When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - "Love You.."


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Setelah semuanya keluar, Dr.Martin meminta Kama lebih mendekat pada Sutra.


"Sini, Nak.. Pegang tangannya" perintah Dr.Martin. Tanpa buang waktu Kama menggenggam tangan Sutra.


"Lalu usap lembut wajahnya dan katakan isi hatimu tentang dia, lakukanlah.." perintah Dr.Martin lagi.


Awalnya Kama sempat malu karena ada Dr.Martin yang bisa mendengar apa yang akan dikatakannya pada Sutra. Namun anggukan dan sorot mata hangat Dr.Martin malah membuat rasa malunya hilang, Kama merasa seperti sedang ditemani oleh seorang kakek yang baik hati.


Kok kakek? Ya, itu karena usia Dr.Martin sudah tua, sekitar 60-an.


Kama menarik napas dalam lebih dulu, menyiapkan diri untuk berkata-kata tentang perasaannya.


"Mas.., satu mata gak bisa melihat dengan sempurna tanpa ada satunya lagi. Sekarang hidupku seperti itu tanpa kamu. Cepet sembuh Mas, i'm waiting for you.. Lengkapi hidupku agar aku bisa kembali melihat dengan sempurna seperti dulu" begitulah ungkapan hati Kama, si kaku yang baru belajar untuk mencair sedikit demi sedikit. Mungkin kalimat barusan pun sudah pernah dilihatnya di google. Who know's?


Benar yang dikatakan Dr.Martin. Kontak fisik dan kalimat yang diucapkan Kama barusan membuat detektor jantung Sutra kembali berbunyi. Kama sempat panik dan bergerak menjauh, tapi langsung dicegah Dr.Martin.


"Tunggu Nak! Kamu gak perlu khawatir, ini normal. Itu artinya tubuh dan otaknya merespon dengan apa yang baru kamu lakukan" jelas Dr.Martin.


"Jadi maksud dokter, dia bisa dengar ucapan saya?" tanya Kama ragu-ragu.


Dr.Martin mengangguk dengan senyum hangatnya.


"Bisa merasakan sentuhan saya juga?" kembali Dr.Martin mengangguk.


"Tidak banyak pasangan yang bisa seperti ini, kalianlah salah satunya. Saya sudah menduganya sejak awal, saat kamu masuk ke ruang operasi waktu itu. Jujur saya terkejut, kamu kelihatan masih muda tapi sudah menjadi seorang istri. Berapa usia kamu, Nak?" tanya Dr.Martin.


"Sa-saya 16 tahun, Dok.." wajah Kama merah menahan malu.


"Wow, luar biasa!" seru Dr.Martin takjub.


"Sudah berapa lama kalian menikah?" tanyanya lagi.


"Dua minggu, Dok.." kali ini wajah Kama berubah sedih.

__ADS_1


"Jadi kalian pengantin baru?" Kama mengangguk.


"Hebat! Kalian menjalani honeymoon di rumah sakit. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan" canda Dr.Martin dengan senyum khasnya. Kama menyambut dengan senyum getir.


"Oke, kalau begitu saya tinggal ya. Tapi jangan lupa pesan saya, terus lakukan kontak fisik dengannya. Bahkan yang intim sekalipun juga boleh" seketika mata Kama melotot mendengar kalimat terakhir Dr.Martin.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Malam harinya setelah jam besuk tamu selesai, Kama kembali teringat dengan pesan Dr.Martin.


Hm, kontak fisik ya...


Hanya tinggal mereka berdua di kamar. Kama lantas mendekati Sutra. Sejujurnya Sutra sedang tertidur saat ini. Walau ia sempat sadar tadi siang tapi tubuhnya masih kaku dan susah digerakkan. Apalagi efek obat yang masuk lewat selang infus membuatnya selalu mengantuk.


Kama memperhatikan wajah suaminya dengan seksama. Melihat kepalanya yang dibalut dengan perban.


"Masih sakit gak Mas, kepalanya?" elus Kama pelan.


"Kamu tau gak, aku takut banget kamu kenapa-kenapa. Napas aku sesak waktu liat kamu tergeletak dengan banyak darah. Aku udah gak bisa mikir lagi. Diotakkuu..., aku mau nyusul kamu waktu itu" satu bulir kristal menetes disudut kiri mata Kama. Ia lantas merebahkan kepalanya di dada Sutra.


"Janji ya, pokoknya kamu harus cepet sembuh! Aku gak mau tau! Kamu gak boleh ninggalin aku! Awas kalo enggak!" Sutra tersadar dari tidurnya, ia merasakan sentuhan pipi Kama di dadanya. Belum lagi ancaman Kama barusan membuatnya tersentak kaget.


"Oh iya, kata Dr.Martin kamu bisa denger suaraku, bener gak sih?" Kama tiba-tiba bangkit dan kembali menatap Sutra.


Iya...


"Ah, kamu aja gak jawab, gimana aku bisa tau!" saut Kama lagi.


Aku mau jawab, tapi ntar kamu kaget


"Mas, selama kamu sakit aku udah banyak belajar dari youtube. Kamu masih mau kan, ngajak aku masak bareng?"


Wah, serius kamu? Mau donk...


"Tapi jangan masak yang susah-susah ya! Aku baru liat cara masak mi instan sama telur dadar soalnya!"


Hihihi, kalau cuma itu sih aku juga bisa ngajarin kamu, Babe..


"Terus, aku juga udah mikir, boleh deh sekali-kali kita nonton, aku mau"

__ADS_1


Nah gitu donk Babe. Ntar aku ajak kamu nonton film horor ya, biar kalau kamu takut terus meluk aku deh, hihihi


"Tapi film sejarah ya, atau film yang ada pengetahuannya. Jangan film yang gak mutu! Aku gak suka!"


Ssseeeehhhh, sama aja! Serah kamu deh!


"Kalo soal jalan-jalan ke Puncak, aku pikir gak ada salahnya juga sih. Ntar kita ajak Aji sama keluarganya sekalian ya, biar rame"


Babe, kamu bikin keputusan sendiri. Aku maunya berdua doank, gak sama yang lain!


Ternyata Kama tak serta merta membuang sifat egoisnya. Ia mau berubah, tapi sesuai dengan kemauannya.


"Teruuus, kamu ngajak aku apa lagi ya kemarin? M..." Kama mengingat-ingat.


ML! Eh maksud aku, tempuur.., eh bukan, belah duren! Eh, enggak-enggak, itu loh.., yang tempel-tempelan orang dewasa. Kamu paham kan maksud aku? Aku nempel sama kamu, terus kamu juga nempel sama aku. Nah begitu sampe beberapa menit


"Kayaknya cuma itu aja ya. Gak ada lagi"


ADAAA..! Coba kamu inget-inget lagi Babe...


"Yaudah deh, kita istirahat yuk. Yang penting kamu harus cepet sembuh ya Mas.." Kama menutup obrolannya, namun otaknya masih berpikir. Ia kembali teringat dengan pesan Dr.Martin.


"Muach, love you, Mas..." ternyata itu yang Kama pikirkan. Sebuah kontak intim dalam bentuk kecil, kecupan di bibir Sutra yang baru pertama kali ia berikan atas kesadarannya sendiri.


Oh, Babe... my heart... aaaaah


Kembali detektor jantung Sutra naik. Laki-laki itu begitu bahagia mendapat kecupan pertama dari istrinya. Ia tak menyangka kalau Kama mau melakukan itu. Ya, seorang Kama, perempuan cuek dan kaku yang mengaku mencintainya namun tidak pernah bersikap manis padanya. Tapi sekarang semuanya berubah, Kama bukan hanya memperhatikannya, namun begitu menyayanginya. Ia bahkan mengatakan "love you" barusan.


Aaah Babe..., aku gak kuat, aku mau lagiiii. Kira-kira kalau aku sadar sekarang kamu mau cium aku lagi gak ya?


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ck.ck.ck.


Kesempetan yang sempit


Apakah Sutra akan membuka matanya setelah ini gaes??


Enaknya gimana ya??

__ADS_1


Yuk kepoin next eps, cekidot πŸ˜πŸ™


__ADS_2