When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
CLEAR


__ADS_3

TERIMAKASIH READERS YANG UDAH SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


I Love U 😘


.


.


.


"Min, sebenernya gue kesini mau-"


"Gue udah tau. Soal pak Adrian kan.." Mini langsung memotong ucapan Kama, dan Kama pun mengangguk


"Kelamaan lo jelasin nya! Keburu gue kesel!"


"Gak gitu, Min.., maksud gue-"


"Sejak kapan sih?" potong Mini lagi


"Apanya yang sejak kapan?" tanya Kama heran


"Sejak kapan lo pacaran sama dia..?"


"Gue, pacaran? Gak kok, gue sama sekali gak pacaran sama dia"


"Terus apa? Jangan-jangan lo udah nikah ya sama dia?" Mini sampai menduga terlalu jauh


"Ah, ngaco aja lo! Enggak lah!" bantah Kama


"Gue denger waktu itu lo ngaku ke Chelsea, kalau setiap weekend lo sama pak Adrian selalu bareng, bener kan..?"


"Nah itu yang mau gue jelasin sama lo sekarang ini, Min.. Gue sedih banget lo ngejauh dari gue, sumpah! Lo kan temen gue satu-satunya dikampus" Mini sedikit tertegun mendengar pengakuan Kama, perlahan dia mulai lunak dan membiarkan Kama menceritakan semuanya.


"Gue mulai dari diri gue sendiri ya Min.. Gue sebenernya sakit. Gue-"


"Lo sakit apa, Kam? Jantung atau kanker?" tanya Mini serius


"Ah, lo ngaco aja sih daritadi! Sakit parah-parah gitu kok dikasi ke gue, amit-amit!"


"Ya kan kalo di film-film kayak gitu, biar sedih, biar dramatis kan.., jadi penontonnya pada nangis. Siapa tau lo juga mau bikin gue nangis.." jawab Mini polos

__ADS_1


"Ini kehidupan nyata gue Min, bukan film! Sekarang gue lanjut ngomong ya, lo dengerin dulu jangan motong lagi" Mini mengangguk


"Sejak umur 10 tahun gue mengidap sakit mental, namanya PTSD (post traumatic stress disorder). Gue trauma dengan kejadian masa lalu dikeluarga gue, sampai buat gue jadi cuek banget kayak gini, hati gue gak bisa ngerasain apa-apa, senang, sedih, marah, dan terkejut semuanya datar buat gue, sama sekali gak berasa. Tapi anehnya gue selalu nangis kalau ada kejadian sedih atau ada yang terluka dideket gue, sekalipun gue gak perduli.."


"Kalau lo masih inget pertama kali kita ketemu, lo jatuh di halaman deket parkiran waktu itu, lutut lo berdarah, dan airmata gue langsung netes saat itu. Padahal gue sama sekali gak kenal sama lo"


"Hmm, oh iya-iya.., gue inget" seru Mini ketika otaknya mulai flashback mengingat kejadian itu


"PTSD gue yang bikin gue nangis saat itu. Terus kalau lo perhatiin, setiap kali lo kagetin gue, gue tetep santai dan gak pernah teriak, sekalipun gue bilang kalau gue kaget"


"Eh, iya bener juga sih, muka lo biasa aja tiap gue kagetin"


"Dan satu lagi, saat semua cewek naksir dan menggilai pak Adrian, termasuk lo, cuma gue yang antipati sama dia, bener kan?" Mini mengangguk


"Gue benci ngeliat cowok ganteng Min, bencii banget"


"Orang yang bikin nyokap gue masuk rumah sakit adalah orang yang wajahnya ganteng, gue masih inget sampai sekarang.. Dan gue baru tau kenyataannya kalau orang itu adalah bokap gue" wajah Mini terkejut mendengar penjelasan Kama


"Soal pak Adrian, dari awal gue selalu jujur sama lo Min, gue memang benci dengan pak Adrian, terutama wajahnya. Tapi entah kenapa takdir selalu mempertemukan gue sama dia berkali-kali tanpa sengaja.. Sumpah, gue gak bo'ong!"


"Mungkin ada 6 sampai 7 kali, semuanya tanpa disengaja. Termasuk waktu pertama kali gue mau ke jakarta naik kereta"


"Waktu itu kan gue nanya sama lo gimana caranya ke jakarta naik kereta, tapi gue tetep gak berani Min.., takut nyasar. Dan gak sengaja gue ketemu pak Adrian didepan mesjid, dia baru selesai solat. Kebetulan waktu itu dia juga mau ke Jakarta, pulang kerumah orangtuanya, dan dia nawarin tumpangan ke gue"


"Terus? Lo ngobrol apa aja sama dia Kam? Lo nembak dia? Atau dia ngajak pacaran?" tanya Mini penasaran


"Aaah, garing banget! Gak seru lo Kam.." seru Mini


"Memang gue kayak gitu kan aslinya, kan lo tau.." Mini mengangguk


"Terus waktu di Jakarta, sekali lagi tanpa sengaja gue ketemu sama dia. Tapi keadaannya berbeda, dia hampiiir aja nabrak gue waktu di Dufan.., dan gue pingsan masuk rumah sakit"


Kama menceritakan semua yang dialaminya dengan Sutra tanpa terlewat sedikitpun. Sementara Mini mendengar dengan baik. Wajah Mini juga tampak berubah-ubah, dari mulai terkejut, bingung, greget, penasaran, sampai dengan sedih. Mini tak menyangka ternyata sudah sebanyak itu pengalaman yang dilalui Kama bersama pak Adrian, dosen idolanya. Ia lantas mengomel diakhir cerita Kama.


"Memang jahat lo Kam sama gue! Cerita sebanyak ini baru lo kasi tau sekarang!"


"Awalnya gue takut lo salah paham Min.., tapi sekarang gue malah terjebak dengan semuanya.. Sumpah gue gak pernah milih dia! Jangankan milih, ngeliat mukanya aja gue kesel! Gue bahkan sampai harus konsul ke psikolog untuk nenangin otak gue. Gue ketakutan sendiri.., gue takut ngerebut dia dari lo" jelas Kama


"Huh, emang be-gok lo Kam.. Gak paham sama temen sendiri! Gue kan sahabat lo, Kam.. Harusnya lo ceritain aja ke gue dari awal.., dan kita gak perlu sampai ribut kayak kemaren!"


"Gue kecewa sama lo karena lo gak nganggep gue! Lo gak percaya sama gue! Lo bilang kita sahabat, tapi lo gak pernah cerita apa-apa ke gue! Ya sekalian aja kita gak usah deket lagi, gampang kaaan.." oceh Mini kesal


"Jangan Miiin..., maafin gue..." pinta Kama sambil memegang tangan Mini, ia betul-betul minta maaf.


Mini hanya diam, ia begitu kesal dengan Kama. Begitu banyak cerita yang Kama lewatkan tanpa diketahuinya. Apalagi itu ada hubungannya dengan pak Adrian, orang yang begitu diidolakan nya.

__ADS_1


"Terus sekarang gimana dengan pak Adrian?" tanya Mini kemudian


"Ha, eemm, kalo lo gak setuju.., gue bakal jaga jarak sama dia. Gue janji!" jawab Kama yakin


Hah!! Cape deeeeh! Neng Kama blo'on, pliiis ya, jangan mulai lagi menyiksa demenan kaum hawa, alias akang Sutraaa! Bukan cuma hujan-hujanan, tapi Sutra udah kebelah-belah hati nya gara-gara kamu! Cukup duren aja yang dibelah, jangan hati..


Dibelah baaang, dibelaaaah.. Enak baang, silahkan dibelaaaah...


(RIP. Mbak Jupe πŸ˜‡)


Plak !!


Tiba-tiba saja Mini memukul lengan Kama. Sekalian mukul readers, biar stop nyanyi belah durennya!


"Duuuh..." Kama mengaduh kesakitan


"Tapi kalo mukul gue bisa bikin lo maafin gue, gak papa kok Min.. Pukul aja lagi" sambung Kama


"Hiiih! Gemes gue sama lo! Lo apa gak punya perasaan sedikitpun buat pak Adrian?? Masa lo tega nyiksa dia lagi sih?! Itu hati lo terbuat dari batu apa kayu ya, bisa sekeras itu!" omel Mini


"Gue.., gue gak mau aja bahagia diatas kesedihan sahabat gue sendiri"


"Kesedihan? Siapa yang sedih Kaaaaam??" tanya Mini heran


"Maksud lo, gue??" Kama mengangguk


"Hahahaha..." seketika Mini terkekeh melihat reaksi Kama


"Kapan gue bilang kalau gue jatuh cinta sama pak Adrian, Kam..?? Hahaha..."


"Seringlah.. Lo bilang kayak gini, pak Adrian itu idola gue Kam.., pujaan hati gue.., dan kalau dia belum punya pacar sampai sekarang artinya gue masih punya kesempatan buat jadian sama diaa.." ujar Kama sambil menirukan kalimat yang sering Mini utarakan soal pak Adrian


"Hahaha.., emang cocok lo kena PTSD Kam.., gak peka! Kayak gitu aja dibilang jatuh cinta! Hahaha.."


"Entar gue jelasin ke lo ya, apa bedanya ngefans sama cinta beneran! Tapi lo harus janji dulu sama gue. Tugas studio yang kemaren, punya gue tolong kerjain dooonk, pliiiis, hehehe..." rengek Mini pada Kama


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Akhirnyaaaa masalah dengan Mini udah kelar...


Sekarang Kama lega untuk berangkat bareng Sutra ke Jakarta


Tapi, Sutra nya dimana ya sekarang???


Ada yang tau??

__ADS_1


Only di next episode, cekidot gaes...


__ADS_2