When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
PELUKAN


__ADS_3

"Oh my God! Honey, kita hampir lupa dengan si handsome" seketika tante Lulu berteriak, dia seperti melupakan sesuatu


"Ooh.." aji menjawab datar seraya mencibirkan bibir nya, dia tampak tidak suka dengan kalimat istri nya barusan


Kama melihat jelas reaksi aji, seketika dia tertawa,


"Hahaha. Aji cemburu ya? Siapa sih maksud nya, tante?"


"Oh no honey, don't be angry. You're the only one in my heart.. Seeius deh!" tante Lulu berusaha meyakinkan suami nya,


dia lantas memeluk aji, menciumi wajah aji berulang kali. Mereka sungguh pasangan yang luar biasa romantis di dunia ini, yang lain ngontrak, hahaha.


"Iya-iyaaa, udah, cukup. Malu diliatin Kama.." aji menjawab dengan gelagapan, wajah nya merah karena malu.


"So, honey, kamu ijinin dia masuk kan..? Kasihaaan, dia terus nunggu loh sejak tadi" sambung tante Lulu lagi


Namun Kama semakin penasaran, dia ingin tau siapa sih yang dimaksud oleh tante Lulu itu,


"Tante, siapa sih maksud nya??"


"Itu si pengemudi jeep yang hampir nabrak kamu tadi. He is really handsome, Kama. Dan very cool. Tangan nya sampai terkilir karena menarik rem tangan mendadak waktu kejadian tadi. Makanya dia bisa berhenti tepat tanpa mengenai kamu" tante Lulu akhirnya menjelaskan ke Kama siapa yang daritadi disebut nya handsome


"Lulu, stop! Kamu gak perlu sebut dia handsome berulang kali, aku gak suka!" aji menekan intonasi nya,


dia sungguh tidak nyaman istri nya memanggil laki-laki lain dengan sebutan 'handsome'


"Ok, i'm so sorry. But please honey, biarin dia ketemu Kama walau sebentar.. Aku yakin, dia gak bakalan pergi sebelum kamu ijinin dia masuk" tante Lulu mencoba membujuk aji, dia memberi aji pengertian soal laki-laki itu.


"Ok, dia boleh masuk. Tapi kita berdua tunggu di luar. Aku gak mau liat kamu mandangin wajah jelek nya itu!" jawab aji tegas.


Begitu besar nya rasa cemburu di hati aji sampai dia harus menjaga pandangan istri nya


"Yes honey. I love u.." tante Lulu tersenyum seraya menggandeng lengan suami nya, mereka berjalan keluar meninggalkan Kama yang masih terlihat duduk di ranjang pasien.


Semenit kemudian pintu kamar rawat Kama kembali terbuka. Muncul sosok laki-laki tinggi dengan mata yang sendu,


berjalan perlahan mendekati Kama. Dia tampak begitu lesu dan berantakan.


Sontak Kama terkejut. Mata nya melebar, dan tenggorokan nya seperti tercekat hingga membuat nya terbatuk beberapa kali. Dia sungguh tak menyangka dengan apa yang di lihat nya.


"Kamaaa.." ucap laki-laki itu


"P-pak Adrian..!"


Ternyata pengemudi jeep itu adalah pak Adrian, dosen Kama. Bagaimana bisa dunia begitu sempit nya hingga harus mempertemukan nya kembali dengan pak Adrian.


Padahal baru saja kemarin mereka bertemu, namun bertemu lagi hari ini, dalam kondisi yang mengejutkan.


"Saya.., saya minta maaf.." pak Adrian menatap Kama dengan sorot mata sendu


Kama hanya diam, dia masih mencoba mencerna semua nya. Sekilas tampak oleh Kama tangan kiri pak Adrian yang terbalut oleh perban, dari jari hingga ke pergelangan.


Jadi itu yang dibilang tante Lulu tadi bahwa tangan 'si pengemudi jeep' terkilir, pasti sakit, kasihan dia, gumam Kama dalam hati.


"Saya bener-benar takut.. ,saya takut terjadi apa-apa sama kamu.. Saya sungguh minta maaf, Kama.." kembali pak Adrian berucap seraya duduk di kursi dekat ranjang Kama, suara nya bergetar.


Kama milirik wajah pak Adrian, tampak berbeda dari biasanya, wajah nya agak sembab dan berantakan,


namun tidak mengurangi ketampanan nya sedikit pun.

__ADS_1


Kama juga bingung kenapa pak Adrian meminta maaf berulang kali pada nya, padahal pak Adrian tak bersalah disini. Ini murni kecelakaan, namun syukur nya tidak ada korban.


"Saya baik-baik aja, pak. Cuma pingsan biasa. Bapak gak perlu kawatir" akhirnya Kama menjawab ucapan dosen nya, bermaksud menjelaskan agar dosen nya itu tidak perlu minta maaf, karena memang dia tidak bersalah.


"Hmmmuuuuuuuuhhh..." Adrian menarik nafas panjang, seperti ada beban berat di benak nya.


Dia lantas menatap serius wajah Kama dan berucap,


"Saya gak bisa bayangin kalau tadi saya benar-benar menabrak kamu.. saya gak akan bisa maafin diri saya sendiri...." sambung Adrian lagi


Mendengar ucapan Adrian, seketika Kama terpaku,


dia merasa seolah berada di ruangan sempit yang hanya diisi oleh nya dan pak Adrian yang saling menatap dalam.


Kama melihat ada perasaan sakit, takut, dan menyesal dimata Adrian. Dia dapat merasakan nya bersamaan. Membuat hati Kama bergetar.


Efek dari pingsan selama dua jam tadi membuat hati Kama jadi lebih sensitif untuk merasa.


Kama lantas memegang dada nya yang secara tiba-tiba terasa sakit,


tanpa sadar airmata nya menetes dan terus menetes. Nafas nya naik turun, seperti orang yang sedang menangis begitu sedih.


Apa ini? Kenapa aku seperti bisa merasakan perasaan nya? Dia begitu terpukul, begitu sedih nya dia karena keadaan ku...


Ini pasti gara-gara penyakit ku, sampai hati ku bisa merasakan perasaan yang sama dengan nya! Kama berbicara dalam hati sambil terus memegang dada nya


Sontak Adrian bangun dari duduk nya, dia terkejut melihat Kama yang menangis tanpa suara seraya memegangi dada nya seperti orang yang kesakitan.


"Kamu kenapa, Kama?? Dada kamu sakit? Saya panggil dokter ya.." Adrian panik dia bermaksud keluar memanggil dokter, namun tangan Kama lebih cepat menarik nya, hingga dia menoleh. Kama lantas menggeleng sambil masih memegang tangan Adrian.


"Kenapa..? Tapi saya liat kamu kesakitan.. saya harus panggil dokter sekarang!" ucap Adrian lagi, dia benar-benar takut melihat keadaan Kama


berusaha menenangkan hati. Tangan Kama juga masih terus memegang tangan Adrian. Sampai akhirnya semenit berlalu keadaan Kama mulai stabil, dia berhasil menguasai hati nya.


Lantas Kama meminta pak Adrian duduk di ranjang nya. Mereka berdua duduk berhadapan di ranjang pasien.


Kama terdiam sebentar, dia seperti berpikir. Sementara itu Adrian masih juga tampak cemas,


pikiran nya semakin tidak tenang karena reaksi Kama tadi. Adrian terus memperhatikan Kama dengan teliti, melihat di setiap sudut tubuh Kama, berjaga-jaga jika Kama merasakan sakit lagi.


Kama kembali menatap pak Adrian yang saat ini ada di hadapan nya. Dia masih bisa merasakan perasaan yang ada di hati Adrian walau tidak sekuat tadi.


Mereka berdua saling menatap, walau dengan pikiran yang berbeda. Seketika Kama memberanikan diri memeluk Adrian. Entah keberanian dari mana yang merasuki Kama, yang pasti dia hanya berniat menghapus beban perasaan


di hati Adrian yang disebabkan oleh nya. Dia mendekatkan tubuhnya ke tubuh Adrian dengan sangat dekat, melingkarkan kedua tangan di punggung Adrian, dan melekatkan dagu nya di sebelah bahu Adrian, sambil memejamkan mata mengusir rasa grogi nya.


"Saya.., saya baik-baik aja, pak. Jangan kawatir, dan jangan takut lagi. Bapak gak salah sama sekali, bahkan bapak menyelamatkan saya dengan rem mobil itu.. terimakasih ya" Kama berbicara sambil terus memeluk Adrian


Adrian mematung, dia tak bergerak sama sekali, dia tak menyangka Kama sampai memeluknya saat ini. Namun ada rasa tenang di dalam hati nya mendengar kalimat Kama.


"Tapi tadi.., saya liat kamu menangis kesakitan" kemudian Adrian bertanya pasal kecemasan yang dia lihat tadi


"Saya.., saya gak tau gimana jelasin nya. Tapi tadi saya seperti bisa merasakan, rasa sakit.., takut.., dan menyesal.., bercampur jadi satu. Sediiih sekali rasanya. Itu yang membuat saya menangis.. itu isi hati bapak, kan?" Kama menjelaskan yang terjadi pada nya tadi


"Gimana kamu bisa tau?" Adrian sungguh heran, apa yang Kama bilang memang benar, itu perasaan yang dia rasakan sejak dia tau bahwa Kama adalah orang yang hampir ditabrak nya,


membuat nya ketakutan setengah mati. Orang yang seharusnya dia lindungi malah hampir celaka karena nya.


"Sekarang saya mohon.., bapak hapus semua perasaan itu. Karena saya baik-baik saja.. saya gak terluka sedikitpun. Mungkin kalau bukan bapak pengemudi jeep itu, saya sudah sekarat saat ini. Terimakasih ya, pak" kembali Kama berterimakasih pada Adrian. Dia masih terus berbicara sambil memeluk Adrian.

__ADS_1


Adrian tertegun dengan semua ucapan Kama. Dia merasa sangat amat tenang sekarang. Tidak ada lagi perasaan sakit,


takut dan menyesal seperti tadi. Sebuah pelukan dan kalimat dari Kama meluruhkan segala kesedihan yang dirasakan nya sejak awal kejadian hari ini.


"Bo-boleh saya peluk kamu, balik...?" tiba-tiba Adrian ingin merespon pelukan Kama saat ini. Semangat nya sudah kembali, dia begitu senang menyadari Kama memeluk erat diri nya,


sementara dia hanya diam tak bergerak. Rugi sekali rasanya jika tak membalas pelukan Kama, pikir Adrian dalam hati


Deg..


Deg..


Seketika jantung Kama berdetak kencang, begitu kencang nya hingga seperti ingin melompat keluar.


Reflek Kama melepas pelukan nya. Dia takut Adrian mendengar suara detak jantung nya tadi. Wajah nya memerah, mata nya memandang tak tentu arah.


Apa-apaan sih..?! Kok aku jadi salah tingkah gini..!!! gumam Kama kesal dalam hati


"Kok dilepas..?" dengan polosnya Adrian bertanya respon Kama yang baru saja melepas pelukan.


Adrian menatap Kama, dia merasa heran, baru saja dia mendengar kalimat yang begitu lembut dan menenangkan dari Kama, namun sekarang wajah Kama tampak merah dan kesal, seperti mau marah.


"Bapak ngapain sih ngeliat saya kayak gt..?!" tanya Kama judes. Tiba-tiba dia merasa kesal melihat pak Adrian. Wajah tampan Adrian membuat emosi nya seketika naik


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sementara itu, dari balik pintu tante Lulu mengintip semua kejadian dikamar,


antara Kama dan pengemudi jeep yang dipanggil nya si handsome.


Tante lulu terkejut seraya menutup mulutnya dengan tangan, dia melihat Kama memeluk si handsome lebih dulu. Entah apa yang mereka bicarakan tante Lulu tidak bisa mendengar, namun satu hal yang dia yakini bahwa Kama tampak menyukai laki-laki itu.


Oouuhhh, Kamaaa, you are smart girl! batin tante Lulu


Aji baru saja kembali dari kantin rumah sakit membawa 2 cangkir kopi, ketika melihat istri nya, Lulu, mengintip ke dalam kamar Kama. Dia lantas menegur istri nya,


"Lulu..!! Kamu ngapain sih? Ngeliatin cowok itu?! Baru juga aku tinggal sebentar!" aji membentak istrinya,


dia salah paham pada tante Lulu, di dalam benak nya, istri nya sudah tergila-gila dengan ketampanan Adrian hingga berusaha mengintip ke dalam kamar hanya demi memandangi wajah nya.


Memang tidak ada seorang pun yang tidak mengakui ketampanan Adrian, dia terlalu shiny untuk di lewatkan, terutama oleh wanita


"Honey, please.., don't be jealous! Look at this. Kama love him, dia memeluk nya. Aku yakin mereka pasti ada apa-apa" seraya menutup kembali pintu yang sedikit terbuka untuk mengintip tadi, tante Lulu duduk disebelah aji


"Oh my God! Kamaaa.. She is really smart! She chose the man.. Aduuuh, aku gak sabar mau nanyain dia soal cowok itu" tante Lulu kembali mengoceh kegirangan.


Sementara aji tampak bingung, dia ikut penasaran dengan perkataan istri nya yang mengatakan bahwa


Kama memeluk si jelek itu. Ada hubungan apa mereka sampai Kama bisa memeluk nya, pikir aji


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


*Ada h*ubungan apa yaaa antara Kama dan Sutra? Ikutin terus yuuuk episode selanjut nya 😊


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


__ADS_2