
Kama, Mini, dan Reyhan memutuskan untuk mengerjakan tugas mata kuliah Kalkulus bersama-sama. Mereka memilih perpustakaan UI sebagai tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas.
Awal nya mereka ingin mengerjakan bersama di rumah Mini, namun terhalang oleh paman & bibi Mini yang baru saja datang dari Lampung untuk menginap beberapa hari.
Mereka bertiga bergegas menuju perpustakaan setelah sempat makan siang di kantin kampus. Mau makan di coffee shop yang ada di perpus, dompet jerit-jerit nunggu awal bulan, hihihi
Setelah berjalan kaki selama 15 menit dari Fakuktas Teknik, mereka sampai di perpustakaan UI. Reyhan dan Mini yang baru pertama kali kesitu berdecak kagum, ck ck ck, begitu bunyi nya.
Mereka takjub dengan bangunan perpustakaan UI, yang juga di kenal dengan nama The Crystal Of Knowledge.
Apalagi setelah mereka tau apa saja fasilitas yang terdapat di dalam nya, mereka gak berhenti tercengang melihat nya. Bahkan Mini sempat foto-foto di beberapa spot yang bagus buat stok upload di socmed nya. Kok norak ya, mirip author, wkwkwk.
Tidak seperti Kama waktu itu, yang pura-pura cool karena ada pak Adrian bersama nya, padahal ia pengen juga melongo gak karuan mandangin isi perpus UI.
Mereka bertiga masuk ke lantai satu, yang terdiri dari ruang santai dengan banyak sofa danΒ stoolΒ di mana semua pengunjung bisa menggelar laptop atau berdiskusi.
Di lantai ini juga ada ruang pelayanan, ruang penyimpanan tas, ruang komputer yang menjadi favorit mahasiswa, dan ruang pameran.
Mereka memilih duduk di sofa. Ada beberapa mahasiswa yang juga duduk disitu. Mereka sibuk dengan aktifitas nya masing-masing, ada yang mengerjakan tugas, ada yang berkutat dengan laptop, bahkan ada pula yang hanya sekedar ngobrol tentang gebetan.
Mini dan Reyhan mulai mengeluarkan alat tempur nya, eh alat tulis nya, di susul oleh Kama kemudian.
Kama yang paling pintar di antara mereka sesungguh nya bisa mengerjakan
tugas itu sendirian di kost,
namun dua orang teman nya itu memohon-mohon untuk di ajari sejak beberapa hari yang lalu. Apalagi Reyhan, pake nyogok pisang goreng pula, top markotop.
Kama mulai menginstruksi kan mereka untuk menulis soal yang pertama, yang merupakan soal kalkulus dasar,
Carilah titik-titik potong fungsi f ( x ) \= 21 xΒ² + 22 x β 8 dengan sumbu X dan sumbu Y.
Kemudian, Kama menjabarkan satu persatu cara menyelesaikan soal tersebut kepada Mini dan Reyhan sampai mereka benar-benar paham, agar mereka bisa melanjutkan ke soal berikut nya dengan mandiri.
Tiba-tiba sebuah suara tak asing memanggil nama Kama,
"Kamaa, kamu disini juga?"
__ADS_1
Pertemuan yang tak di sengaja. Dia adalah Adrian, yang baru saja selesai meminjam buku, di temani oleh Chelsea yang berdiri di samping nya.
Kama, Mini, dan Reyhan menoleh bersamaan. Mini menatap Adrian dan Chelsea hingga ternganga,
untung gak kemasukkan capung, bisa kenyang Mini langsung nelen capung.
Mini tak menyangka dengan apa yang di lihat nya. Yakni kehadiran Adrian bersama dengan Chelsea, orang yang pernah di gosip kan menyatakan cinta kepada pak Adrian, namun di tolak.
"Ha.. I-iya pak" Kama menjawab dengan sedikit terbata. Dia terkejut dengan kehadiran Adrian yang tiba-tiba,
dan merasa aneh kenapa bisa selalu bertemu tak sengaja dengan dosen nya itu, seperti ada GPS nya saja, pikir Kama
"Siapa mereka, Adrian?" Chelsea bertanya dengan senyum manis nya, ia berdiri tepat di samping Adrian.
Mini yang mengenal betul sosok Chelsea, seketika berbisik ke kuping Kama,
"Kam, itu yang nama nya Chelsea.., yang pernah nembak pak Adrian"
"Ooh, mereka mahasiswa ku di Arsitektur.." jawab Adrian ke Chelsea
"Hallo, kenalin aku Chelsea anak komputer" masih dengan senyum manis nya Chelsea mengulurkan tangan pada mereka.
"Re-Reyhan. Ar-ar-arsitekturr.." dengan terbata-bata Reyhan berucap dan disambut dengan tawa kecil Chelsea
"Hihihi, salam kenal Reyhan" namun tangan Reyhan belum juga melepas tangan Chelsea
Mini segera berinisiatif, dia melepaskan tangan Reyhan dari Chelsea lalu berganti dengan tangan nya
"Hallo, gue Mini"
"Thank you, salam kenal Mini" Chelsea tersenyum seraya berterimakasih pada Mini yang telah menyelamatkan nya dari Reyhan
Tiba giliran Kama, dia hanya diam sambil terlihat meneruskan tulisan nya. Sampai akhir nya Mini menyenggol bahu nya
"Kam, giliran lo" bisik Mini
"Eh ya, Kama" jawab Kama yang akhirnya menyambut tangan Chelsea
__ADS_1
"Salam kenal Kama"
Mini yang penasaran dengan kehadiran dua orang fenomenal itu, langsung saja bertanya
"Kok bapak bisa disini?"
"Ah ya, nih saya baru minjam buku. Tadi nya saya mau minta tolong di temenin sama orang yang sebelum nya saya ajak kesini, tapi saya liat dia sedang sibuk dengan orang lain, saya di cuekin" Adrian melirik ke arah Kama, dia bermaksud menyindir Kama dengan kalimat nya
"Untung nya gak sengaja saya ketemu Chelsea disini, jadi ada yang nemenin" sambung Adrian lagi mencoba menjelaskan perihal dia bisa bersama dengan Chelsea saat itu, namun seperti biasa Kama cuek tak perduli.
"Ah, masa iya ada yang nyuekin bapak? Laen kali kalo mau minta tolong sama saya aja, pak. Saya siaap kapan pun" ujar Mini dengan kilauan cahaya di mata nya
Ucapaan Mini seketika mengundang gelak tawa mereka semua, kecuali Kama. Kama tidak merasa ada yang lucu disitu, maklum lah orang cuek sih bebaaass.
"Kalian sedang apa?" kemudian Adrian bertanya balik, ingin tau tujuan mereka bertiga
"Ah, ngerjain tugas kalkulus, pak, sekalian belajar. Nih guru kita" jawab Mini sambil menunjuk wajah Kama
"Yaudah, kalau gitu saya duluan ya" ucap Adrian lagi dan seraya berlalu bersama Chelsea.
Mini dan Reyhan kompak mengangguk. Mereka masing-masing terpana, Mini dengan dosen idola nya sementara Reyhan dengan si cantik Chelsea yang sempat melambaikan tangan, mengucap "bye" sesaat tadi.
Kama masih terus menulis namun sejujurnya ia terkejut dengan kehadiran dua orang itu, Adrian dan Chelsea.
Dia merasa bahwa Adrian
adalah cowok yang munafik, berpura-pura menolak Chelsea,
namun kenyataan nya mereka bersama. Tapi wajar lah, mana ada cowok yang menolak cewek secantik Chelsea, bahkan lebih cantik asli nya daripada sekedar foto, pikir Kama
Tuh lihat saja si Reyhan, begitu terpesona nya melihat Chelsea, sampai air liur nya ngerembes. Hiiii..najis!
Namun di balik itu, Kama juga heran, kenapa tadi Adrian sempat melirik nya. Apa sih maksud nya, aku ga ngerti..! gumam nya kesal
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
__ADS_1
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)