
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Pukul empat pagi Sutra sudah bangun dari tidur. Ia tidur di sofa sementara Kama di ranjang. Loh kok?
Hal itu di karenakan Kama yang masih marah dengan kelakuan suaminya. Sudah kesal karena di coblos, Kama juga marah karena Sutra masih memandangi tubuhnya yang polos.
Sutra lantas beranjak dari sofa, memandang wajah cantik istrinya yang masih tertidur.
Morning Babe..., i love you...
Seulas senyum tersungging di bibir laki-laki itu. Betapa ia sangat mencintai perempuan yang sedang tertidur pulas di hadapannya. Apalagi setelah kegiatan tempel-menempel kemarin malam. Hal terindah yang di dapat Sutra dari Kama.
Setelah itu Sutra segera membersihkan diri. Lima belas menit adalah waktu yang cukup untuk Sutra berkutat di kamar mandi. Lalu ia pun keluar dengan handuk yang melilit di pinggang menuju lemari baju, mengambil satu stel pakaian dan dalaman lalu membawanya mendekati rak perlengkapan barang-barang yang terdapat kaca di sana. Posisi rak tersebut tepat di depan ranjang.
Ternyata suara langkah Sutra yang kesana kemari membuat Kama terbangun dari tidur. Pelan-pelan ia membuka mata dan mendapati suaminya sedang menyemprotkan cologne ke tubuh dengan hanya menggunakan handuk di pinggang.
Astaga! Ngapain dia?!
Kama berdecak kaget lalu kembali menutup matanya. Reflek ia menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
Memang body Mas Adrian keren sih... Iih, apaan?! Kok aku jadi muji-muji dia!
Dari depan kaca Sutra menoleh, ia lantas tersenyum. Sutra tau kalau istrinya sudah bangun.
Hehehe, mau ngintip aja malu-malu sih Babe...
Ia pun mempercepat aktifitasnya agar Kama tidak sampai sesak napas bersembunyi di balik selimut terlalu lama.
"Babe, bangun yuk..., subuh..." pelan-pelan Sutra menarik selimut yang menutupi Kama. Ia sudah berpakaian lengkap.
Tapi Kama masih menutup rapat matanya. Di dalam benaknya ia masih membayangkan kalau Sutra belum berpakaian.
Hahaha. Abis kena gaspol kemarin malam, otak Kama jadi mikirin roti sobek terus ih!
"Babe, aku tau kamu udah bangun kok. Ayo buruan mandi basah sana..." ucap Sutra lagi sembari mengelus puncak kepala Kama.
Mandi ya basah lah! Sejak kapan mandi tetep kering! Becandanya garing!
Pengetahuan Kama soal aturan Islam, belum sampai kesitu. Jangankan soal aturan agama, aturan begituan saja Kama belum tamat. Di dalam benaknya dia sudah hamil anak Sutra.
Kama membuka matanya pelan-pelan. Ternyata suaminya itu sudah beranjak ke dapur kecil di sudut ruangan. Ia menampung air untuk memasak air panas.
"Aku gak mau hot chocolate Mas. Gak usah di bikinin" ucap Kama sembari masuk ke dalam kamar mandi. Namun belum sempat ia menutup pintu,
"Eh, Babe tunggu" Sutra menyusul.
__ADS_1
"Apa?" jawab Kama acuh. Perempuan itu masih berlagak marah.
"Mandi basah ya! Udah tau kan caranya?" ternyata Sutra mengingatkan Kama untuk mandi basah atau bahasa agamanya, mandi junub.
"Huh, ya tau lah" Kama menghembus napas kasar, merasa sedang di candai oleh suaminya. Ia pun segera menutup pintu kamar mandi.
"Babe..." panggil Sutra lagi.
"Apa lagi sih Mas? Gak percaya aku mandi basah? Nih, aku nyalain showernya!" teriak Kama dari dalam sembari menyalakan shower.
Aduuh, dia balik jutek kayak dulu... Hmuuufftt
Sutra geleng-geleng kepala menyadari kelakuan istrinya.
"Bukan itu Babe, kamu wudhu dulu" sambung Sutra lagi. Ia hanya ingin menjelaskan tatacaranya agar Kama bersih dan suci.
Serah deh mau ngomong apa kamu Mas, aku gak denger!
Ternyata suara air shower yang deras membuat Kama tidak bisa mendengar ucapan Sutra di luar kamar mandi. Tapi Sutra tidak putus asa. Membuat Kama paham dengan aturan dasar agama sudah menjadi tanggung jawabnya.
Tok tok tok !
"Babe..." Sutra terus mengetuk pintu.
Ya ampuuuun, bener-bener ni orang! Masih pagi udah resek banget, ngajak ribut!
Kama mematikan keran shower.
"Buka dulu pintunya, Babe, biar aku ajarin" ucap Sutra menjelaskan.
Apa katanya? Ajarin? Mau ngajarin aku mandi? Ih, amit-amit! Mas Adrian udah gila!
"Jangan ngaco kamu Mas!" bentak Kama.
"Loh, aku gak ngaco kok. Ini serius, Babe. Dosa kalo gak kamu lakukan" jelas Sutra lagi.
Mas Adrian positif gila! Otaknya udah gak beres! Pasti dia mau minta yang kayak kemarin lagi! Aaaaaaaarrrrkkkh..., aku gak mau! Sakitnya aja belum ilang, masih mau di tambah lagi?????
Kama mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia tidak menyangka kalau suaminya sudah berubah sejauh itu. Kama berpikir kalau Sutra sudah berubah menjadi laki-laki mesum, membuatnya takut untuk keluar dari kamar mandi.
"Babe..." panggil Sutra lagi.
Tak taunya sejak di luar Sutra sibuk mencari kunci cadangan kamar mandi, hingga akhirnya ia temukan.
Ceklek !
Sutra membuka pintu kamar mandi dengan kunci yang di dapatnya. Reflek Kama melompat dan terduduk di atas closet yang tertutup.
"Mas, jangan Mas! Aku gak mau, please... Sakitnya masi berasa sampai sekarang. Aku mohon jangan Mas..." ucap Kama ketakutan. Ia menghadapkan telapak tangannya, seolah melarang Sutra mendekat.
__ADS_1
"Hei, kamu kenapa, Babe? Kamu mikir apa? Aku gak mau apa-apain kamu kok, serius! Aku cuma mau kasih tau tata cara mandi basah dan niatnya" Sutra sampai heran dengan reaksi Kama.
Kamu mikir apa Babe? Sampai setakut itu sama aku...
Sempat terbesit rasa sedih di hati Sutra dengan reaksi berlebihan Kama. Tapi segera ia tepis.
Sutra menunjukkan ponselnya yang berisi artikel tentang mandi basah.
"Baca dulu, aku tinggal keluar ya" ucap Sutra sembari keluar meninggalkan Kama di kamar mandi.
Mck, kenapa jadi gini sih hubunganku dengan Kama. Serba salah paham!
πππ
Selesai dengan semua aktifitas di kamar, Sutra mengajak Kama ke loby karena taksi online yang mereka pesan sudah menunggu.
Sejak insiden di kamar mandi tadi mereka berdua tidak banyak bicara. Kama merasa bersalah dengan reaksi berlebihannya, sementara Sutra menjaga sikap agar Kama tidak curiga lagi padanya.
Dua puluh menit berlalu mereka berdua sampai di salah satu rumah sakit besar di Depok. Mereka lantas menemui resepsionis dan meminta jadwal bertemu dengan dokter spesialis kandungan.
"Mbak, istri saya mau konsul dengan dokter kandungan" ucap Sutra.
"Hari ini yang stay untuk spesialis kandungan adalah dokter Fabian dan dokter Risa, Mas. Mau yang mana?" tanya resepsionis.
"Itu, dokter Risa aja" jawan Sutra yakin.
"Oke tunggu sebentar ya, saya cek ruangannya" resepsionis lantas mengecek ruangan dokter lewat interkom.
Semenit kemudian,
"Oke, Mas, dokter Risa ready. Silahkan ke ruangan yang sudut sebelah kanan" resepsionis menunjuk ke arah ruang praktek dokter.
Kama dan Sutra lantas jalan beriringan menuju kesana. Kama yang lebih dulu membuka pintu ruangan dokter, lalu mereka berdua masuk ke dalam.
Di dalam ruangan tampak seorang laki-laki yang memakai jas putih bersama dengan seorang perawat.
"Silahkan masuk, Pak..." sapa laki-laki itu.
"Ya, terimakasih Mas. Dokternya kemana ya?" tanya Sutra ragu-ragu sembari duduk di kursi yang berhadapan dengan laki-laki itu.
Dengan senyum lebar laki-laki itu menjawab,
"Saya dokternya Pak..."
"Loh, kok laki-laki?" tanya Sutra spontan.
πππ
Haiyaaaa, Dr.Risa laki-laki???
__ADS_1
Benarkah demikian???