Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Kehamilan ku yang kedua


__ADS_3

Setelah mengantar pulang Yulia, Weli menghubungi Faisal. Weli memberitahu keadaan Yulia pada Faisal. Tanpa menunggu lama, Faisal langsung pulang untuk mengecek keadaan Yulia. Sementara Weli, dia memutuskan untuk segera pergi dari rumah Faisal, sebelum Faisal sampai dirumahnya. Semenjak kejadian yang merenggut nyawa anak Faisal, dan pertengkaran yang terjadi antara Faisal dan Yulia, Rio tidak mengizinkan Weli bertemu lagi dengan Faisal. Rio tidak mau jika terjadi kesalahpahaman antara mereka. Weli juga sudah berjanji, tidak akan menemui Faisal. Weli lebih memilih untuk menghargai keputusan Rio.


"Yul...kamu gak papa kan..."Faisal langsung mendekati Yulia yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.


"Sedikit sakit mas...memar..." Jawab Yulia meringis...


"Kita ke rumah sakit aja ya....mas takut.. berakibat fatal nantinya..."Faisal memeriksa paha dan betis Yulia yang membiru akibat tertindih motor.


"Gak usah mas,, ini cuma memar dikit aja kok...nanti diurut juga sembuh..."Yulia menolak diajak ke rumah sakit oleh Faisal, karena dia sudah menelpon Mama Siti untuk menghubungi tukang pijit langganan nya.


Faisal hanya menuruti perkataan Yulia, yang menolak dibawa ke rumah sakit. Selang beberapa saat, tukang urut yang dipesan Mama Siti datang. Ibu Markonah langsung melancarkan aksinya. Di urutnya Yulia dengan pelan, hingga rasa sakit yang tadinya dirasakan Yulia perlahan mulai menghilang.


Yulia menceritakan kejadian yang ia alami bersama Felisa kepada Faisal. Faisal sempat curiga, ada yang akan mencelakai Yulia. Faisal meminta Dino untuk membantu menyelidiki nya. Tapi memang karena tidak ada yang ingat dengan plat nomor mobil yang menyerempet Yulia dan Felisa, akhirnya mereka tidak bisa mengungkapkan kejadian yang sesungguhnya.


Tiga bulan berlalu, Yulia merasa tubuhnya ada yang aneh. Kepalanya sering pusing, gampang lelah, Faisal menemani Yulia untuk periksa.


Faisal sudah memeriksa nya sendiri, namun tak kunjung sembuh juga. Karena itu Faisal memutuskan untuk membawa Yulia ke rumah sakit, apalagi kegiatannya yang sekarang lagi sibuk-sibuknya. Butik yang di bangun dengan Felisa berkembang pesat, selama tiga bulan ini. Sudah banyak langganan di butik mereka.


Saat tiba di rumah sakit, Faisal ke ruang receptionis untuk mendaftarkan nama Yulia. Yulia menunggu di ruang tunggu, dia duduk bersama calon pasien lainnya. Ada dua orang perawat yang melihat ke arah Yulia. mereka berbisik-bisik..


"Eh..itu kan.. istrinya dokter Faisal.."


"Iya..ih.. norak banget sih..kampungan gitu penampilan nya.."

__ADS_1


"Pantesan aja dokter Faisal tuh susah move on Ama mantannya..wong penampilan istrinya kayak gitu..."


"Iya..mungkin sampai sekarang pun dokter Faisal gak pernah cinta tuh sama istrinya..hehe" Meski mereka berbicara setengah berbisik, namun Yulia bisa mendengar jelas apa yang mereka ucapkan. Sesaat hati Yulia menjadi sesak, bukan karena mereka menghina penampilan Yulia, tapi karena mereka membahas perasaan Faisal padanya. Apa semua orang tahu, kalau sebenarnya Faisal memang belum move on dari mantannya..


"Kita langsung ke ruangan dokter Monica aja Yul..."Faisal sudah ada dihadapan Yulia dengan membawa secarik kertas dari petugas receptionis.


"I..ya mas.."


Mereka menuju keruangan dokter Monica, dokter kandungan di rumah sakit itu..


"Pagi dok.."Sapa Faisal saat sudah masuk keruangan dokter Monica.


"Pagi juga dokter Faisal dan mbak Yulia.."Mereka saling bersalaman.


"Mas... Yuli pulang saja ya..."Rengek Yulia yang sudah duduk di sofa kecil di ruangan Faisal.


"Tidak boleh Yul...nanti mas yang antar kamu...sekarang kamu tunggu mas di sini ..mas akan cepat selesaikan pekerjaan mas..Dan satu lagi.. cup...." Faisal mencium kening Yulia, padahal disitu ada asisten Faisal yang sedang merapikan meja Faisal. Sikap Faisal yang tiba-tiba mencium Yulia, membuat assisten Faisal menggelengkan kepalanya dan tersenyum..


"Mas..ih...malu... ada orang disini..."Yulia mencubit perut Faisal..


"Aduh...ampun Yul ..kenapa malu...mas hari ini bahagia banget.. terimakasih ya Yul kamu sudah memberi mas hadiah terindah.."Bukannya merasa malu karena sudah mencium Yulia ditempat umum, Faisal malah memeluk Yulia..


"Udah ah..sana cepat kerja nya..." Yulia melepaskan pelukan Faisal, dia tidak ingin mengumbar kemesraan di depan assisten Faisal.

__ADS_1


"Iya..iya..." Faisal berjalan menuju ketempat duduknya.


+++++++++++++++


Segini dulu ya...


Nanti siang up lagi...


makasih yang masih setia membaca


novel


"Suamiku tak pernah mencintaiku"


Jangan lupa mampir ke novel..


"Bukan salah takdir"


Dan jangan lupa tinggalkan jejak nya ya....


like komen vote nya ditunggu Lo...


salam hangat dari author abal-abal 😂

__ADS_1


__ADS_2