
Eh eh guys pencet LIKE dan VOTE-nya dulu donks, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€
sarang buruuuung, eh sarangheyo ππ
-
-
Penerbangan Kuala Lumpur - Jakarta hanya memakan waktu selama dua jam. Tepat jam 12 siang Kama dan Sutra sudah mendarat di bandara Halim Perdana Kusuma bersama Aiman and the genk.
By the way, ini Aiman and the gank udah kayak buntut Kama dan Sutra. Kemana-mana harus ngikut. Bukan berlagak sok penting atau pebisnis handal yang harus di jagain pengawal, melainkan ketidak percayaan Datuk Emran pada Tuan Sakamoto sepenuhnya. Ia khawatir orang Jepang itu berbuat curang yang akan berakibat buruk bagi anak dan menantunya.
Dengan menaiki mobil yang telah sedia menjemput di bandara, mereka pun menuju alamat tempat janji bertemu dengan Tuan Sakamoto. Mobil itu membawa mereka ke sebuah restauran hotel di Jakarta Selatan. Bukan tanpa alasan Tuan Sakamoto memilih tempat ini, sebab ia menghindar dari banyaknya orang yang memperhatikan.
Kama dan Sutra melangkah beriringan sembari bergandeng tangan masuk ke dalam restauran, di ikuti Aiman and the genk dari belakang. Tepat di sudut sebelah kiri resto, Tuan Sakamoto sudah menunggu bersama dengan seorang anak buahnya.
Tidak banyak orang di dalam resto ini. Apalagi posisi mereka duduk di sudut, jadi tidak akan menjadi perhatian pengunjung lain.
"Selamat siang, Tuan," ucap Sutra begitu sampai tepat di hadapan Tuan Sakamoto. Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
Pria paruh baya itu memperhatikan Sutra dengan lekat dari atas hingga bawah.
Jadi ini laki-laki yang sudah membuat anak gadisku seperti orang gila. Pantas saja, ia lebih tampan daripada di foto dan berkharisma. Ah, sudahlah, tidak jodoh.
"Ya, selamat siang," saut Tuan Sakamoto.
"Perkenalkan saya Adrian dan ini istri saya Kama." Sutra dan Kama menjabat tangan Tuan Sakamoto bergantian.
"Ayo, silahkan duduk," ucap Tuan Sakamoto.
Aiman and the gank berada di meja yang bersebelahan dengan mereka. Hanya berjarak dua meter. Berjaga-jaga jika sesuatu yang tidak di inginkan sampai terjadi. Sementara anak buah Tuan Sakamoto duduk di meja sebelahnya di temani oleh Azfar yang sedang berusaha melancarkan kepandaian hipnotisnya agar orang itu menjadi linglung.
"Terima kasih, Tuan," ucap Sutra.
"Bagaimana kabar ayah kalian?" tanya Tuan Sakamoto basa basi.
"Ayah baik-baik saja. Beliau menitip salam untuk, Tuan," saut Sutra.
"Ya, oke," ucapnya singkat.
__ADS_1
"Bagaimana dengan kabar Chelsea, Tuan?" Sekarang giliran Kama yang bersuara.
Tuan Sakamoto melirik ke arah Kama, "Anakku baik-baik saja dan dia begitu bahagia setelah pulang berlibur dari Swedia," ucapnya dengan senyum sekilas. Pria paruh baya itu jelas berbohong, ada sesuatu tentang Chelsea yang di tutupinya.
"Lantas apa yang ingin kalian utarakan padaku?" tanyanya ke inti masalah.
"Begini, Tuan," Sutra mengambil alih pembicaraan.
"Pasti anda sudah tau apa yang terjadi di antara saya, istri saya, dan juga Chelsea beserta dengan seorang teman kami yang satunya. Istri saya ingin sekali bisa bertemu dengan anak anda, ingin bicara baik-baik untuk saling memaafkan. Sebab biar bagaimanapun mereka adalah teman satu kampus, yang sebelumnya berhubungan baik. Hanya saja ada kesalahpahaman sedikit beberapa hari yang lalu," terang Sutra.
"Hanya itu? Bukannya kalian ingin membahas soal video?" tanya Tuan Sakamoto.
"Ya, soal itu juga, Tuan. Laki-laki yang bersama dengan Chelsea di video mengatakan pada kami bahwa ia akan bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan. Untuk itu saya mohon Tuan mau membuka hati dan mempertimbangkannya," pinta Sutra.
"Huh, tidak perlu! Anakku baik-baik saja, dia sangat bahagia dan tidak butuh di kasihani," tegas Tuan Sakamoto. Tampaknya dia mulai salah paham. Dia berpikir kalau Kama dan Sutra sengaja ingin mengejek lalu berniat menikahkan Chelsea dengan lelaki yang bersamanya di video itu.
"Bukan itu maksud saya, Tuan. Tidak ada yang berpikir begitu terhadap Chelsea. Hanya saja Dega, nama laki-laki itu, ingin bertanggung jawab atas perbuatannya, dan dia tulus melakukan itu," jelas Sutra lagi.
"Sudah kukatakan bahwa anakku baik-baik saja! Tidak ada hal buruk yang terjadi padanya! Jadi tidak perlu kalian tawarkan tanggung jawab untuknya!" Suara Tuan Sakamoto mulai meninggi. Dari mejanya Aiman and the genk sontak berdiri dan mendekat, namun Sutra memberi kode agar mereka kembali duduk agar tidak memancing keributan yang lebih besar lagi.
Sementara anak buah Tuan Sakamoto sedang menikmati beberapa gelas air putih dengan wajah teler. Sebab ia di hipnotis Azfar, yang membuat dia merasa kalau air putih yang di minumnya adalah minuman beralkohol. Hahaha, cukup air putih bisa bikin dia nge-fly.
Huh, dasar ajinomoto! Sensian banget! Terpaksa aku harus melakukannya. Bismillaaaah.
"Begini, Tuan. Dari video itu bukan hanya bercerita tentang Chelsea dan Dega, melainkan ada jiwa lain yang di hasilkan." Kalimat Sutra barusan sontak membuat Kama menoleh dan kebingungan begitu pula Tuan Sakamoto.
Mas Adrian ngomong apa sih?
"Apa maksud kalimatmu itu?" tanya Tuan Sakamoto heran.
"Kemungkinan besar anak anda hamil, Tuan," jawab Sutra, membuat Kama ternganga kali ini.
"Sembilan bulan ke depan, jika keadaan Chelsea tetap baik dan terus bahagia, Tuan akan segera menimang cucu," sambung Sutra yakin. Tidak ada keraguan dari kalimatnya. Juara, laki-laki satu itu sudah sangat lihai berbohong sejak ia pintar beracting saat berperan sebagai orang yang lupa ingatan sebulan yang lalu.
"Kau bercanda, kan?" Tuan Sakamoto terkejut kali ini. Wajahnya memerah, matanya pun memerah. Ada kemarahan besar dalam hatinya.
"Kalau, Tuan tidak percaya, ayo sama-sama kita temui Chelsea dan tanyakan padanya." Untuk pernyataan yang satunya Sutra sedikit ragu, sebab ini mempertaruhkan kesungguhan Chelsea yang memang mau menikah dengan Dega. Jika Chelsea bersungguh-sungguh, ia pasti setuju untuk sepakat dengan skenario hamil yang sudah Sutra karang lebih dulu, namun jika tidak, keributan pasti menjadi ujungnya.
Degaaaa, awas kalo sampe ucapan lo soal cinta-cintaan lo sama Chelsea itu bo'ong. Gue bantai lo, Ga! Soalnya gue udah segila ini bikin cerita agar lo bisa nikahin dia!
__ADS_1
Tuan Sakamoto sontak berdiri.
"Takada, ayo kita pergi!" perintah Tuan Sakamoto pada anak buahnya. Namun orang itu bergeming, tak bergerak sama sekali.
"Kenapa dia?" tanya Tuan Sakamoto heran, sebab orang yang bernama Takada itu sudah terkulai di atas meja sembari tersenyum tanpa henti.
"Kami tidak tau, Tuan. Daritadi dia hanya minum air itu terus menerus," jawab Azfar.
"Dasar bodoh!" umpat Tuan Sakamoto sembari memukul kepala anak buahnya. Seketika Takada pun tersadar akibat pukulan itu.
"Ya, Tuan, ada apa?" ucapnya begitu tersadar.
"Harusnya aku yang bertanya, ada apa denganmu, Takada?!" sentak Tuan Sakamoto.
"Ha, aku-aku tidak tau, Tuan. Aku hanya duduk dan meminum air putih ini," jawab Takada.
"Penipu!"
Plak !
"Aku tidak berbohong, Tuan." Takada memegang pipinya yang di tampar oleh Tuan Sakamoto.
"Ayo kita pergi dari sini!" perintah Tuan Sakamoto.
"Boleh kami ikut dengan anda, Tuan?" tanya Sutra saat Tuan Sakamoto akan melangkah.
"Tidak perlu! Biar aku yang akan menanyai anakku sendiri," tegasnya.
"Tapi, Tuan,"
"Apalagi?"
"Ayah kami, Datuk Emran Ibrahim, mengatakan bahwa hubungan yang sudah baik di antara kita semua tidak boleh rusak hanya gara-gara salah paham. Dan apa yang sudah saya katakan tadi semuanya untuk kebaikan kita, tidak ada maksud buruk sama sekali. Jadi saya harap Tuan jangan salah paham, sebab ayah akan sedih dan mungkin berdampak buruk untuk hubungan yang lain." Ucapan Sutra sontak membuat Tuan Sakamoto terdiam.
Sutra memang pintar berkata-kata. Kalimatnya mampu menjebak dan membuat Tuan Sakamoto tak berkutik. Untung sebelumnya dia sudah mendengar apa saja yang di lakukan mertuanya pada Tuan Sakamoto, jadi ia punya senjata untuk menekan pria Jepang itu.
πππ
Btw, itu Takada mabok air putih guys π€£π€£
__ADS_1
Keahlian hipnotis Azfar memang keren, othor mau pinjem buat hipnotis Hamish Daud biar dia pikir kalau othor adalah Raisa πβοΈ