
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
I Love U π
.
.
.
Kama baru saja turun dari angkutan umum saat ini. Dia berjalan pelan menuju jalan kecil yang mengarah ke rumah Mini. Sebulan yang lalu Kama sudah pernah main kerumah Mini, saat ia dan Mini mengerjakan tugas mata kuliah kalkulus, jadi ia masih ingat betul alamatnya.
Saat Kama sudah berjalan hingga seperempat gang, tiba-tiba ia merasa ada yang aneh. Seorang laki-laki yang memakai jaket dan topi, tampak seperti mengikutinya dari belakang. Kama sempat menoleh sebentar, tapi laki-laki itu berpura-pura sedang bicara lewat telepon genggamnya.
Tapi Kama sudah terlanjur curiga, ia lantas mempercepat langkahnya tiga kali lipat dari sebelumnya, dan laki-laki bertopi itupun langsung menyadari. Ia terus mengikuti langkah Kama dengan lebih cepat lagi. Apalagi jalanan sudah tampak sepi sekarang, hanya ada mereka berdua disitu. Orang-orang yang tadi lalu lalang, sudah memburu waktu untuk berkumpul di mesjid mendengar khutbah jumat.
Kama semakin panik, entah kenapa ia langsung saja berlari kencang meninggalkan laki-laki itu secepat yang ia bisa. Pikiran Kama tentang laki-laki itu sudah menduga kemana-mana. Tapi lagi-lagi orang itu terus mengikutinya. Lima menit berlalu mereka masih kejar-kejaran hingga akhirnya pagar rumah Mini pun kelihatan, Kama berusaha secepatnya sampai dan berteriak ketakutan memanggil Mini.
"Min..., Miniiii..., bukain pintu Miin..." teriak Kama di depan pintu setelah masuk melewati pagar rumah Mini.
Semenit kemudian pintu rumah Mini terbuka, Mini dan ibunya keluar dari rumah.
"Loh, ada apa, nak?" tanya ibunya Mini heran
"Kamaaa..?" seru Mini lebih heran lagi. Mini tak menyangka Kama tiba-tiba sudah sampai di depan pintu rumahnya sambil berteriak-teriak.
"Huh-huh-huh, itu buk.., ada laki-laki yang ngejar saya tadi.." Kama menjawab ketakutan, napasnya masih tersengal-sengal akibat berlari tadi.
"Hah? Ayo, ayo, kita masuk!" Ibunya Mini mengajak mereka masuk dan langsung menutup pintu rumahnya.
__ADS_1
Ibunya Mini mempersilahkan Kama duduk dan menyuruh Mini mengambilkan air minum. Kama yang tadinya panik perlahan mulai tenang karena sudah merasa aman didalam rumah. Tak berapa lama Mini datang membawa segelas air putih untuk Kama.
"Minum dulu nak, biar tenang.." ujar ibunya Mini
"Ah, iya buk.., makasiiih" Kama menghabiskan segelas air itu sekaligus. Kebetulan ia merasa haus habis lari-larian tadi.
"Gimana? Udah tenang?" tanya ibu
"Aaah, iya buk" jawab Kama seraya tersenyum
"Kamu tadi lewat mana nak?" tanya ibunya Mini
"Ee, itu buk, jalan yang disana" ujar Kama seraya menunjuk arah jalan tempat ia berlari tadi.
"Ooh, itu loh buk, jalan potong dari belakang halte.. Aku pernah ngajak Kama lewat situ waktu itu" saut Mini menjelaskan maksud Kama, dan Kama pun mengiyakan.
"Oalaaah, itu pasti yang ngejar kamu si Nurkotel! Dia pakai topi sama jaket kan?" tanya ibunya Mini lagi
"Hahaha.." seketika Mini tertawa
"Dia itu orang stres, kalau ngeliat orang asing langsung diikuti, apalagi cewek" jawab ibunya Mini
"Dia mau nunjukkin anu nya sama kamu.." sambung ibunya Mini lagi
"Hah? Anu apa buk?"
"Hahaha.." Mini kembali tertawa
"Hahaha.., kamu aja Min yang jelasin ke temen mu. Ibuk mau nyambung kerjaan didapur, mau masak, udah siang, bentar lagi bapak pulang dari mesjid"
"Ibu tinggal ke dapur ya nak.. Nanti kamu sekalian makan siang disini aja, ibu masak lebih kok.." saut ibu lagi seraya pergi menuju dapur rumahnya.
Setelah ibu berlalu, Kama menatap Mini meminta penjelasan.
__ADS_1
"Anu apa maksud nya Min?"
"Hahaha.., ya anunya lah.. Ituu" Mini menunjuk kebagian terlarang Kama, yang terletak disebelah bawah
"Hah? Hiii..." Kama terkejut sekaligus bergidik ngeri, ia tidak bisa membayangkan kalau laki-laki yang mengejarnya tadi berhasil menangkapnya dan menunjukkan anunya pada Kama.
"Hahaha.." tawa Mini kembali terdengar
"Apa sih lo ketawa terus, Min.. Untung gue gak diperkosa sama orang itu!" seru Kama kesal
"Gak bakal.., dia itu cuma mau nunjukkin anunya doank kok. Lagian juga anu-anuan palsu, hihihi.., buntel, kayak ubi cilembu" terang Mini lagi.
"Huweeek, mau muntah gue"
"Hahaha, gak usah juga lo bayangin lah Kam.."
Aaah, ada-ada aja orang stres jaman sekarang. Segala anu-anuan palsu dipake buat ditunjukin ke cewek-cewek. Maksudnya apa coba? Minta disunat atau minta ditendang ya anunya?
Pantes aja Kama gak bisa angkat telpon Sutra daritadi, wong Kama lagi repot dikejer-kejer si Nurkotel kok.. Hahaha
Oke, setelah pembahasan soal Nurkotel selesai, Kama berniat mengutarakan niatnya datang menemui Mini. Apalagi saat ini suasana hati Mini lagi hepi abis ngetawain Kama tadi, jadi pas banget kalau dibahas sekarang. Semoga aja Mini gak teriak marah-marah nanti...
πππ
Wkwkwk, hayoo ngaku siapa yang pernah ketemu orang stres model Nurkotel begitu??
Author pernah banget! Hiiii, jijiiiiiik...
Ohya, balik ke Mini, ada yang bisa nebak gak gimana reaksi Mini nanti??
Mini dan Kama bakal berantem lagi atau baikkan yaaa...??
Yuuuk, kepoin di next episode..
__ADS_1