
Ternyata yang datang adalah petugas hotel yang mengantar makanan mereka. Mereka makan siang berdua, Faisal menyuapi Yulia, Yulia seneng banget karena hari ini dia melihat sisi romantis dari suaminya.
Yulia bersyukur mempunyai suami sebaik Faisal, dia tidak pernah menyangka akan mengajadi istri dari pria yang selama ini dia kagumi dan dia cintai. Terlihat senyum merekah dari bibir Yulia, sementara Faisal berusaha menyakinkan bahwa saat ini dia harus bersikap romantis pada istrinya. Dia berjanji tidak akan mengecewakan istrinya lagi.
Setelah makanan nya habis, mereka membersihkan diri untuk melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah. Sesudah sholat Faisal mendekati istrinya, memposisikan dirinya di hadapan Yulia..
" Kita, lanjutkan yang tadi ya Yul, " ujar Faisal meminta izin kepada Yulia.. dan dijawab anggukan oleh Yulia.
Setelah melewati pemanasan yang memancing gairah mereka, tidak menunggu lama lagi.. Akhirnya mereka bersatu, bersatu dalam kenikmatan surga dunia, bersatu mengarungi indahnya cinta.. Dunia seakan hanya milik mereka berdua,, Yulia meneteskan air mata kebahagiaan..
Akhirnya dia bisa menjadi istri Faisal seutuhnya, dan berharap dia akan mendapatkan hati Faisal juga...Yulia tahu, perasaan Faisal yang sebenarnya terhadapnya. Tapi tak ada sedikitpun keraguan untuk dia melayani suaminya dengan sepenuh hati nya.. Dan dia selalu berharap seiring berjalannya waktu Faisal bisa memberikan hatinya.
Setelah melakukan hal itu, Faisal berjanji dalam hatinya. Dia akan berusaha melupakan Weli, dan akan belajar mencintai istrinya. Dia akan membahagiakan istrinya, istri yang saat ini ada disampingnya.. istri yang selama ini melayani nya dengan sepenuh hati.. istri yang setia menemaninya saat dia rapuh, istri yang tak pernah mengeluh dengan sikapnya selama ini..
------_------------------
Setelah beberapa hari mereka menginap di hotel dan berjalan-jalan ke tempat wisata, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah.
Mereka melewati hari-hari mereka dengan bermesraan, dengan saling menyalurkan gairah mereka.. Mereka benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan bulan madu mereka. Dan Yulia berharap dia akan segera hamil anak mereka, buah hatinya dengan Faisal.
__ADS_1
Sesampainya dirumah mereka langsung masuk ke kamar untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan yang lumayan melelahkan..
Hari pun sudah mulai petang, Yulia terbangun dari tidurnya. Dia kaget karena suaminya sudah tidak ada di samping nya. Yulia berdiri dari tempat tidur nya mendekati kamar mandi untuk mencari Faisal. Tapi ternyata Faisal tidak ada dikamar mandi, Yulia memutuskan untuk mandi karena waktu sholat ashar pun sudah lewat.
Ditempat lain, Faisal sedang ada diruang kerjanya. Dia memandangi selembar foto..
Foto itu adalah foto Weni, wanita yang mengisi hati Faisal selama ini.
"Maafkan aku, maafkan... karena aku tidak bisa lagi menunggumu...menunggu seseorang yang tidak akan pernah menjadi milikku...menunggu seseorang yang tak pernah mencintaiku... ternyata selama ini aku hanya mencintai seorang diri...kau sungguh tega Weli... Harus nya aku membenci mu....tapi untuk saat ini aku belum bisa....rasa cinta ku begitu besar dibandingkan rasa kecewaku terhadap mu...kamu akan selalu menjadi kenangan, kenangan yang indah, kenangan yang tak pernah bisa kuhapus dari relung hati dan pikiran ku..." lirih Faisal, lalu meletakkan Poto Weli di sebuah kotak, dimana kotak itu berisi semua foto-foto Weli.
Faisal sengaja menaruh foto-foto itu di satu wadah.. dan dia berniat akan menyimpan foto-foto itu digudang, agar tidak bisa ditemukan oleh istrinya..
Faisal berjalan menuju ke gudang dilantai bawah, dia menapaki tangga demi tangga.. sampai saatnya dia berhenti di tangga terakhir. istrinya ada dihadapan nya. wajah Faisal menjadi pucat pasi...
"Ahh, anu...anu...tadi mas, dapat telpon dari pihak rumah sakit, mereka menanyakan file pasien.." jawab Faisal gugup, dan terlihat jelas di wajahnya...
" Ehh.. itu apa mas....???" tanya Yulia lagi, Faisal semakin pucat...dia tidak tahu harus menjawab apa..dia takut.. kalau Yulia tau apa isi dari kotak yang dia bawa...
" ini...ehhh...apa... ehh..itu.. berkas yang sudah gak kepakai lagi...jadi mas kumpulin jadi satu dikotak ini..mas akan menyimpan nya digudang.." lagi-lagi Faisal menjawabnya dengan gugup..
__ADS_1
"Mas kenapa kok pucat banget..mas lapar ya.." yulia memegang wajah suaminya
"Iya Yul...kamu buatin makanan untuk mas ya..mas akan menyimpan kotak ini dulu.." Faisal tersenyum getir dan bergegas berjalan menuju gudang..
Yulia pun pergi ke dapur untuk membuat kan makanan suaminya. Dikulkas ternyata cuma ada mi instan dan telur.. akhirnya dia memasak bahan yang ada, lagian biar cepat matang karena sebentar lagi Maghrib pun tiba.. setelah selesai memasak mi nya, dan menyajikan dimangkuk lalu membawa nya kemeja makan . Karena Faisal belum juga datang ke meja makan Yulia berniat menyusul suaminya..
"Mas Faisal kok lama banget ya ..aku susul ke gudang deh!!" Yulia berjalan kearah gudang dan manggil-manggil suaminya..
"mas..mas... kok lama sihh, ngapain aja didalam.." panggil Yulia yang sudah hampir nyampe depan pintu gudang.
Faisal yang terkejut dengan suara istrinya, bergegas meletakan kotak itu di sembarang tempat.."Iya yull..ini udahan kok.." Faisal berjalan keluar menemui istrinya..
"Ya udah ayo makan dulu sebelum magrib.." Yulia meraih tangan Faisal dan berjalan menuju dapur..
" Maaf ya mas Yuli cuma masak mi instan dan telur saja,, cuma itu yang ada dikulkas.."Yulia menyerahkan mi nya ke hadapan Faisal, lalu dia duduk disebelah suaminya..
"Iya Yul gak papa...Besok kamu ambil uang di ATM yang mas kasih, belanja keperluan dapur dan rumah ya..." Faisal menyantap mi nya...
"Iya mas, Yuli besok belanja di minimarket dekat tempat Yuli les aja ya... biar sekalian.." Yulia juga mulai menyantap makanan nya..
__ADS_1
"Terserah kamu Yul..apa kamu besok sudah mau mulai les lagi.. emang gak capek...?" Faisal Bertanya kepada Yulia tentang kegiatan nya besok ..
" Iya mas, Yulia bosen kalau dirumah sendiri.." Yulia manyun. Dia memang lebih suka di tempat les dari pada harus dirumah sendiri.