadi.." Dijawab Felisa yang terus memperhatikan Dino..


"Kamu ngidam Yul...wah selamat ya,,, Faisal kok gak cerita ya sama aku..." Dino terkejut mengetahui kalau Yulia hamil. Faisal memang belum cerita padanya..


"Iya mas.." Dijawab Yulia malu-malu, Dino memperhatikan wajah Yulia dari kaca spion yang ada diatasnya. Sesekali dia mencuri pandang Yulia.


"(Kamu manis juga ya Yul..)" gumamnya dalam hati..Yulia tidak menyadari kalau sedang diperhatikan oleh Dino.


"Yul.. apa Faisal sudah cerita tentang masa lalunya?" Kalimat itu lolos dari mulut Dino, entah kenapa dia menanyakan hal itu. Seakan didalam hati nya yang paling dalam, dia tidak suka jika Faisal terus menyia-nyiakan Yulia.


"Gak mas, mas Faisal gak pernah cerita apa-apa tentang masa lalunya" Dijawab jujur oleh Yulia.


"Kamu gak pengen tahu gitu tentang masa lalunya.." Lagi-lagi dia menanyakan hal yang seharusnya tidak pantas untuk ditanyakan.


"Gak mas, biar mas Faisal sendiri yang memberi tahu Yulia.kalau pun mas Faisal belum memberi tahu, mungkin ada hal yang akan membuat Yuli terluka." Dijawabnya penuh dengan menyakinkan. Selama ini dia memang tidak ada niatan untuk menyelidiki masa lalu Faisal. Mungkin suaminya menjaga perasaan nya kalau dia memberi tahu masa lalunya, dan Yulia menghargai keputusan Faisal..


"Kamu benar-benar wanita yang baik Yul,, Faisal beruntung bisa memilikimu..", Gumamnya lagi dalam hati..


Bersambung...


Maaf ya baru bisa up, mood aku lagi jelek banget beberapa hari ini ..


Bakal ada orang ketiga ditengah-tengah hubungan Faisal dan Yulia,, kira-kira Siapa yaa...

__ADS_1


Mohon dukungannya like komen dan vote nya ya... makasih. ..


__ADS_2