
Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat π€π
happy reading..
.
.
Wah, gawat! Pasti ini efek dia minum bir tadi! Anginnya sejuk tapi dia bilang panas
Sekarang Kama hanya tinggal mengenakan tanktop berwarna cream. Tali bra pink yang dikenakannya ikut terlihat. Bahkan tanktopnya yang tipis mencetak jelas bentuk dadanya. Membuat Sutra terperanjat dan menelan ludahnya sendiri.
Sur...gaaa...
Cukup sepuluh detik Sutra menikmati pemandangan menggiurkan itu. Ia cepat-cepat sadar dan menutupi bagian dada Kama dengan kaos lengan panjang milik gadis itu.
Astaghfirulloh!!
"Babe, pake lagi bajunya!" tegas Sutra. Dada laki-laki itu berdesir, detak jantungnya lagi-lagi upnormal, bahkan kakinya pun sedikit gemetar. Bagaimana tidak, ia sudah menyaksikan tubuh bagian atas Kama dengan jelas dibalik tanktop tipis itu.
"Tapi aku kepanasan, Mas.. Atau kita ke kolam yuk, berenang.." ajak Kama lagi. Kesadaran Kama sudah empat puluh persen hilang. Kelakuannya sudah aneh-aneh. Itu kali pertama ia menenggak minuman beralkohol.
"Babe, bicara kamu udah mulai aneh!" Sutra menekan kalimatnya.
"Aneh apanya sih?! Udah, ayoook.." Kama menarik tangan Sutra, mengajaknya turun kebawah menuju kolam renang.
"Gak, Babe! Aku gak mau.." Sutra menolak, tapi hasilnya malah membuat Kama marah.
"Yaudah, biar aku pergi sendiri!" Kama berucap kesal. Ia melangkah cepat menuju pintu kamar.
Waduh! Bahaya ini!
Sontak Sutra mengejar Kama, menghalangi langkah gadis itu keluar dari kamar.
"Babe, ga boleh!" Sutra berdiri didepan Kama, menghadangnya menuju pintu.
"Mas, awas! Kalau gak mau ikut jangan ngalangin donk!" Kama berteriak mengusir Sutra dari hadapannya, menarik kencang kaos laki-laki itu agar segera menghindar hingga ia kewalahan dengan aksi Kama.
Aku gak bisa biarin kamu terus begini, Babe!
Seketika muncul ide dikepala Sutra. Ia mengangkat sekaligus mendekap gadis itu dengan lengannya dari depan.
Daripada dia ngotot ingin berenang, lebih baik aku bawa dia ke kamar mandi!
__ADS_1
Sutra membawa Kama masuk ke kamar mandi, lalu menyalakan shower tepat diatas kepala mereka. Derasnya air yang keluar dari shower membasahi tubuh mereka berdua. Pelan-pelan Sutra menurunkan Kama, hingga dadanya bergesekan sempurna didada Sutra. Tanktop tipis yang membalut tubuh Kama pun ikut terangkat hingga diatas pinggang.
Sungguh pemandangan yang luar biasa menggoda dihadapan Sutra saat ini. Pipi Kama yang tampak merona berkat pengaruh alkohol tadi semakin menambah daya pikat gadis itu. Bahkan tubuhnya pun sudah sepenuhnya basah, membentuk lekukan sempurna dari setiap bagiannya.
Tak seinci pun lekukan itu yang terlewat dari pandangan Sutra. Ia sampai tak sadar sudah berapa kali menelan ludahnya sendiri, terperangah dengan apa yang ada dihadapannya. Hasrat yang begitu besar dari dalam diri Sutra pun meronta ingin keluar, ingin menumpahkan segalanya pada objek yang menjadi sasaran panah cintanya.
Ya, cinta! Semua berawal dari kata cinta, cinta yang menimbulkan keinginan untuk menyentuh, memeluk, mencium, hingga memiliki seutuhnya.
Sekuat tenaga Sutra menahan keinginan terbesarnya saat ini, hingga ia mencengkram kuat telapak tangannya sendiri. Tapi lagi-lagi objek itu melempar umpan yang sangat lezat. Umpan yang jika dilewatkannya lagi kali ini akan mempertanyakan kejantanannya kelak.
Umpan itu langsung mengatas namakan diri Kama sendiri. Ia menghindar dari derasnya air shower, melingkarkan tangannya dipinggang Sutra, serta mendongak menatap Sutra dengan senyum paling menggoda yang ia punya. Dalam hitungan detik, Sutra melahap lembut bagian tipis warna pink yang sangat menggoda itu.
Mohon maaf, tolong dijelaskan bagian pink yang mana ya? Soalnya kebetulan bra Kama juga warna pink saat ini. Apa Sutra lagi makan bra Kama?? Wkwkwk
Sutra menangkup kedua pipi Kama, mendaratkan lembut bibirnya ke bibir Kama. Pelan tapi pasti laki-laki itu mempraktekkan adegan di film barat favoritenya. Diawali dengan mencecap bagian bawah dari bibir Kama, lalu mengemutnya lembut selama beberapa detik. Menikmati aliran-aliran listrik yang saling menghantar diantara mereka. Detak jantung mereka yang berpacu kencang seakan menambah semangat untuk melakukannya lebih dalam lagi.
Sutra seolah menjadi kaptennya, sementara Kama satu-satunya awak setia yang menurut dan mengikuti setiap arahan.
Entah karena pengaruh alkohol yang masih menguasai dirinya, Kama menerima perlakuan Sutra dengan senang hati. Ia bahkan memejamkan mata, menikmati setiap hisapan lembut dari Sutra. Kesadaran Kama memang tidak sepenuhnya hilang, ia tau betul kalau orang yang bersamanya sekarang, yang sedang menikmati cecapan penuh cinta dengannya adalah Sutra Adrian Zanyar. Orang yang mengenalkannya arti cinta dan sebuah rasa.
Ini pertama kalinya bagi mereka. Aksi perdana tanpa observasi yang hanya bermodalkan cinta. Menghasilkan sebuah adegan romantis yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Sutra seperti ditarik lebih dalam lagi oleh hasrat yang sudah sejak lama membara di benaknya. Walau napasnya memburu, tapi ia tetap fokus untuk melakukannya dengan slow motion. Mengontrol setiap gerakan dan tarikan dengan penuh perasaan. Membuat objek penderita menerima dan menikmatinya bersamaan.
Efek alkohol ditubuh Kama drastis turun, seakan terhisap oleh Sutra ketika adegan romantis tadi. Mereka berdua lantas menjadi salah tingkah sesaat, saling diam tanpa memandang sama sekali. Bertanya-tanya dalam hati, apa yang barusan diakukan? Apakah ini mimpi atau memang nyata?
Sedetik kemudian, Sutra jadi orang pertama yang sadar diantara mereka. Ia mematikan kran shower, mengajak Kama bergeser dari tempat itu menuju westafel kamar mandi. Sutra menggendong Kama naik, duduk diatas westafel.
"Tunggu disini, aku ambilin handuk" katanya sembari keluar. Tak sampai semenit ia sudah kembali dengan handuk kering ditangannya.
Sutra mengeringkan badan Kama yang basah perlahan. Perasaan dihatinya campur aduk sekarang. Ada rasa takut, khawatir, serta bahagia yang tak terukir. Tapi dipastikan ia tidak akan lari dari tanggung jawab. Ia akan menerima apapun reaksi Kama setelah ini.
"U-udah Mas gak apa-apa.., biar aku keringin sendiri. Badan kamu juga b-basah kan.." sedikit gagap Kama berucap. Pelan-pelan ia mulai sadar dengan kelakuan out of control nya tadi. Otaknya merekam ulang satu-persatu, membuatnya merasa malu sendiri didepan Sutra.
"Mau aku ambilin baju ganti dikoper kamu?" Sutra menawarkan bantuan.
"Eh, gak usah!" jawab Kama cepat, ia takut Sutra melihat semua pakaian dalamnya. Padahal bra yang dipakainya sekarang pun sudah terlihat jelas oleh Sutra sejak tadi.
"Aku bisa sendiri.." Kama turun dari westafel lalu keluar, diikuti Sutra dari belakang.
Kama kembali ke kamar mandi dengan membawa baju ganti. Setelah menutup pintu, ia pun menoleh ke kaca. Kama baru sadar kalau penampilannya begitu kacau. Bahkan pakaian dalamnya seolah tembus pandang dari balik tank top.
Ya Tuhaaan.. Berarti daritadi penampilanku begini?!
__ADS_1
Frustasi Kama mengusap kasar wajahnya berulang kali. Dia juga menjambak rambutnya yang basah, merutuki kelakuan menjijikkan yang baru saja dia lakukan.
Ini pasti gara-gara bir itu! Aaaah, bodohnya akuuu!! Mau taruh dimana mukaku didepan Mas Adrian?
Kama mencaci maki dirinya sendiri, ia masih tidak percaya dengan kebodohannya yang luarbiasa itu. Membeli bir yang disangkanya adalah kopi! Hingga berakhir dengan keadaan yang menyedihkan seperti ini.
Selesai membenahi diri Kama keluar dari kamar mandi dengan baju lengkap. Ia melihat Sutra duduk di balkon.
Ngapain dia disitu? Masih dengan baju yang sama pula! Dia bisa masuk angin nanti!
Kama lantas menyusul Sutra,
"Mas, ngapain? Kok gak ganti baju? Kamu kan juga basah tadi.." ucapan Kama mengagetkan Sutra yang sedang termenung. Otak laki-laki itu merekam ulang kegiatannya bersama Kama saat di kamar mandi, mengingat setiap kenikmatan dari ******* lembut yang baru pertama kali dilakukannya sepanjang hidup.
Yummy! Permen jelly yang kenyal dan manis! Persis bibir kamu, Babe
"Ha, m.. I-iya.." jawab Sutra gagap. Ia lantas berdiri dan mendekati Kama.
Tapi apapun ceritanya, aku harus minta maaf! Tadi itu cuma khilaf! Ya, khilaf yang enak! Eh bukan, itu murni khilaf!
"Babe..," panggil Sutra.
"Ya.." sepertinya Kama sudah menduga apa yang akan Sutra katakan. Ia menjawab namun tidak berani menatap mata laki-laki itu.
"Kamu pasti marah sama aku.., soal tadi. A-akuuu minta maaf.." Sutra berdiri tepat dihadapan Kama.
"Aku janji, aku gak akan ngulangi hal yang sama lagi!" Sutra menegaskan maksudnya. Ia khawatir Kama marah atau bahkan memutuskan hubungan dengannya gara-gara ciu-man tadi.
Kama berbalik badan membelakangi Sutra. Wajah gadis itu memerah. Ia terlalu malu mengingat kelakuan menjijikkan nya tadi. Menggoda Sutra dengan pakaian memalukan seperti itu.
Harusnya aku yang minta maaf! Tapi dia juga salah sih! Ngapain dia sampai tergoda! Dasar lemah!
"Udah buruan ganti baju sana! Ntar kamu masuk angin!" Kama melangkah meninggalkan Sutra. Ia naik keatas ranjang dan masuk dalam selimut, berpura-pura akan tidur.
Maafin aku, Babe.. Aku khilaf.., tapi aku janji gak akan ulangi kelakuan yang sama! Aku gak mau pisah sama kamu. Aku gak mau kita putus lagi. Aku..., ah aku nyesal..., tapi aku happy, eh gak aku nyesal, serius aku nyesal!!
πππ
Ronde satu, done! π€£
Ternyata sekeras apapun Sutra menahan diri, kalau Kama terus menggoda, runtuh tembok CINA π€£π€£
Next, mereka ngapain lagi ya gaes??
__ADS_1