When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
HUG


__ADS_3

TERIMAKASIH READERS YANG UDAH SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


I Love U 😘


.


.


.


Blass....!


Tanpa aba-aba Kama langsung memeluk Sutra. Ia melingkarkan tangannya dipunggung Sutra dan menempatkan dagunya dipundak sebelah kiri Sutra. Rasa sakit yang sedang ia rasakan sekarang refleks menariknya untuk lebih dekat lagi pada Sutra, mengalahkan segala ego yang biasanya selalu paling depan di otak Kama.


Sutra jelas saja terkejut lantaran Kama tiba-tiba saja memeluknya, namun nalurinya sebagai laki-laki membuatnya merasakan sukacita, dipeluk oleh orang yang selama ini dia inginkan. Kaki geleteran Sutra yang kurang ajar itu, pun segera memberi aba-aba untuk merespon pelukan Kama.


Wohoo, pinterrr lu kaki! Langsung nyamber kalo yang begituan. Nyari dimana sih model kaki begitu? Auto beli, hayuuuuk, wkwk.

__ADS_1


Sutra lantas melingkarkan kedua tangan nya di punggung Kama. Sekarang posisi mereka persis layaknya pasangan kekasih yang saling mendekap. Saling berbagi kehangatan satu sama lain, begitu romantis tampak dipandang mata. Suatu kejadian tak terduga oleh Sutra, yang merupakan hadiah dari perasaan hancur yang dirasakannya tadi malam.


Apa ini? Aku tidak sedang bermimpi kan..? Kama tiba-tiba saja memelukku.. Apa ini hadiah dari rasa sakit yang teramat kemarin malam?? batin Sutra


"Hiikss, maafin saya pak.. Saya gak tau kalau saya menyakiti hati bapak sampai sedalam ini... Saya.., saya benar-benar minta maaf..."


"Saya bisa rasain semuanya..., hiiks, rasa hancur di hati bapak akibat ucapan saya tadi malam.. Sakiiiit sekali rasanya, seperti mau mati saja..., hikss.."


"Bapak benar.., saya memang pembohong.. Hiiks, bahkan saya berusaha membuang jauh-jauh rasa cinta saya ke bapak.."


"Saya gak mau melukai orang lain karena perasaan ini.. Cuma itu alasannya.., hiikss.." Kama menjelaskan semuanya , hingga tangisnya perlahan-lahan mereda.


"Jangan...! Pliis, jangan buang rasa cinta kamu pada saya. Saya bisa mati beneraaan..." jawab Sutra panik, ia tidak mau kebahagiaan yang baru saja ia dapati atas penjelasan Kama barusan, kembali hancur seperti kemarin.


Mendengar jawaban Sutra, otak Kama tersadar, egonya kembali bersemi dan menguasai. Kama langsung melepas pelukannya dan menjauh dari Sutra. Ia bahkan berpaling dan tidak mau menatap wajah Sutra, merasa malu dengan kelakuannya barusan.


"Loh, kenapa?" Sutra kembali dibuat bingung dengan sikap Kama


Kok dilepas sih? Aaah, jantungku dibuat naik turun oleh Kama! Baru juga sebentar aku bahagia dipeluk kamu, Maria Marcedes ku.. Aroma parfum kamu jelas banget tercium dihidungku Kama... Haduuuh, hampiiir-hampir aku khilaf untuk menekan pelukanmu lebih erat! Astaghfirulloooooh, otak ku!! batin Sutra


"Kok dilepas?" tanya Sutra lagi

__ADS_1


Deg.. Jantung Kama berdebar gak karuan, ia bingung dengan respon tubuhnya yang seperti tadi, hingga mulut nya tak berhenti mengoceh, mengatakan yang sebenarnya.


"Ee.., enggak! Maaf pak, saya khilaf.." jawab Kama


"Khilaf..? Mm, terus kalau saya yang khilaf, boleh?" tanya Sutra polos


"Gak! Gak boleh!" seru Kama sewot


Yaah, curang! Masa cuma dia yang boleh khilaf.. Ternyata begini ya rasanya pelukan dengan orang yang kita cintai. Senangnyaaaa... Pengen nambah lagi boleh gaak..., batin Sutra merengek.


Ahahaha, Sutra nagih. Sabar Sut.., sabaaarrr. Tahaaan-tahaaaan, ojo kelepasaaan! Buku Kamasutra nya masih ketimbun jauh dalam tanah, belom boleh di up! Author nyari wangsit dulu ke gunung Agung, kampungnya Kama, wkwkwk


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Habis gelap terbitlah terang!


Habis patah hati bonusnya pelukan..


Wohooo, kira-kira abis pelukan, mereka bakal ngapain lagi ya gaes?


Kepo gak sih..?? Yuuk, di next episode..

__ADS_1


__ADS_2