When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
COUNSELING


__ADS_3

Pagi menjelang Kama sudah bersiap dan keluar dari kamar. Ia sedikit memakai foundi untuk menutup kantung mata nya yang mirip wewe gombel lantaran lelah tak tidur semalaman.


"Pagi aji.., tante kemana? Gak keliatan" sapa Kama pada aji yang sedang sarapan di meja


"Nganterin Jason dan mbak nya kerumah mama. Ohya, Lulu bilang kalian mau jalan-jalan hari ini, kemana sih?" tanya aji. Sanking kepo nya nama lengkap aji bisa diganti jadi Wayan Sukepo biar cocok sama kelakuan.


"Hah? Hmm, ya kebiasaan cewek lah aji, shopping. Tante kan belum pernah ngajakin Kama shopping" Kama beralasan


"Serius? Sejak kapan kamu hobi shopping? Kok aji gak tau"


"Iya, sejak aji pindah dari Bali. Gimana aji bisa tau, kalau aji juga gak pernah pulang!" jawaban Kama tepat sasaran, aji langsung terdiam seraya menarik napas dalam. Dia pasti kalah kalau Kama sudah mengungkit kepindahan nya dari Bali untuk menetap di Jakarta.


Tak berapa lama tante Lulu pun datang.


"Hi, Kam.. Tante udah telfon temen tante tadi, katanya-"


"Dia ikut kita shopping juga ya tante?" Kama menatap Lulu dengan mengerjap-ngerjapkan matanya, kayak abis kelilipan kelereng, berharap Lulu paham dan aji tidak mencurigai alasan yang sudah di buat nya tadi.


"He, iya, dia ikut kita shopping. Kata nya langsung janjian di sana aja" syukur nya Lulu langsung paham maksud Kama.


"Yaudah, kita berangkat sekarang aja yuk tante. Kama udah gak sabar mau milih barang-barang" ajak Kama


"Oke"


"Honey, kita pergi dulu ya. Kiss me, please" Lulu berpamitan dengan manja pada aji, serasa adegan drakor yang dicip-ok pagi-pagi. Duuuh, bikin gemes pengen jambak, author ngiriii 😭


Di dalam mobil, sambil nyetir tante Lulu memulai obrolan


"Kam, I could not find a psychiatrist today because it's Sunday"


(Kam, tante gak bisa nemu dokter ahli jiwa hari ini karena ini hari Minggu)


"Tante udah telfonin beberapa temen tante yang dokter, mereka bilang gak mungkin ada. Tapi mereka saranin tante bawa kamu ke psikolog, kamu mau?"


"Gak papa tante, Kama mau" jawab Kama yakin, karena ia sangat butuh counseling hari ini juga.

__ADS_1


Lulu segera melajukan mobil nya ke rumah psikolog yang kebetulan adalah teman nya waktu sekolah dulu. Satu jam menempuh perjalanan akhir nya mereka sampai di tujuan. Teman Lulu yang bernama Felicia menyambut mereka di pintu depan rumah nya.


"Hi, Lulu.. Udah lama banget ya kita gak ketemu, kangeeeen" ujar Felicia seraya memeluk Lulu


Felicia adalah seorang psikolog muda yang membuka konsultasi gratis lewat web pribadi nya. Ia terkenal di kalangan sosial media dan influencer Indonesia. Dan kebetulan Felicia sama seperti Lulu, wanita keturunan chinese.


"Me too, babe. Kamu makin cantik aja, Fel" ujar Lulu


"Sama donk, kamu juga makin cantik Lu. Udah punya anak satu padahal, keren iiih, hihihi"


"Eh iya, ini keponakan kamu itu, Lu?"


"He-eh"


"Hai tante, saya Kama" sapa Kama


"Hi, juga Kama.. Yaudah masuk dulu yuk, kita ngobrol di dalam" Felicia mengajak Lulu dan Kama masuk ke dalam rumah


Rumah keluarga Felicia lumayan besar di komplek perumahan elit daerah Jakarta Timur. Ayah nya adalah seorang dokter senior di rumah sakit ternama di Jakarta.


"Sebenarnya aku udah pindah ke apartemen, disini cuma papa, mama, dan adik-adik aku. Tapi setiap weekend aku ngumpul disini, dan kebetulan banget kamu telfon aku tadi pagi" sambung felicia lagi sambil jalan beriringan dengan Lulu dan Kama menuju kamar tamu.


Sampai di kamar tamu, Feli mempersilahkan Lulu dan Kama duduk, sementara ia berbicara lewat interkom untuk minta di antar kan minuman dan makanan kecil ke kamar.


"Oke, terus gimana nih cerita nya?" Feli mulai membahas topik utama


"Gini, Fel, Kama ini keponakan suami ku. Tapi mereka udah kayak kakak-adek, karena dari kecil selalu bareng. Nah, waktu kecil suami ku bilang ada masalah di keluarga Kama, menyangkut orangtua nya, sampai membuat dia jadi trauma.." Lulu menjelaskan sekilas


"Oke, sampai sini aku paham"


Tak berapa lama pembantu rumah tangga Feli datang mengantarkan pesanan. Setelah itu, Feli beranjak menyalakan speaker yang ada di rak meja tv kamar, ia memilih lagu dari ponsel nya yang sudah di sambungkan lewat bluetooth ke speaker.


Entah lagu apa yang dinyalakan Feli, hanya terdengar alunan irama yang santai dan menenangkan. Ia mengecilkan volume nya namun tetap bisa mereka dengar dengan jelas di telinga.


"Minum dulu yuk" ujar Feli. Tampak nya ia berusaha membuat suasana jadi santai dan tenang untuk Kama, agara Kama bisa benar-benar mengeluarkan semua yang ada di hati dan pikiran nya.

__ADS_1


Namun, mata Kama tertuju pada Lulu. Feli menangkap Kama belum bisa mulai bercerita karena masih ada Lulu diantara mereka.


"Lu, mama papa kamu apa kabar?" tanya Feli


"Baik, Fel. Mama papa kamu gimana?" Lulu bertanya balik dan tujuan Feli pun tepat


"Itu mama aku lagi berantakin dapur sama bibi, kamu gak mau liat? Mama pasti kangen banget liat kamu, Lu"


"Oh ya, kalau gitu aku nemuin mama kamu ya"


"Kama gak papa kan tante tinggal sama Feli?" Lulu beralih menanyakan Kama


"Gak apa-apa tante" jawab Kama dengan senyum, ia lega Lulu mau meninggalkan nya berdua dengan Feli.


"Makasih ya, tante" ujar Kama setelah Lulu pergi


"It's ok. Itu normal kok, hak kamu yang memilih untuk mau ngobrol dengan siapa, sekalipun bukan aku" Feli tersenyum


"Kama nyaman kok sama tante"


"Good, kalau gitu kamu mau donk cerita sama aku. Kita mulai dari mana nih? Aku udah gak sabar dengerin cerita kamu, pasti seru" Feli pintar mengeluarkan setiap kalimat, ia memposisikan diri nya sebagai teman dengan Kama, membuat Kama tersenyum geli.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kira-kira Kama akan menceritakan apa ya ke felicia??


Tentang keluarga nya atau tentang Sutra??


Yuk kepoin bab selanjut nya πŸ˜‰


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


I Love U 😘


__ADS_2