Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Pertemuan awal season ke dua


__ADS_3

Tujuh bulan sudah berlalu l, setelah kejadian tragis itu. Faisal sudah mulai bisa menata hidupnya kembali. Dia sudah mulai beraktivitas seperti biasa, Sisi pun begitu. Faisal tambah semakin dekat dengan Sisi. Faisal juga menyewa assisten rumah tangga, untuk mengurus rumah, masak dan sebagainya. Bi Imah namanya, beliau datang dari Lampung juga.


Pagi itu, usai sarapan Faisal berencana akan mengantar Sisi ke sekolah. Biasanya dia di jemput oleh Felisa, tapi tidak hari ini. Felisa kasih kabar pada Faisal, kalau Bilqis sedang demam. Jadi, harus istirahat di rumah, dan gak boleh ke sekolah dulu.


"Sayang Ayah antar Sisi sekarang ya?" ujar Faisal sembari memakaikan kaos kaki Sisi.


"Ante Felisa dan Bilqis gak ke sini yah?" tanya Sisi yang memegangi pundak Faisal.


"Gak sayang, Bilqis demam. Jadi, belum boleh ke sekolah dulu." Usai memakaikan kaos kaki dan sepatutnya, Faisal menyisiri rambut anaknya.


"Ya, nanti Sisi gak ada kawan dong Yah! Sisi pengen punya Bunda lagi, Yah!" Seru Sisi yang sudah mulai berkaca-kaca. Faisal memang mengurus keperluan Sisi sendiri. Di mulai dari memandikan, memakaikan pakaian, dan lainnya dia urus sendiri. Bu Siti juga sering datang ke rumah, untuk sekedar menengok cucunya.


"Sisi yang sabar ya, nak!" Faisal sedih saat Sisi bilang menginginkan bunda lagi. Hatinya masih belum sembuh, semenjak kepergian istrinya. Faisal memang seorang yang sudah untuk move on.


"Ayah nikah aja lagi, nanti Ante Felisa yang nyariin," saran Sisi membuat Faisal mengerutkan keningnya.


" Udah kita berangkat sekarang ya!" Saat semua sudah selesai, Faisal bergegas mengajak Sisi berangkat ke sekolahnya. Dia tak mau Sisi membahas tentang bunda pengganti istrinya.


Mereka menuju ke sekolah Sisi. Sisi sekarang masih TK nol besar, ini sudah memasuki semester genap. Itu artinya, sebentar lagi Sisi akan memasuki sekolah SD. Faisal mengantar sampai di depan Sekolah. Ibu-ibu yang mengantar anaknya melihat kehadiran Faisal dan Sisi. Mereka berantusias ingin melihat Faisal dari dekat. Faisal sekarang jadi idola di sekolahan anaknya. Statusnya yang duren, membuat ibu-ibu itu tak hentinya mengagumi Faisal.

__ADS_1


Usai mengantar Sisi ke sekolahnya, Faisal langsung menuju ke rumah sakit. Hari ini dia akan sedikit sibuk, karena assisten nya tidak masuk hari ini. Dari sekolahan Sisi ke rumah sakit, hanya butuh waktu lima belas menit.


Kini Faisal sudah sampai di rumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya, dia tak langsung masuk ke dalam. Faisal melihat seorang ibu-ibu yang duduk di lobi rumah sakit sembari memegangi perutnya. Faisal menghampiri ibu-ibu itu, ingin mengecek kondisi Ibu-ibu tadi. Setelah mengecek kondisi ibu itu, Faisal memapahnya ke dalam untuk di periksa secara intensif. Sebenarnya ibu-ibu tadi sedang menunggu putrinya di lobi. Tak langsung masuk ke dalam, karena dia tak ingin putrinya bingung mencarinya. Putrinya itu belum pernah masuk ke rumah sakit ini, jadi dia putuskan untuk menunggu di Lobi. Ibu-ibu itu cuma mau chek-up rutin. Biasanya bukan di rumah sakit ini, tapi karena rumah sakit ini lebih dekat dari rumah sakit yang biasanya di pakai.


Faisal mengantar ibu-ibu itu ke ruangan dokter spesialis penyakit dalam. Ibu Sundari, adalah nama ibu itu. Bu Sundari memang mempunyai penyakit magh kronis, jadi Faisal mengantarnya ke sana. Ibu Sundari meminta Faisal untuk menunggu kedatangan anaknya di lobi. Karena dia takut, kalau anaknya mengira dia sudah pulang.


Setelah menunggu lama Faisal di lobi, namun belum juga muncul gadis yang disebut ciri-cirinya oleh Bu Sundari. Akhirnya Faisal masuk untuk memulai pekerjaan nya. Dan meminta office boy untuk menggantikan posisinya.


Seorang wanita berhijab hijau daun, datang memasuki rumah sakit. Wanita itu Delia, orang yang sedang di tunggu Faisal. Melihat ciri-cirinya sama dengan yang di maksud Faisal, office boy itu mengantar Delia ke ruangan ibunya dirawat.


"Ya Allah kenapa perasaanku jadi begini, kayaknya aku sudah pernah ke sini sebelumnya." Batin Delia saat melintasi ruangan Faisal.


Begitupun juga dengan Faisal, dia seperti aneh yang dirasa. Jantungnya berdegup kencang, Faisal hanya menghela nafasnya berat. Faisal lalu keluar untuk pergi ke toilet. Sayang saat Faisal keluar dari ruangannya, Delia sudah sampai di ruangan Bu Sundari di rawat.


Faisal dan Sisi tidak makan malam di rumah. Karena malam ini dia akan mengajak anaknya bersenang-senang. Faisal sudah siap dengan kaos lengan pendek berkerah dan celana jeans warna biru. Sisi kelihatan cantik dengan setelan legging dan kaosnya. Mereka segera meluncur ke mall terbesar di kota Jogja.


Saat mereka sudah sampai di mall tersebut, Faisal mengantar Sisi ke wahana permainan time zone. Sambil mengawasi anaknya bermain Faisal mengabadikan momen kebersamaan nya dengan Sisi. Puas dengan permainan nya, perut Sisi lapar. Dia ingin makan spaghetti yang biasa bundanya beli. Saat berjalan menuju restoran yang menjual spaghetti, tiba-tiba Sisi berlari. Sisi seperti sedang mengejar seseorang, Faisal hanya mengejarnya.


"Bunda...Bunda..." teriak Sisi melihat seorang wanita yang memakai gamis hijau senada dengan hijabnya. Sisi terus berlari, dan saat sudah berada dihadapan wanita itu, Sisi kemudian memeluknya erat.

__ADS_1


"Bunda... Bunda.. Sisi kangen, Bunda kemana aja..huhuhu," ujarnya terus memeluk kaki wanita itu. Wanita itu adalah Delia.


Delia bingung tiba-tiba di peluk seorang anak dan memanggil dia bunda.


"Hai sayang, kamu dengan siapa disini?" Delia perlahan melepaskan pelukannya, dan berjongkok untuk melihat Sisi.


"Bunda, ini Sisi Bunda..huhuhu" Sisi menangis, membuat Delia merasa kasihan.


"Sayang, kamu siapa?" Delia menatap lekat Sisi.


"Bunda gak ingat Sisi?" tanya Sisi, Delia menggeleng.


"Bunda ini Sisi, anaknya Bunda." ucapan Sisi masih terisak. Di peluknya erat Sisi, perasaan Delia menjadi tenang saat memeluk Sisi. Sisi menangis dalam pelukan Delia. Semua orang memperhatikan mereka berdua. Ada sepasang mata yang menyaksikan drama pelukan Sisi dan Delia. Faisal mendekati Delia dan Sisi. Dari kejauhan dia melihat sosok yang memeluk putrinya itu adalah Yulia. Faisal mematung di belakang Delia. Jantungnya berdebar-debar, melihat sosok yang sedang memeluk putrinya.


"Ayah ini Bunda, Ayah!" ujar Sisi, Delia melepaskan pelukannya dari Sisi. Delia berdiri dan menoleh kebelakang. Dughh, Faisal mencoba meraih tangan Delia. Dengan gemetar Faisal langsung memeluk Delia.


"Yulia, ini kamu, sayang. Kamu masih hidup" Faisal terus memeluk Delia, air matanya membasahi punggung Delia.


To be continued..

__ADS_1


Par pertama di season ke dua..


maaf sudah mengecewakan sebagian reader disini.


__ADS_2