When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
KAMA BISA MERASAKANNYA


__ADS_3

TERIMAKASIH READERS YANG UDAH SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


I Love U 😘


.


.


.


Kama mengikuti langkah Sutra menuju parkiran mobil. Mereka sepakat untuk bicara ditempat lain agar tidak menjadi perhatian orang-orang di kampus.


Awalnya Sutra ingin mengajak Kama bicara di taman lingkar, namun ia mengurungkan niat itu. Sutra takut Kama akan kabur lagi dan sulit dicari seperti kemarin. Ia lantas memutuskan membawa Kama menuju jalanan sepi di kompek UI agar bisa bicara dengan tenang di dalam mobil.


Halaah, lagi-lagi didalam mobil, apa gak ada tempat laen gitu Sut..? Mbok ya tanya google dimana tempat asik buat ngobrol kota Depok. Sapa tau boleh dirumahnya mbak Ayu Ting Tong, wkwkwk


"Kita mau kemana sih, pak?" Kama mulai heran dengan arah tujuan Sutra berkendara, sebab sejak tadi Sutra membawanya berputar di kawasan UI


"Sebentar lagi sampai kok" jawab Sutra singkat.


Tepat sepuluh menit kemudian akhirnya Sutra menemukan jalanan yang sepi menuju ke hutan kota UI. Biasanya jalanan ini selalu ramai dilewati pengunjung yang ingin berolahraga di jalan setapak hutan UI, namun karena ini masih siang, sedikit sekali orang yang lewat disini.


"Oke, kita sampai" ujar Sutra seraya menepikan mobilnya


"Hah? Disini?" Kama bertanya heran

__ADS_1


"Iya" jawab Sutra singkat


Wadduh! Mau apa dia?? Jangan-jangan..., ah gak mungkin! Selama ini kan dia gak pernah kurang ajar sama aku. Tapi kok hari ini...?? batin Kama bertanya-tanya, wajahnya agak gusar mengetahui tempat Sutra menghentikan mobil.


"Kamu gak perlu kawatir. Saya bukan tipe laki-laki kurang ajar dan cari-cari kesempatan. Saya hanya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi" Sutra menjelaskan


"Apa? Gak ada apa-apa kok, pak.. Gak terjadi apa-apa dengan saya"


"Saya sudah tau semuanya"


Hah? Serius? Apa yang dia tau? Bikin takut aja..., batin Kama


"Saya sudah tau alasan kamu menghancurkan hati saya malam itu.."


Ya Tuhan.., kirain apa? Eh tapi, apa dia benar-benar sudah tau soal itu? batin Kama


"Sekarang saya mau tanya sama kamu, tolong jawab jujur! Saya ingin dengar langsung dari kamu!"


Sutra menatap Kama serius, tapi Kama hanya fokus menghadap ke depan.


"Kamu yakin gak punya perasaan apapun dengan saya..?" tanya Sutra pelan, ia teringat dengan kejadian tadi malam. Begitu dalam rasa sakit yang ia rasakan karena pengakuan Kama.


Seketika atmosfer didalam mobil berubah tegang. Sutra fokus menatap mata Kama yang sejak tadi lari kesana kemari.


"Ha, i-iya, saya yakin pak!" sedikit tergagap Kama menjawab, ia masih menghadap lurus ke depan, berusaha untuk tidak bertemu pandang dengan Sutra.


"Pembohong!" seru Sutra


"Kok bapak ngomong gitu, saya jawab jujur kok!" seketika Kama menoleh, ia protes Sutra mengatainya pembohong

__ADS_1


"Kalau gitu.., kamu tatap mata saya! Jangan berpaling lagi.. Dan katakan kalau kamu gak punya perasaan sedikitpun pada saya!" Sutra menahan Kama untuk tidak bergerak dari posisinya. Ia mengunci tatapan Kama dengan kalimatnya. Ia sangat ingin mendengar Kama bicara jujur.


Kama terdiam, entah kenapa ia menurut begitu saja. Kama terhanyut dengan keadaan, tatapan mata Sutra membawa nya masuk terus hingga menembus ke relung hati yang terdalam. Ada getir kesedihan disana, hancur lebur, dan pupus, semua bercampur jadi satu.


Sejak hampir ditabrak Sutra di Dufan tempo hari, perasaan Kama jadi lebih sensitif, ia bisa merasakan perasaan terdalam orang-orang terdekatnya, termasuk Sutra saat ini. Hal ini juga berpengaruh besar terhadap penyakit PTSD yang dialaminya.


Rasanya sakiiiiit sekali, seperti mau mati saja! Ingin menangis tapi tak bisa menangis. Lebih dari sekedar patah hati, bahkan lebih sakit dari yang kurasakan tadi malam. Apaaa ini? Ini perasaan yang ada di hatinya? Aku bisa merasakan semuanya! Begitu dalam rasa cintanya padaku, dan aku membuatnya hancur lebur dalam satu kalimat..., batin Kama


"Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau. Meski kau tak kan pernah tau.."


Kalimat itu terdengar jelas di telinga Kama, walau tak ada seorang pun yang bicara diantara mereka tapi Kama kenal betul dengan suara itu!


Seketika airmata Kama menetes tanpa henti, dadanya terasa sakit. Kama langsung saja menangis tersengal-sengal.


"Kama, kamu kenapa? Hah? Kamu-kamu sakit? Apanya yang sakit? Kita ke dokter sekarang ya.."


Sutra panik, ia tak menyangka tiba-tiba Kama jadi begitu, padahal sebelumnya Kama terlihat baik-baik saja. Sutra lantas menyalakan mobil, berniat pergi membawa Kama ke dokter. Namun dengan sigap Kama memegang tangannya, sebelum ia sempat menekan porsneling mobil.


"Kenapa? Saya kawatir liat kamu begitu.." tanya Sutra heran, ia bingung Kama menahannya


Kama masih terus menangis, ia belum bisa mengontrol perasaannya, rasanya terlalu sakit, jauh lebih sakit dari yang pernah ia rasakan selama ini.


"Gak bisa Kama, kita harus ke dokter.. Saya gak mau terjadi apa-apa sama kamu. Saya gak mau..."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Oo-oow... what happens dgn Kama gaes??


Haduuuuh...oh my God..., pasti pada kepo kan..

__ADS_1


Yuk, di next episode, cekidooot....


__ADS_2