When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Tersiksa


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Kama, si gadis hot yang lugu, baru saja membuka matanya perlahan pagi ini. Tidurnya begitu nyenyak, seperti habis bekerja keras semalaman. Tapi tidak sedikitpun yang ia ingat dengan apa yang terjadi.


Apa ya? Kok.., kayak ada yang lupa... Aku dimana?


Perempuan yang sudah melewati malam pertama sebagai seorang istri itupun bangkit dari tidur. Ia duduk dipinggir ranjang sembari meraih ponsel diatas nakas, mengecek sudah jam berapa saat ini.


Hah? Jam sepuluh? Gak salah? Kok aku bangun kelewat siang begini?


Baru saja ia ingin bangkit menuju kamar mandi, tiba-tiba kepalanya sedikit pusing. Kama lantas memijat-mijat kepalanya lebih dulu sampai benar-benar terasa ringan.


Eh iya, kemarin kan aku baru saja menikah dengan Mas Adrian. Harusnya dia juga ada dikamar ini donk


Ah, ternyata Kama baru sadar kalau ia sudah menjadi seorang istri setelah resmi menikah dengan Sutra kemarin. Luar biasa memang wine yang dipesankan Lulu lewat manager hotel. Bukan hanya memabukkan tapi juga bikin lupa ingatan.


Jangan ditanya merk apa wine durjana itu, yang pasti sudah berhasil membuat Sutra bahagia dengan angan dan cita-citanya pada Kama selama ini.


Ssshh...awww...


Entah kenapa tiba-tiba Kama juga merasa dadanya nyeri, seperti habis terjadi sesuatu disitu. Ia lantas membuka beberapa kancing piyamanya, mengecek apa yang terjadi dengan dada bulat ranum miliknya.


Dan hasilnya tidak terjadi apa-apa disana, bentuknya masih utuh, padat, dan cantik terangkat. Ya, karena invisible bra masih melekat di dada Kama.


Loh kok bisa? Sabar, nanti akan saya jelaskan kisahnya. Hehehe.


Melihat invisible bra di dadanya Kama kembali teringat.


Loh, bukannya tadi malam aku masih pakai gaun pengantin ya? Kok sekarang sudah pakai piyama? Kapan aku gantinya, aku malah gak ingat. Tapi kalau aku ganti pakaian, harusnya aku juga ganti bra donk. Aneh...


Hayoo, Kama mulai merasa ada yang aneh pada dirinya dan penampilannya. Jangan dikata seorang Kama yang pintar bisa begitu mudah melupakan setiap detail yang ia kenakan sebelum wine durjana merusak jiwa raganya.


Kama lantas mengotak-atik ponselnya, mencari nama kontak Sutra lalu meneleponnya.


"Hallo, Mas kamu dimana?" tanya Kama setelah telepon tersambung.


"Ya, Babe. Kamu udah bangun ya? Aku lagi direstoran hotel, ngobrol sama Aji dan Abah kamu nih" ternyata Sutra sudah mulai pendekatan lagi dengan mertuanya, yang notabenenya adalah bos nya juga.

__ADS_1


"Kesini cepetan!" tegas, lugas, begitulah Kama yang sebenarnya.


"Oh, oke" telepon pun terputus.


Sepuluh menit kemudian Sutra sudah sampai didepan pintu kamarnya dengan wajah yang santai dan begitu berbahagia. Entah bahagia seperti apa yang sebenarnya ada diotaknya, yang pasti ia merasa tidak meninggalkan jejak mencurigakan apapun perihal kejadian panas tadi malam.


_flashback on_


Aksi pijat-memijat yang dibarengi dengan em-ut-mengemut yang begitu delicious ternyata hanya berlangsung selama setengah jam. Desahan kenikmatan silih berganti keluar dari mulut Kama membuat Sutra semakin tidak kuat menahan keluarnya Komodo Lang lebih lama lagi.


Apalagi desakan diri Komodo Lang sendiri sudah sangat luar biasa, bergerak ke kiri dan ke kanan, mencoba merobek kain pembungkusnya dengan jurus-jurus bahaya ciptaannya sendiri layaknya pendekar sakti. Kok jadi kayak kera sakti ya? Ah, biarkanlah sesuka dia.


"Babee.., aku boleh gak keluarin dia...?" walau napsu sudah tak terbendung tapi Sutra masih sempat meminta ijin pada istrinya. Bolehlah next kita kasi award buat Sutra sebagai suami paling sopan abad ini.


Kama menjawab dengan senyum mata sayunya, yang ditangkap sebagai pernyataan setuju oleh Sutra.


Akhirnya ijin pun sudah ditandatangani. Sutra dengan sigap menurunkan celana dalamnya dan membuangnya kesembarang tempat. Komodo Lang bisa tersenyum lebar sekarang, udara segar menyambut kedatangannya dengan suka cita. Yeee, ayo kita beri tepuk tangan untuk turunnya beliau ke medan perang.


Prok Prok Prok !


Dibantu yaaa, tolong dibantuu. Eh, bukan! Maaf salah, itu Pak Tarno, bukan Komodo Lang. Hahaha.


"Terus Masss, ituuu mau diapain?" kembali pertanyaan si lugu mulai menjebak.


"Mauu ketemu dooonk sama jodohnyaaa" ternyata yang konyol bukan hanya Kama melainkan Sutra juga. Jawabannya bikin orang waras ingin menamparnya.


Kelamaan Sut, yang baca udah gak sabar!


Sabar! Ini ujian!


"Siapaaa? Ssshhh..." Kama bertanya sembari mendesah. Rupanya Sutra kembali memainkan pucuk creamnya.


"Punya kamuuu, yang iniiiih" tangan Sutra yang satunya dengan berani menyentuh bagian inti Kama yang masih berbalut kain tipis yang juga berwarna cream.


"Dimasukiiin?" kali ini kening Kama sedikit berkerut.


Sutra mengangguk dengan wajah mupengnya.


"Boleehh kaaan?" seolah akan mendapat jawaban setuju tangan Sutra berlanjut dengan menurunkan kain pembungkus bagian inti Kama sedikit demi sedikit hingga sampai ke paha.


"Mass, tungguuu" Kama menahan tangan Sutra pelan.

__ADS_1


"Kenapa lagi, Babee...?" Sutra menghentikan aksinya, memandang mata Kama penuh perasaan.


"Akuu gak mauuu" jawaban Kama seketika membuat Sutra melongo. Ia seperti akan didorong dari lantai sepuluh gedung.


"Ituuu... terlalu besaarrr. Gak muaaaat" sambung Kama lagi memelas.


Oh God! Apaaa katanya?????


Otak Sutra yang pintar, seketika memutar poin kedua perjanjian pranikah mereka,


tidak boleh memaksa Kama melakukan hubungan suami istri selama yang bersangkutan belum siap.


Jelas sudah apa yang Kama utarakan dengan yang tertulis di poin kedua itu. Artinya Sutra terikat dengan janji untuk tidak meneruskan aksinya.


Detik itu juga, Sutra menghentikannya. Ia bergeser dari atas tubuh Kama ke pinggir ranjang. Pikirannya kacau luar biasa. Kepalanya berdenyut hebat. Moodnya hancur. Emosinya naik. Begitu pula dengan tekanan darahnya. Intinya dia hampir menjadi gila.


Rupanya berkah wine ditutup dengan penderitaan sang pujangga cinta. Deritanya tiada tara. Menghancurkan jiwaraga. Mematikan kata-kata. Menghempas hasrat membara. Mengubur angan dan cita. Menikam tepat didada. Ah, pokoknya TERSIKSAAA.


Komodo Lang bagaimana? Death lock! No comment! Tolong jangan ditanya bagaimana dia. Yang jelas tidak baik-baik saja. Tapi please jangan ketawa, kasihan dia.


Selanjutnya tanpa berkata apa-apa Sutra pergi meninggalkan Kama. Daripada ia berubah jadi singa yang tak bisa menahan napsu membara, lebih baik ia beranjak dari sana.


Sutra memilih merendam dirinya di bathtub penuh dengan kelopak bunga. Ia bahkan menceburkan kepalanya, berharap bisa kembali seperti semula. Harum aromatherapy yang menyala sedikit membuat Sutra bernapas lega. Ia butuh ketenangan, benar-benar ketenangan tanpa ada siapa-siapa.


Tak terasa satu jam juga kesendirian Sutra disana. Otaknya kembali bisa mencerna. Hatinya mulai lega. Mungkin ini hukuman buatnya karena sudah menjebak Kama dengan gelas wine kedua. Ia begitu lapang dada. Tidak mau berburuk sangka pada istrinya yang tercinta.


Lantas, laki-laki itupun kembali teringat dengan istrinya. Ya, Kama, sedang apa dia? Ditinggal dengan keadaan mabuk tanpa penutup didada.


Sutra segera mengeringkan tubuhnya. Memakai handuk dan segera mengecek keadaan Kama. Ternyata,


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Flashback belum off kaka semuaa..


Next kita liat di episode selanjutnya ya pemirsa, eh pembacaaa...


Maafkan saya yang suka mengakhiri dengan huruf A...


karena Aaaah lebi greget dari Iiiihh...


😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2