Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Pamitan


__ADS_3

Faisal mencari tahu keberadaan Yulia, dari video YouTube yang ia lihat semalam. Kedai bakso yang lagi viral itu, menjadi trending topik di YouTube sekarang. Berbekal nama kedai bakso itu, Faisal akhirnya menemukan keberadaan Yulia. Dai tidak menyangka, kalau Yulia akan pergi ke Lampung. Apalagi selama ini, Yulia tak pernah berpergian jauh. Faisal memesan tiket pesawat melalui aplikasi traveling dari ponselnya. Namun semuanya kosong, penerbangan Jogjakarta-Lampung sudah limit. Karena liburan akhir tahun. Faisal tambah frustasi, dia bingung bagaimana caranya agar dis cepat sampai ke Lampung, untuk menjemput istri dan anaknya.


Ditempat lain.


Karena rindu dengan ayahnya, Sisi menjadi sakit, dan harus di rawat di rumah sakit. Rumah sakit permata hati, adalah tempat Sisi dirawat. Hampir setiap malam Sisi menanyakan ayahnya terus, dan selalu merengek minta pulang ke Jogja.


Sudah tiga hari Sisi dirawat di Rumah sakit, sekarang dia sudah boleh pulang. Yulia senang, akhirnya putri kecilnya sudah pulih kembali. Yulia memang menjanjikan akan pulang ke Jogja pada Sisi. Jadi anak itu, lebih semangat lagi untuk sembuh. Dan benar saja, buktinya sekarang dia sudah bisa pulang.


Angga juga semakin mendekati Yulia, karena dia tahu, rumah tangga Yulia dan Faisal sedang ada masalah. Yulia tak pernah cerita pada siapapun, Angga hanya menebaknya saja. Tapi dia sangat yakin, kalau Yulia tidak bahagia hidup bersama Faisal.


Di dalam mobil, saat Angga mengantar Yulia dan Sisi pulang. Dia menyatakan cintanya lagi pada Yulia.


"Yul, kalau kamu gak bahagia dengan suami kamu. Kenapa kamu gak lepasin dia aja?," tanya Angga menatap Yulia.


"Maaf ngga, kenapa kamu berfikiran seperti itu. Aku bahagia kok dengan mas Faisal," jawab Yulia berbohong.


"Sudahlah Yul, kamu gak usah berbohong lagi sama aku."


"Aku bahagia dengan mas Faisal, dia sangat baik dan perhatian sama aku,"


"Tapi dia gak cinta kan, sama kamu!"


"Darimana kamu punya pemikiran seperti itu Ngga?"


"Yul, aku tahu kesedihan kamu tiap malam, aku tahu. Aku siap membahagiakan kamu Yul. Tinggalkan Faisal, dan menikahlah denganku."


Yulia hanya menangis mendengar ucapan Angga, apa kesedihannya selama ini terlihat jelas. Sampai-sampai orang lain bisa melihatnya. Yulia sudah tak bisa lagi berkata apapun. Dadanya terasa sangat sesak.


"Bunda, Bunda, kita pulang ke rumah kita kan Bun?" tanya sisi merengek, saat mereka sampai di rumah nenek Yulia.

__ADS_1


"Iya sayang, besok kita pulang ya!" seru Yulia lembut.


"Sekarang Bunda, sekarang, huahuaa'" Sisi semakin menangis, dia sudah rindu sekali dengan ayahnya. Sudah satu bulan lebih Yulia dan Sisi pergi dari rumah. Hari-hari Yulia dilalui cuma untuk mengalihkan Sisi pada Faisal. Yulia mengajak Sisi jalan-jalan menyusuri tempat wisata di Lampung. Termasuk pantai karang mas, yang ada di Labuhan Maringgai. Way kambas, kali Aro, dan masih banyak lagi. Yulia ingin memberikan kenangan yang indah untuk buah hatinya.


"Yul, tadi mamamu telpon ndok, kapan kamu mau pulang?. Kasihan suamimu, gak ada yang ngurus." Bulek menyampaikan pesan dari mana Siti. Mama Siti sudah curiga, ada sesuatu antara Faisal dan Yulia. Faisal lebih banyak diam, dan saat membahas Yulia, seakan ada raut wajah kesedihan dari Faisal. Itu yang dilihat dari mama Siti.


"Apa kamu ada masalah ndok, sama Suamimu?" tanya Bulek lagi.


"Nggak Bulek, Yulia baik-baik saja kok sama mas Faisal." Yulia menunduk, air matanya mulai penuh di pelupuk matanya, sekali kedip saja, akan jatuh.


Malam harinya, dikediaman paman dan bibinya Yulia. mereka berkumpul disana, anak-anak nya Bulek Yulia juga ada disana. Mereka bercengkrama, Sisi senang sekali, karena besok akan pulang ke Jogja. Dia bisa bertemu Ayahnya lagi. Sisi bercerita pada sepupu-sepupu Yulia. Mereka mengajak Sisi bermain bersama. Sisi mudah bergaul dengan siapa saja, jadi sudah mulai akrab dengan saudaranya. Yulia bersama Bulek dan pakleknyaduduk di teras rumah pakleknya.


"Bulek, Paklek, Yulia minta maaf ya. Kalau selama ini Yulia merepotkan Bulek dan Paklek," Ucap Yulia tulus.


"Kenapa kamu ngomong gitu ndok?, kamu gak pernah salah di mata Bulek." Bulek langsung memeluk Yulia, ada firasat aneh yang dirasakan Bulek Yulia.


"Rencananya Paklek, tapi Yulia mau mampir ke rumah mertua Yulia yang ada metro. Yulia mau pamit pada mereka," jawab Yulia menjelaskan.


Selama berada di Lampung, Yulia tidak pernah berkunjung ke rumah mertuanya. Tapi kenapa dia bilang mau pamit, pada mereka. Paklek dan buleknya merasa aneh pada Yulia.


Hari sudah menunjukkan pukul delapan malam, Sisi sudah merengek mau ditemani tidur. Akhirnya, Yulia menuruti kemauan putrinya. Sambil berbaring Yulia meninabobokan Sisi, sambil bersenandung. Perasaan Yulia menjadi damai, karena selama ini yang menguatkan dia adalah Sisi. Yulia memutuskan untuk kembali ke rumah, juga karena Sisi.


Usai menidurkan Sisi, Yulia mengambil ponselnya di meja, dekat ranjangnya. Dia mengirim pesan pada Weli, dia juga meminta maaf pada Weli. Karena, selalu berburuk sangka pada Weli. Yulia sadar, kalau apa yang terjadi dengan dirinya dan Faisal, bukan salah Weli. Tapi salah Faisal, yang tak bisa menerima kehadiran Yulia di dalam hidupnya.


Yulia terlelap sesaat setelah sholat isya.


Pagi harinya, sekitar pukul delapan pagi. Angga datang ke rumah yang Yulia tempati. Dia ingin memastikan keputusan Yulia, untuk kembali pada Faisal.


"Eh Nak Angga, pagi-pagi udah ada disini," Paklek menyapa Angga yang menunggu Yulia diteras. Rencananya Yulia akan diantar Angga untuk ke bandara. Namun, Yulia tidak mau. Karena dia akan. singgah ke rumah mertuanya.

__ADS_1


"Ngga, udah dari tadi kesini?"


"Yul, aku harus bicara dengan mu"


"Apa lagi yang mau dibicarakan Ngga, semuanya sudah jelas. Aku akan kembali pada mas Faisal. Karena memang dia adalah suamiku, Ayah dari anakku." Keputusan nya sudah bulat, akan kembali pada Faisal. Meskipun, perasaannya belum sepenuhnya menerima Faisal. Yulia tidak mau mementingkan egonya sendiri. Dia memiliki putri, yang harus dijaga perasaannya. Yulia rela mengorbankan perasaannya, demi kebahagiaan putri kecilnya. Baginya, kebahagiaan Sisi, adalah prioritas utama baginya.


"Ya sudah, aku hargai keputusanmu Yul, tapi biarkan aku mengantarmu ke bandara."


"Tidak ada yang boleh mengantar istri saya," Ucap Faisal dengan nada keras.


Faisal sudah berdiri di balik pintu pagar rumah Pamannya Yulia. Dia mendengar semua percakapan Angga dan Yulia. Gemuruh kemarahan menerpa hati Faisal, dia tak ingin ada pria lain yang mendekati istrinya. Kedatangan Faisal membuat Yulia dan Angga tertegun. Perasaan Yulia tak menentu, ada rasa bahagia, karena orang yang dirindukan selama ini, ada di depan matanya. Tapi disisi lain, perasaan sakit yang selama ini Yulia alami, terbesit juga. Mereka hanya saling pandang.


To be continued.


Maaf membuat kalian menunggu.


Udah dua hari gak up.


Tapi gak usah khawatir, saya pasti akan tamarin novel "Suamiku tak pernah mencintaiku". Tapi memang gak bisa up banyak. Karena waktunya harus saya bagi ke lapak sebelah.


Buat temen-temen yang punya aplikasi NM.


Boleh singgah membaca karya saya disana


"Bukan Salah Takdir". Novel ini udah pernah saya tulis disini, tapi kayaknya gak berkembang. Jadi saya putuskan untuk saya bawa ke aplikasi sebelah.


Sekali lagi maaf, sudah buat kalian kecewa.


Terimakasih, salam hangat dari author abal-abal...

__ADS_1


__ADS_2