When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
MALAM MINGGUAN PERTAMA


__ADS_3

--- Sutra Pov ---


Sejak dapat no kontak Kama, aku terus berfikir keras mencari cara menghubungi nya. Bukan hanya sekedar pesan, aku berharap bisa bertemu dengan nya hari ini, dan kebetulan ini hari sabtu, malam minggu. Aku harus menciptakan keadaan yang masuk di akal, agar dia tidak curiga dan bisa menerima nya.


Kukirim pesan whatssapp pada nya,


-Aku-


Sore Kama, saya Adrian..


Cukup lama dia membalas, sekitar 10 menit aku baru menerima pesan nya.


-Kama-


Sore pak


Sudah kuduga, seperti biasa dengan sikap cuek nya, mungkin dia titisan Ratu Elsa, karakter fiksi di film Frozen, dingiiiiiin


-Aku-


Kamu sibuk? saya mau kasi bahan untuk selasa


-Kama-


Gak. ok


-Aku-


Bisa saya tau alamat kamu?


-Kama-


Maksud nya pak? kan bisa di kirim bentuk file.


-Aku-


Maksud saya juga begitu, tapi hardisk saya hilang ntah kemana, saya lupa. Jadi yang ada di tangan saya sekarang dalam bentuk fotocopy.


Ya Allah, seperti nya aku mulai terbiasa mengarang cerita demi dia. Mungkin sebentar lagi aku bakal saingan sama author buat bikin novel, hahaha.


-Kama-


O gt. Alamat saya Jl. Juragan Sinda II no.54, Rukita Jasmine Depok


-Aku-


Seperti nya alamat kamu dekat dari kampus ya?


-Kama-

__ADS_1


Iya pak


-Aku-


Ok, di tunggu. Saya segera kesana.


Alhamdulillaah..!! Akhir nya aku tau juga alamatnya. Baiklah aku segera meluncur Maria Marcedes..


πŸƒπŸƒπŸƒ


Saat ini aku sudah berdiri tepat di depan pagar rumah yang alamat nya di berikan Kama tadi. Tampak seperti kostan yang bersih dan ekslusif. Aku harap ini kostan khusus wanita!


Kukirim kan pesan whatssapp lagi agar dia tau aku sudah sampai di sini,


-Aku-


Saya sudah di depan kost kamu


-Kama-


Ok


Tak berapa lama dia keluar dengan mengenakan kaos polos dan celana pendek di atas lutut, dengan rambut keriting yang di ikat tinggi keatas. Aku jadi teringat tokoh mbok Bariah yang ada di film animasi unyil, hahaha.


"Ini bahan nya" aku memberikan lembaran kertas pada nya


"Tapi ada yang harus saya jelaskan sama kamu, karena kemungkinan saya tidak masuk selasa nanti" sambung ku lagi


"Bisa kita cari tempat yang enak? Gak mungkin di depan pagar kost kamu kan"


"Ok, yaudah yok" dia seketika meng-iyakan tanpa berpikir untuk ganti baju atau apa lah.. atau paling tidak membuka cepolan rambut nya yang seperti mbok Bariah itu!


"Kamu yakin begini saja? Ga mau ganti baju dulu atau ngambil apa gitu. Oh iya, saya gak bawa pulpen, saya pinjam punya kamu ya." aku mencari cara agar dia kembali masuk ke dalam, paling tidak dia bisa melihat cermin dan memperbaiki penampilan nya sedikit.


Lima menit berlalu, dia keluar dengan celana pendek yang sama, namun dengan kaos lengan panjang babydoll warna peach, yang beraroma parfum memikat nya itu. Ditambah dengan dompet pensil kecil, yang aku ingat selalu dia bawa di kelas. Dan rambut yang masih juga di cepol seperti tadi.


Aaah serius dia cuma begitu saja? Gak bawa tas sama sekali seperti cewek-cewek lain yang pergi hangout dengan cowok nya. Hah?? Hahaha, aku berharap terlalu jauh kayak nya.


"Kita kemana pak?"


"Terserah kamu mau nya dimana." aku mencoba membuat nya nyaman dengan pilihan tempat yang dia suka


"Saya ga tau, pak. Saya gak pernah kemana-mana" jawaban nya membuat hayalan ku bermain.


Ingiiin rasa nya ku ajak dia ngedate makan malam di restoran favorite ayah ku. Restoran bergaya Amerika Selatan, SKYE Bar and Restaurant, Grand Indonesia-Thamrin, Jakarta. Tapi itu gak mungkin!


Aku harus nyari tempat yang masuk di akal nya Kama. Kalo aku ajak ke resto atau cafe, dia pasti curiga. Tapi kalo aku ajak ke jajanan kaki lima, apa bisa dengan tenang aku jelasin tugas yang mau aku titip ke dia nanti?


Mobil ku melaju masuk ke dalam kawasan UI. Kupikir, Kama pasti juga tidak ingin tempat yang jauh dari kost nya. Aku teringat Taman Lingkar yang berada di perpustakaan UI. Kulirik jam tangan masih pukul 5 sore. Masih ada waktu satu jam lebih sebelum waktu magrib. Oke, kita ke sana..

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒ


Tak kusangka sudah sore begini Taman Lingkar masih ramai penghuninya. Tapi bagus juga sih, setidaknya gak membuat Kama canggung dengan ku.



"Yuk disana.." aku mengajak nya duduk di salah satu anak tangga yang berada dibawah pohon. Dia setuju dengan mengikuti ku.


Kama langsung membuka lembaran materi yang kuberikan tadi. Aku menjelaskan pada nya satu persatu dengan kalimat yang sangat panjang. Maksud ku agar bisa mengulur waktu lebih lama dengan nya.


Aku juga meminta nya mencatat beberapa tugas yang akan kuberikan hari selasa nanti. Dia tampak begitu serius menanggapi ku, sangat manis kurasa.


"Ada lagi pak?"


"Seperti nya cukup, tapi saya minta kamu sampaikan ke teman-teman, saya butuh rujukan lebih dari satu."


"Ok pak" Kama lalu membenahi pulpen yang di bawa nya tadi.


"Kama.."


"Ya, pak"


"Saya baru tau ternyata kamu ini mahasiswa undangan nya UI, y"


"Iya pak." dia melirikku dan menjawab dengan senyum.


Aaah, ini pertama kali nya dia senyum padaku. Rasa nya ingin kupeluk saja dia, dan kucubit kedua pipinya. Hahaha, begitu noraknya aku.


"Kalau gitu, temenin saya makan yuk.." sanking senang nya aku memberanikan diri mengajak nya pergi makan, walau jelas gak nyambung dengan topik sebelum nya


Dia hanya diam sambil menautkan kedua alis nya


"Saya pengen makan sama orang pintar kayak kamu, yang baru 15 tahun sudah kuliah" aku menjawab nya asal, sungguh bukan hal mudah untuk mencari bahan pembicaraan dengan nya.


"Tapi saya gak bawa dompet pak, cuma ngantongin uang..., dua puluh ribu" sambil merogoh saku celana nya, dia menunjukkan uang 20 ribu padaku.


"Saya yang traktir boleh? Em, di deket-deket sini aja, biar gak jauh dari kost kamu"


Dia mengangguk setuju.


Alhamdulillaaaah, akhirnyaa...


Kami segera beranjak ke parkiran mobil. Di dalam mobil dia melepas cepolan rambut nya, dan sedikit merapikan nya. Syukurlah, aku tersenyum lega melihat itu. Berarti aku benaran jalan sama Kama bukan mbok Bariah lagi.


Dia jauh lebi cantik dengan rambut keriting nya yang tergerai. Aku meminta ijin untuk mampir di mesjid melaksanakan solat maghrib, sebelum pergi makan. Dan dia setuju menunggu ku di mobil.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


__ADS_2